Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 suara, nilai: 4,50 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Terumbu Karang, Hewan atau Tumbuhan?

Pertanyaan ini sangat sering saya lontarkan di setiap saya memulai menjalani tugas, baik sebagai dosen, mentor atau fasilitator/trainer diberbagai kesempatan. Sebagai contoh di kesempatan saya membawa siswa-siswi dari Sekolah Pelita Harapan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta beberapa waktu yang lalu. Sebelum memulai kegiatan, saya memberikan kuis dan salah satu pertanyaannya apakah terumbu karang termasuk golongan hewan atau tumbuhan.

Seperti dugaan saya, lebih dari 90% peserta menjawab tergolong tumbuhan. Sangat miris memang dengan kenyataan ini, terlebih kita berada di pusat keanekaragaman terumbu karang tertinggi di dunia , Coral Triangle. Dengan lebih 17.000 pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dan diperkirakan luas terumbu karang lebih dari 60.000 km2.

Terumbu karang: Hewan

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. Terumbu adalah endapan zat kapur hasil metabolisme dari ribuan hewan karang. Jadi dalam seonggok batuan terumbu itu, terdapat ribuan hewan karang yang hidup di dalam celah kecil yang disebut polip. Hewan karang ini bentuknya renik dan melakukan kegiatan pemangsaan terhadap berbagai mikro organisme lainnya yang melayang pada malam hari. Terumbu karang bertumbuh dan berkembang sangat lambat. Berdasarkan hasil transplantasi karang beberapa jenis memperlihatkan hanya sekitar 1 cm per bulan. Sebagian besar karang hanya hidup di iklim tropis.

Hewan-hewan yang karang ini bersimbiosis dengan alga Zooxanthellae. Alga inilah memberikan nuansa warna terhadap karang. Jika kita melihatnya pada saat snorkeling atau menyelam, atau bahkan hanya melihatnya di SeaWorld, terdapat banyak macam warna, hijau, pink, biru orange ungu dan masih banyak lagi lainnya. Hewan karang ini berkerabat dengan Ubur-ubur.

Nah kalau ubur-ubur tak berwarna karena tidak adanya simbiosis tersebut. Seperti halnya ubur-ubur, hewan karang juga memiliki zat penyengat. Bahkan beberapa diantaranya berbahaya. Namun perlu dipahami, terumbu karang sangat sensitif terhadap gangguan pencemaran dan aktivitas yang merusak. Diprelukan puluhan bahkan ratusan tahun untuk berkembang dan membentuk koloni yang kompak. Keberadaan terumbu karang ini dimanfaatkan oleh berbagai biota lainnya di laut, salah satunya ikan.

Foto: Hawis Madduppa

 Tentang Penulis: Hawis Madduppa

Hawis Madduppa Dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Institut Pertanian Bogor. Sekarang sedang menempuh pendidikan S3 bidang Genetika Populasi Ikan di Bremen Universität, ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • Inadhia Gemarefi (Dhea)
    kak banyakin ya. kls 5 lg banyak nih belajar terumbu karang!!
  • Hi Dhea,

    Ok nanti dibanyakin deh tulisan tentang terumbu karang..
    Terima kasih..

    Hawis
  • ishak
    ass..kak hawis..perbanyak dong artikel tentang karang..

    kapan ini ke makassar lagi?
  • waalaikumsalam..

    Hi Ishak. Insya Allah nanti akan diperbanyak deh tulisan tentang terumbu karang.. makasih yah..

    Insya Allah mudah2an tahun depan (2010) bisa ke makassar lagi untuk sampling..

    salam
  • fuji
    salam kenal!
    baru pertama kali saya bergabung disini dan langsung tertarik dengan artikel2nya. terima kasih telah menjelaskan mengenai terumbu karang.
    begini, saya ditugaskan untuk mengajar IPA baru beberapa semester.tetapi bukan dari jurusan ini, saya hanya bisa belajar dari tulisan2 dan media lainnya mengenai terumbu karang, tetapi belum pernah melihat langsung dan memegang terumbu karang, jadi bagaimana bisa menjelaskan kepada siswa dengan jelas saya sendiri tidak tau persis bagaimana terumbu karang tsb.
    benar bapak bilang, negara kita ini kaya terumbu karang tapi masyarakat kurang mengenal kekayaannya sendiri, sangat prihatin!?

    kalao tidak keberatan bolehkan bapak mengirim contoh terumbu karang kerumah saya, sehingga saya bisa membawanya kesekolah untuk proses pembelajaran, bahkan biota laut lainnya. demi anak bangsa! soalnya daerah saya jauh dari laut.

    terima kasih.
  • Terima kasih atas apresiasinya..

    Dengan senang hati jika bisa membantu. Tapi skr ini saya sedang menempuh studi di luar negeri (sampai dengan 2011). Jika ingin mendapatkan alat peraga/sampel biota laut (termasuk terumbu karang), anda bisa saja ke IPB di departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, di Laboratorium Biologi Laut. Banyak kolega saya disana yg bisa membantu.

    Sukses selalu..
  • navy
    jagalah terumbu karanmg krn merupakan aset yg ada d indonesia dan daerah trianggle
    apa kbr yang menulis ???
  • Alhamdulilah baik, kabar makassar gimana nih?

    salam
  • nana
    mang ya kerusakan trumbu karang dpat mrusak sistem d laut dan dpt menghambat perkmbang biakan ikan

    mknya kta hrus menjaga trumbu karang agar tidak trcemar oleh limbah
  • mudah2an makin banyak orang yang menyadari fungsi dari ekosistem terumbu karang...

    salam!
  • good day sir " pak saya tinggal di daerah pesisir. di daerah kami masyarakat pada umumnya mengambil karang pada saat air susut dan dijadikan sebagai bahan perhiasan di rumah. pak kira-kira solusinya apa sehingga masyarakat tidak lagi mengambil karang tetapi mampu melindungi dan melestarikan ekosistem ini? thanks sebelumnya atas informasinya.
  • Hallo Pak Arwadi,

    Sepertinya kebiasaan mengambil terumbu disaat surut untuk perhiasan banyak terjadi di daerah pesisir dan pulau-pulau. Mungkin untuk mengantisipasi itu, harus dibentuk suatu badan masyarakat untuk kelesatarian terumbu karang, yang kemudian menetapkan daerah perlindungan laut. Bukan berarti tidak bisa mengambil hasil laut. Tapi daerah terumbu karang yg masih bagus dijaga, dan dibentuk beberapa zonasi, misalanya perlindungan dan pemanfaatan. Karena jika tidak seperti itu, maka di masa mendatang bisa dipastikan bukan hanya terumbu karang yg hilang, tapi ikan pun juga demikian.

    salam,
    Hawis
  • Rike
    ngeri lihat adanya woro-woro global warning. ayo semua manusia kita rame-rame lindungi amanah dari tuhan. lindungi makhluk tuhan yang lain. oke !!!!!
  • sepakat!
  • Virdya
    The beautiul coral reefs.kenapa ya, banyak orang yang gak peduli dengan alam.....?padahal tanpa tumbuhan dan hewan-hewan itu,manusia mau makan apa?
  • ayoo..mari sama-sama menjaga lingkungan..
  • fauzi
    hallo....
    pak hawis saya tinggal dipesisir kepulauan, dulunya pantai yang sangat indah di tumbuhi dengan beragam macam karang, namun akhir ini karang sudah pada rusak, yang dulunya sangat indah namun sekarang sudah pada hancur,
    melalui media ini kami ingin sekali mereboisasi karang-karang yang rusak namun terkendala masalh financial dan skill kita yang sangat minim,
    jika bapak tidak berkeberatan kranya bisa memberikan info dan jalan untuk reboisasi tersebut
    wassalam


    fauzi, se
  • Hallo Pak Fauzi,

    Mohon maaf karena baru bisa membalas pertanyaan bapak. Sangat menyedihkan jika di daerah bapak juga sudah rusak terumbu karangnya. Untuk itu, langkah rehabilitasi memang sudah tepat. Terdapat banyak teknik rehabilitasi habitat terumbu karang, itu tergantung dari kerusakannya dan juga faktor2 lainnya. Misalnya ketersediaan sumberdaya, baik itu manusia atau materil. Boleh tahu pak Fauzi tinggal dimana? Saya sangat senang jika dapat membantu bapak. Jika ada pertanyaan, silahkan, bisa melalui media ini juga atau dengan email saya.

    salam,
    Hawis
blog comments powered by Disqus