Terumbu Karang, Hewan atau Tumbuhan?
Pertanyaan ini sangat sering saya lontarkan di setiap saya memulai menjalani tugas, baik sebagai dosen, mentor atau fasilitator/trainer diberbagai kesempatan. Sebagai contoh di kesempatan saya membawa siswa-siswi dari Sekolah Pelita Harapan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta beberapa waktu yang lalu. Sebelum memulai kegiatan, saya memberikan kuis dan salah satu pertanyaannya apakah terumbu karang termasuk golongan hewan atau tumbuhan.
Seperti dugaan saya, lebih dari 90% peserta menjawab tergolong tumbuhan. Sangat miris memang dengan kenyataan ini, terlebih kita berada di pusat keanekaragaman terumbu karang tertinggi di dunia , Coral Triangle. Dengan lebih 17.000 pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dan diperkirakan luas terumbu karang lebih dari 60.000 km2.
Terumbu karang: Hewan
Terumbu karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. Terumbu adalah endapan zat kapur hasil metabolisme dari ribuan hewan karang. Jadi dalam seonggok batuan terumbu itu, terdapat ribuan hewan karang yang hidup di dalam celah kecil yang disebut polip. Hewan karang ini bentuknya renik dan melakukan kegiatan pemangsaan terhadap berbagai mikro organisme lainnya yang melayang pada malam hari. Terumbu karang bertumbuh dan berkembang sangat lambat. Berdasarkan hasil transplantasi karang beberapa jenis memperlihatkan hanya sekitar 1 cm per bulan. Sebagian besar karang hanya hidup di iklim tropis.
Hewan-hewan yang karang ini bersimbiosis dengan alga Zooxanthellae. Alga inilah memberikan nuansa warna terhadap karang. Jika kita melihatnya pada saat snorkeling atau menyelam, atau bahkan hanya melihatnya di SeaWorld, terdapat banyak macam warna, hijau, pink, biru orange ungu dan masih banyak lagi lainnya. Hewan karang ini berkerabat dengan Ubur-ubur.
Nah kalau ubur-ubur tak berwarna karena tidak adanya simbiosis tersebut. Seperti halnya ubur-ubur, hewan karang juga memiliki zat penyengat. Bahkan beberapa diantaranya berbahaya. Namun perlu dipahami, terumbu karang sangat sensitif terhadap gangguan pencemaran dan aktivitas yang merusak. Diprelukan puluhan bahkan ratusan tahun untuk berkembang dan membentuk koloni yang kompak. Keberadaan terumbu karang ini dimanfaatkan oleh berbagai biota lainnya di laut, salah satunya ikan.
Foto: Hawis Madduppa











hallo….
pak hawis saya tinggal dipesisir kepulauan, dulunya pantai yang sangat indah di tumbuhi dengan beragam macam karang, namun akhir ini karang sudah pada rusak, yang dulunya sangat indah namun sekarang sudah pada hancur,
melalui media ini kami ingin sekali mereboisasi karang-karang yang rusak namun terkendala masalh financial dan skill kita yang sangat minim,
jika bapak tidak berkeberatan kranya bisa memberikan info dan jalan untuk reboisasi tersebut
wassalam
fauzi, se
The beautiul coral reefs.kenapa ya, banyak orang yang gak peduli dengan alam…..?padahal tanpa tumbuhan dan hewan-hewan itu,manusia mau makan apa?
ngeri lihat adanya woro-woro global warning. ayo semua manusia kita rame-rame lindungi amanah dari tuhan. lindungi makhluk tuhan yang lain. oke !!!!!
good day sir ” pak saya tinggal di daerah pesisir. di daerah kami masyarakat pada umumnya mengambil karang pada saat air susut dan dijadikan sebagai bahan perhiasan di rumah. pak kira-kira solusinya apa sehingga masyarakat tidak lagi mengambil karang tetapi mampu melindungi dan melestarikan ekosistem ini? thanks sebelumnya atas informasinya.
mang ya kerusakan trumbu karang dpat mrusak sistem d laut dan dpt menghambat perkmbang biakan ikan
mknya kta hrus menjaga trumbu karang agar tidak trcemar oleh limbah