Beranda > Artikel > Mengapa Alamat Email Kita Dicintai Spam?

Mengapa Alamat Email Kita Dicintai Spam?

Kamis, 11 September, 2008 oleh Merry Magdalena

Berapa banyak spam Anda terima setiap hari? Awas lho, ada beberapa huruf yang memang dicintai oleh spam. Jadi kalau Anda menerima spam lebih banyak dari teman-teman Anda, bisa jadi huruf di nama atau alamat email Anda memang magnet bagi spam. Lho, kok bisa ya?

Huruf Rawan

Menurut Dr. Richard Clayton dari University of Cambridge, alamat email yang diawali huruf “A”, “M”, “S”, “R” dan “P,” sebanyak 40% diklasifikasikan sebagai spam atau juga target spam. Sedangkan huruf depan yang tidak popular adalah “Q”, “Z” dan “Y.” Temuan ini berdasar risetnya selama bulan Februari dan Maret tahun ini terhadap 550 juta email di sejumlah provider Internet besar di Inggris.

Nama yang umum juga akan jadi sasaran spam paling mudah. “Para spammer biasanya punya semacam kamus serangan,” jelas Clayton. Jika ada orang yang punya alamat email ann@example.com, maka ia akan mengulangi nama serupa dengan provider email berbeda. Jadi semua orang dengan nama depan sama akan terkena spam juga.

Makin nama kita terpampang di Web, makin besar pula kemungkinan kena spam. Asal tahu saja, huruf U juga mengundang spam hingga 50%. Clayton menduga ini disebabkan banyak alamat email diawali dengan kata “user1″ dan “user2″. Nah, sudah terpikir untuk mengganti alamat email?

Diterjemahkan secara bebas dari Popularscience.com

Foto: wordpress.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(1 suara, nilai: 3⁄5)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Kamis, 11 September, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>