Beranda > Artikel > Fosil Unta Mungil Diduga Spesies Baru

Fosil Unta Mungil Diduga Spesies Baru

Senin, 15 September, 2008 oleh Merry Magdalena

Ilmuwan telah menggali sebuah tulang rahang unta di padang pasir Syria yang diduga adalah spesies mungil yang hidup satu juta tahun silam. Tulang rahang ini ditemukan di dekat desa Kowhm di Palmyra, 150 mil dari Damaskus, demikian menurutĀ  Heba al-Sakhel, kepala Syrian National Museum.

Tahun lalu ilmuwan juga menemukan sejumlah tulang unta raksasa Syria yang berusia 100.000 tahun. Hewan tersebut berukuran antara 10-13 kaki, dua kali lipat unta masa kini. Sedangkan temuan anyar ini akan menjadi petunjuk penting bagi evolusi hewan tersebut.

Spesies Baru?

“Ini adalah temuan penting,” komentarĀ  Jean-Marie Le Tensorer,pimpinan tim ilmuwan Swiss yang ikut dalam ekspedisi tersebut. Ia berpendapat bahwa jika di Timur Tengah ditemukan tulang unta tertua, maka bisa saja ditemukan di bagian dunia lain. Spesies unta yang dijumpai tulang rahangnya ini sangat kecil dan kemungkinan adalah spesies baru. Namun dibutuhkan studi lanjutan untuk memastikannya.

“Unta ini sangat kecil dibanding dengan unta normal. Tapi kita harus menemukan lebih banyak tulang lain sebelum bisa memastikan bahwa ini adalah spesies baru,” ujarnya.

Diterjemahkan secara bebas dari CNN.
Foto:msnbcmedia2.msn.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(1 suara, nilai: 1⁄5)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Senin, 15 September, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>