Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 suara, nilai: 3,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Fosil Unta Mungil Diduga Spesies Baru

Ilmuwan telah menggali sebuah tulang rahang unta di padang pasir Syria yang diduga adalah spesies mungil yang hidup satu juta tahun silam. Tulang rahang ini ditemukan di dekat desa Kowhm di Palmyra, 150 mil dari Damaskus, demikian menurut Heba al-Sakhel, kepala Syrian National Museum.

Tahun lalu ilmuwan juga menemukan sejumlah tulang unta raksasa Syria yang berusia 100.000 tahun. Hewan tersebut berukuran antara 10-13 kaki, dua kali lipat unta masa kini. Sedangkan temuan anyar ini akan menjadi petunjuk penting bagi evolusi hewan tersebut.

Spesies Baru?

“Ini adalah temuan penting,” komentar Jean-Marie Le Tensorer,pimpinan tim ilmuwan Swiss yang ikut dalam ekspedisi tersebut. Ia berpendapat bahwa jika di Timur Tengah ditemukan tulang unta tertua, maka bisa saja ditemukan di bagian dunia lain. Spesies unta yang dijumpai tulang rahangnya ini sangat kecil dan kemungkinan adalah spesies baru. Namun dibutuhkan studi lanjutan untuk memastikannya.

“Unta ini sangat kecil dibanding dengan unta normal. Tapi kita harus menemukan lebih banyak tulang lain sebelum bisa memastikan bahwa ini adalah spesies baru,” ujarnya.

Diterjemahkan secara bebas dari CNN.
Foto:msnbcmedia2.msn.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
blog comments powered by Disqus