Fosil mamot langka belum lama ini digali dari wilayah selatan perancis. Penemuan di region ini mampu membuka tabir evolusi hewan raksasa ini. Selama ini sudah banyak fosil gigi mamot padang rumput ditemukan, namun hanya sedikit tengkorak mamot yang eksis. Jadi temuan ini bisa dikatakan langka.
Palaentologis Frederic Lacombat dan Dick Moll menjelaskan spesimen tulang ini dalam kondisi cukup baik. Diprediksi fosil ini berasal dari mamot padang rumput (Mammuthus trogontherii) setinggi 3,7 mter, hidup sekitar 400.000 tahun silam, yakni pada periode pertengahan pleistosen. Hewan ini berusia sekitar 35 tahun saat meninggal. Spesies mamot padang rumput sangat vital dalam memahami evolusi mamot. Spesies ini mewakili fase transisi antara spesies purba yang sudha diketahui dan mamot berbulu yang ada sesudahnya.
Penting
“Spesimen ini sangat penting sebab kita tidak tahu banyak tentang masa pleistosen pertengahan,” jelas Dick Moll dari Museum of Natural History di Rotterdam, Belanda, kepada BBC News. “Kita tidak bisa memastikan bahwa mamot ini berawal pada masa pleistosen, sebab bisa saja mereka berasal di masa pleistosen akhir,” tambahnya. Maka mereka terpanggil untuk mencari “missing link” dalam evolusi mamot.
Mamot padang rumput yang hidup di savanah ini kemungkinan besar adalah tipe petualang yang hidup dari tumbuhan. Bagaimanapun juga, gigi geraham mamot padang rumput maupun mamot berbulu memperlihatkan bahwa binatang ini mengalami adaptasi untuk memakan rumput. Ilmuwan memprediksi adaptasi tersebut berkaitan dengan perubahan iklim, dimana kondisi menjadi lebih dingin dan kering setelah masa pleistosin. Setelah itu savanah juga menghilang, menjadi padang rumput. Pola makan mamot harus beradaptasi dengan perubahan ini.
Dua Teori
Menurut Lister dan koleganya, mamot selatan ini pernah menyebar di Eurasia namun berkembang menjadi hewan yang beradaptasi dalam kondisi dingin di timur Asia. Saat zaman es melanda bagian bumi utara, mamot padang rumput ini menyebar maju, menggantikan keberadaan pendahulu mereka di Eropa dan Asia. Proses serupa dialami mamot berbulu. Lister berpendapat bahwa spesies ini berkembang dari mamot padang rumput di Siberia dan meluas selama zaman es, menggantikan mamot padang rumput.
Tapi Dick Moll memiliki teori berbeda. Ia berpendapat perubahan evolusioner di garis keturunan mamoy terjadi terlalu cepat jika mengikuti model tersebut. Ia sendiri lebih condong ke teori bahwa Eropa adalah pusat dari evolusi mamot.
Diterjemahkan secara bebas dari BBC News.
Foto: BBC News



