Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 suara, nilai: 3,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Fosil Mamot Bantu Ilmuwan Pecahkan “Missing Link”

Fosil mamot langka belum lama ini digali dari wilayah selatan perancis. Penemuan di region ini mampu membuka tabir evolusi hewan raksasa ini. Selama ini sudah banyak fosil gigi mamot padang rumput ditemukan, namun hanya sedikit tengkorak mamot yang eksis. Jadi temuan ini bisa dikatakan langka.

Palaentologis Frederic Lacombat dan Dick Moll menjelaskan spesimen tulang ini dalam kondisi cukup baik. Diprediksi fosil ini berasal dari mamot padang rumput (Mammuthus trogontherii) setinggi 3,7 mter, hidup sekitar 400.000 tahun silam, yakni pada periode pertengahan pleistosen. Hewan ini berusia sekitar 35 tahun saat meninggal. Spesies mamot padang rumput sangat vital dalam memahami evolusi mamot. Spesies ini mewakili fase transisi antara spesies purba yang sudha diketahui dan mamot berbulu yang ada sesudahnya.

Penting

“Spesimen ini sangat penting sebab kita tidak tahu banyak tentang masa pleistosen pertengahan,” jelas Dick Moll dari Museum of Natural History di Rotterdam, Belanda, kepada BBC News. “Kita tidak bisa memastikan bahwa mamot ini berawal pada masa pleistosen, sebab bisa saja mereka berasal di masa pleistosen akhir,” tambahnya. Maka mereka terpanggil untuk mencari “missing link” dalam evolusi mamot.

Mamot padang rumput yang hidup di savanah ini kemungkinan besar adalah tipe petualang yang hidup dari tumbuhan. Bagaimanapun juga, gigi geraham mamot padang rumput maupun mamot berbulu memperlihatkan bahwa binatang ini mengalami adaptasi untuk memakan rumput. Ilmuwan memprediksi adaptasi tersebut berkaitan dengan perubahan iklim, dimana kondisi menjadi lebih dingin dan kering setelah masa pleistosin. Setelah itu savanah juga menghilang, menjadi padang rumput. Pola makan mamot harus beradaptasi dengan perubahan ini.

Dua Teori

Menurut Lister dan koleganya, mamot selatan ini pernah menyebar di Eurasia namun berkembang menjadi hewan yang beradaptasi dalam kondisi dingin di timur Asia. Saat zaman es melanda bagian bumi utara, mamot padang rumput ini menyebar maju, menggantikan keberadaan pendahulu mereka di Eropa dan Asia. Proses serupa dialami mamot berbulu. Lister berpendapat bahwa spesies ini berkembang dari mamot padang rumput di Siberia dan meluas selama zaman es, menggantikan mamot padang rumput.

Tapi Dick Moll memiliki teori berbeda. Ia berpendapat perubahan evolusioner di garis keturunan mamoy terjadi terlalu cepat jika mengikuti model tersebut. Ia sendiri lebih condong ke teori bahwa Eropa adalah pusat dari evolusi mamot.

Diterjemahkan secara bebas dari BBC News.
Foto: BBC News

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • apri
    anda kan tahu bahwa teori evolusi itu kebohongan terbesar dan kebodohan terbesar sepanjang sejarah manusia? atau anda belum tahu?
    artikel apa ini?
    jangan membodohi diri sendiri dan orang lain
  • info yang bagus,.
    thanks

    PALEONTOLOGI
  • Dyah Hayyu Saraswati
    Aku suka BBC. Karena pengetahuannya sangat luar biasa.
blog comments powered by Disqus