Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Pemandu Sorak, Olah Raga Paling Berbahaya bagi Remaja Putri

Menjadi pemandu sorak alias cheerleader kerap jadi incaran siswi sekolah. Selain dianggap olahraga bergengsi, aktivitas ini juga mendongkrak popularitas. Padahal olah tubuh ini tergolong jauh lebih berbahaya dibanding olahraga lain. Setidaknya demikian dari hasil statistik kasus kecelakaan yang dicatat National Center for Catastrophic Sports Injury Research.

Olahraga ini terbukti mendominasi sebesar 65,1% dari seluruh jumlah kecelakaan yang terjadi saat siswi berolahraga di sekolah selama 25 tahun belakangan ini. Para periset mengatakan, jumlah sesungguhnya bisa jadi lebih tinggi dari itu sebab banyak kasus yang tidak dilaporkan. Bukan sekedar persendian kaki yang terkilir saja, tapi juga sejumlah kasus fatal, cacat, dan luka serius. Jumlah kecelakaan ini terus meningkat sejak tahun 1982.

Gerakan Sulit

“Faktor utama peningkatan jumlah kecelakaan adalah perubahan aktivitas pemandu sorak, dimana kini juga melibatkan gerakan senam yang berani,” komentar Dr. Frederick O. Mueller, pimpinan peneliti bidang sains dan olahraga di University of North Carolina. “Jika aktivitas ini tidak diajarkan oleh pelatih yang kompeten namun tetap menambah gerakan sulit, maka kecelakaan bisa terus bertambah.”

Makin muda usia cheerleader, makin besar pula risiko terkena kecelakaan. Siswi usia 5-18 tahun mengalami peningkatan kasus kecelakaan. Di AS saja, meningkat dari 10.900 kasus di tahun 1990 menjadi 22.900 kasus di tahun 2002, demikian berdasar data jurnal Pediatrics tahun 2006.

Diterjemahkan secara bebas dari: Livescience.com
Foto:assets.cardiffstudents.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.