Menikah atau melajang adalah pilihan. Studi mengatakan bahwa kini gap kebahagiaan antara yang menikah atau melajang makin sempit saja. Memang mereka yang menikah masih lebih bahagia daripada yang lajang. Namun bedanya kian sedikit. Apakah ini berarti para lajang juga kelak akan sebahagia yang menikah? Para lajang saat ini terbukti lebih sehat dan bahagia daripada lajang tiga dasawarsa silam, begitu menurut studi anyar.
“Satu dari fakta yang sering didokumentasikan adalah bahwa orang menikah lebih sehat dari yang tidak. Itu masih tetap berlaku. Hanya jurang perbedaannya makin lama makin sempit,” ujar Hui Liu, asisten profesor dan pakar sosiologi di Michigan State University.
Teori
Temuan ini dipublikasikan di edisi September mendatang Journal of Health and Social Behavior.
Ada dua teori yang mengatakan mengapa orang menikah lebih sehat dari yang lajarng. Pertama, menikah membuat kita lebih banyak akses ke dukungan sosial dan sumber ekonomi. Lainnya, lajang yang diakibatkan kematian atau cerai akan alami sakit hati.
“Secara umum, pernikahan cenderung membuat orang lebih sehat,bahagia dan kaya, terutama untuk kaum lelaki,” komentar
Scott Wetzler, wakil ketua bidang ilmu psikis dan perilaku di Montefiore Medical Center, New York.
Namun karena kecenderungan menikah telah alami perubahan dramatis dalam beberapa dasawarsa terakhir, maka makin banyak orang melajang hingga usia tua.
Peningkatan
Untuk menganalisa tren ini, Liu dan koleganya Debra Umberson, mempelajari ulang lebih dari satu juta data pernikahan selama 32 tahun terakhir. Data tersebut terdiri atas mereka yang berusia 25-80 tahun. Ditemukan bahwa status kesehatan mereka yang lajang terus mengalami peningkatan. Tapi status kesehatan perempuan yang menikah juga meningkat. Jadi antara mereka yang lajang dan tidak menikah sama-sama alami perbaikan status kesehatan.
“Alasan utamanya bisa jadi karena para lajang kelamaan juga mendapat dukunngan sosial lebih baik di masa kini daripada masa lalu,” jelas Liu.
Nah, jadi apakah Anda mau menikah atau tidak?
Diterjemahkan secara bebas dari Livescience
Foto:magicmud.com


