Delapan Perempuan Indonesia Finalis Women in Science
Delapan perempuan Indonesia mengukuhkan diri sebagai finalis L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science. Pada12 Agustus lalu Dewan Juri telah menyeleksikan 8 finalis: 5 untuk bidang Life Sciences, 3 untuk bidang Material Sciences yang memenuhi kriteria dan berasal dari pulau Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara Barat hingga Papua.
Mereka adalah:
| Kategori Life Sciences | ||
| Asmi Citra Malina, S.Pi, M.Agr, Ph.D | Fakultas Ilmu Kelautan & Perikanan,
Universitas Hasanuddin - Makassar |
Analisis Penggunaan CpG DNA Dalam Meningkatkan Sistem Imun Ikan Kerapu Macan |
| Aroem Naroeni, S.Si, DEA, Ph.D | Institute of Human Virology & Cancer Biology ( IHVCB) Universitas Indonesia | Pengembangan Vaksin Human Papilloma Virus dengan Menggunakan Sistem Ekspresi Baculovirus |
| Atik Retnowati, S.P., M.Sc | Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong | Taxonomic Study of The Genus Marasmiellus in Java & Bali Based on Morphological Molecular Data |
| Ritmaleni, S.Si, Ph.D | Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada - Yogyakarta | Senyawa-senyawa Aktif dalam Tanaman Mahkota Dewa dan Analognya sebagai Kandidat Obat Anti Kanker Modern |
| Erynola Moniharapon, S.Pi, M.Si, M.Sc, Ph.D | Fakultas Pertanian Universitas Pattimura - Ambon | Potensi Ekstra Biji Atung sebagai Pengendali Penyakit Pasca Panen Pada Buah Tomat |
| Kategori Material Sciences | ||
| Dr. Camellia Panatarani, M.Si | Fakultas MIPA Universitas Padjajaran - Bandung | Sintesis Halophosphor dengan Metode Larutan Sederhana |
| Rianti Dewi Wulansari Sulamet - Aribimo | Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti | Pembuatan Austempered Ductile Iron (ADI) Dinding Tipis |
| Dyah Purwaningsih, M.si | Fakultas MIPA
Universitas Negeri Yogyakarta |
Pemanfaatan Abu Sekam Padi Untuk Sintesis Hibrida Silika Ammonium Kuartener sebagai Penukar Ion Logam Berat |
“Para peserta untuk program L’Oreal dari tahun ke tahun kian beragam dan meningkat, mulai dari jenis penelitian mereka hingga daerah asal. Proyek penelitian yang diusulkan tahun ini meliputi taksonomi (termasuk taksonomi maju berbasis pada pendekatan genetika molekular), genetika murni, metabolisme, pencarian marka molekular (molecular marker) dan aplikasinya pada pengembangan padi tahan kekeringan. Pencarian penanda molekular juga dilakukan untuk keperluan pengembangan metoda deteksi dini fibrosis hati. Potensi implikasi kepada masyarakat jika penelitian mereka berhasil pasti sangat besar karena ilmu pengetahuan diyakini akan menjadi solusi bagi banyak permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia,” ujar Prof Dr. Endang Sukara selaku Deputi Bidang Ilmu Hayati, LIPI sekaligus Ketua Dewan Juri Nasional untuk Life Sciences dalam program L’Oreal Indonesia Fellowships For Women in Science.
Kriteria
Kriteria evaluasi proposal penelitian yang paling berpotensi untuk diberikan penghargaan dari program ini terdiri dari beberapa aspek yakni: orisinalitas, dampak terhadap sains dan teknologi serta kontribusi penelitian terhadap perkembangan nasional, penulisan dan tata bahasa, metode pendekatan dan problem statement, track record termasuk jumlah publikasi yang telah dipublikasikannya.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D, Presiden Olimpiade Fisika Asia dan Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Juri Nasional untuk Material Sciences dalam program L’Oreal Indonesia Fellowships For Women in Science menyampaikan, “Seperti tahun sebelumnya, proposal-proposal penelitian tahun ini cukup bervariasi, meliputi pengembangan nanomaterials berbasis sumber daya alam lokal, pemanfaatan limbah pertanian, sampai kepada riset aplikasi yang potensial untuk didayagunakan oleh industri baja nasional. Diversitas topik riset dan partisipasi yang luas dari berbagai lembaga penelitian dan universitas menunjukkan semakin berkembangnya riset material di Indonesia. Hal ini tidak hanya akan membawa manfaat bagi perkembangan iptek material itu sendiri tetapi juga membawa dampak strategis dalam upaya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan teknologi dari industri-industri terkait dan dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam lokal”.
Penghargaan program nasional L’Oreal Indonesia Fellowships For Women in Science tingkat nasional ini akan diberikan kepada 3 peneliti perempuan Indonesia yang akan mendapatkan dana penelitian senilai Rp 60 juta masing-masing guna mendukung karir mereka di bidang sains, yang akan diumumkan pada acara malam penganugerahan hari Kamis, 28 Agustus 2008 di Gedung BPPT, Jakarta.
foto: unesco-nairobi.org














Hebat!!
ayo, Maju terus perempuan Indonesia!
Tinggikan bangsa ini dengan ilmu pengetahuan..
**kapan ya saya bisa menjadi seperti mereka..**
secepatnya, indonesia butuh cepat bangkit
kamu pasti bisa