Lelaki Lebih ‘Awas’ Dibanding Perempuan
Hasil riset terkini dari Medical Research Council (MRC) UK menunjukkan bahwa pria dan wanita memiliki cara yang berbeda dalam ‘mengingat’. Dalam studi tingkah laku hewan (animal behavioural study), tikus jantan mampu menghindari situasi yang berbahaya lebi baik daripada tikus betina, namun tidak ditemukan perbedaan dalam tingkat ‘intelektualitas’. Yang menarik, tikus jantan dan betina menggunakan ‘mekanisme’ yang berbeda dalam memproses memori.
Riset ini terlihat sederhana tetapi sangat bermanfaat. Prof. Peter Giese, ketua proyek ini mengatakan, “Riset kami kini berhasil membuktikan dengan jelas bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita pada tingkat molekuler – dalam memproses memori”. Prof. Giese yang bekerja di Institute of Psychiatry, King’s College London, dengan terbuka mempublikasikan risetnya lewat MRC podcast.
Beliau menemukan bahwa protein yang disebut CaMKK memiliki aktivitas enzimatik yang tidak normal dalam berbagai kelainan ataupun penyakit otak. Pada otak normal, CaMKK akan mengontrol dan menyeleksi memori apa saja yang akan disimpan dan cara penyimpanannya. Jumlah CaMKK wanita lebih rendah dibanding pria. Dengan demikian, mempelajari CaMKK akan sangat membantu dalam mencari cara menyembuhkan Alzheimer, Schizophrenia, dan berbagai keterbatasan dalam fungsi otak yang berkaitan dengan memori seperti Down Syndrome juga menjawab mengapa wanita jauh lebih mudah pikun dibanding pria.
Referensi:
Mizuno et al. (2007). Calcium/calmodulin kinase kinases β has a male-specific role in memory formation. Neuroscience, 145, 393.
Antunes-Martins et al. (2007). Sex-dependent up-regulation of two splicing factors, Psf and Srp20, during hippocampal memory formation. Learn. Mem. 14, 693.
Mizuno et al. (2006). Ca2+/calmodulin kinase kinase α is dispensable for brain development but is required for distinct memories in male, though not in female, mice. Mol. Cell. Biol. 26, 9094.
Foto: dancesalad.org











Beri Komentar