Beranda > Artikel > Lelaki Lebih ‘Awas’ Dibanding Perempuan

Lelaki Lebih ‘Awas’ Dibanding Perempuan

Kamis, 31 Juli, 2008 oleh Hosea Handoyo

Hasil riset terkini dari Medical Research Council (MRC) UK menunjukkan bahwa pria dan wanita memiliki cara yang berbeda dalam ‘mengingat’. Dalam studi tingkah laku hewan (animal behavioural study), tikus jantan mampu menghindari situasi yang berbahaya lebi baik daripada tikus betina, namun tidak ditemukan perbedaan dalam tingkat ‘intelektualitas’. Yang menarik, tikus jantan dan betina menggunakan ‘mekanisme’ yang berbeda dalam memproses memori.

Riset ini terlihat sederhana tetapi sangat bermanfaat. Prof. Peter Giese, ketua proyek ini mengatakan, “Riset kami kini berhasil membuktikan dengan jelas bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita pada tingkat molekuler – dalam memproses memori”. Prof. Giese yang bekerja di Institute of Psychiatry, King’s College London, dengan terbuka mempublikasikan risetnya lewat MRC podcast.

Beliau menemukan bahwa protein yang disebut CaMKK memiliki aktivitas enzimatik yang tidak normal dalam berbagai kelainan ataupun penyakit otak. Pada otak normal, CaMKK akan mengontrol dan menyeleksi memori apa saja yang akan disimpan dan cara penyimpanannya. Jumlah CaMKK wanita lebih rendah dibanding pria. Dengan demikian, mempelajari CaMKK akan sangat membantu dalam mencari cara menyembuhkan Alzheimer, Schizophrenia, dan berbagai keterbatasan dalam fungsi otak yang berkaitan dengan memori seperti Down Syndrome juga menjawab mengapa wanita jauh lebih mudah pikun dibanding pria.

Referensi:

Mizuno et al. (2007). Calcium/calmodulin kinase kinases β has a male-specific role in memory formation. Neuroscience, 145, 393.

Antunes-Martins et al. (2007). Sex-dependent up-regulation of two splicing factors, Psf and Srp20, during hippocampal memory formation. Learn. Mem. 14, 693.

Mizuno et al. (2006). Ca2+/calmodulin kinase kinase α is dispensable for brain development but is required for distinct memories in male, though not in female, mice. Mol. Cell. Biol. 26, 9094.

Foto: dancesalad.org

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Penulis: Hosea Handoyo
Tanggal: Kamis, 31 Juli, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Hosea Saputro Handoyo (1985) earned his Bachelor of Life Sciences (Hons.) at HAN University of Profesional Education. Currently, he is pre-PhD program at The Sir James Black Centre, Medical Research Council - Protein Phosphorylation Unit, University of Dundee, Scotland, UK. In this lab, he is supervised by Sir Philip Cohen Besides his study/internship, he is active in many organizations related to science and social studies internationally. With big interest in biotechnology, education, and society, he aims to integrate science in society: empowering public awareness to sciences state-of-the-art and enabling scientists to engage with sociaetal aspects. As a scientist, he feels that public needs more scientific education and leaving the superstitious beliefs behind. A case that he observes in Indonesia for example, there people believe that mentally-handicapped children believed to be possessed by demons. However, as a normal citizen, he also feels that many scientists just sit behind their bench and do their experiments in the lab without informing the public. Through effective education and strategic communication, he has faith that this dillemma can be overcome. In spare time, he likes to read books, write articles, listen to music, art, theater, walk on the park, have adrink and philosophical discussion.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>