Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 suara, nilai: 2,73 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Pria Gay Lebih Mudah Terstimulasi Foto Seksual

Tiga dekade riset terhadap stimulasi seksual pria telah menunjukkan pola orientasi seksual yang jelas. Pria gay lebih mudah terstimulasi secara seksual terhadap foto pria dan pria heteroseksual terhadap foto perempuan. Dengan kata lain, pola stimulasi seksual pria seakan sudah jelas.

Namun penemuan dari riset Northwestern University telah memperluas riset terbatas pada seksualitas perempuan dengan adanya penemuan berbeda terkait dengan stimulasi seksual perempuan. Sangat berbeda dengan pria, baik perempuan lesbian dan heteroseksual cenderung terstimulasi secara seksual oleh stimulasi erotik pria dan perempuan, oleh karena itu memiliki pola stimulasi biseksual. “Temuan ini mewakili perbedaan mendasar antara otak pria dan perempuan, dan memiliki implikasi penting untuk memahami perbedaan pengembangan orientasi seksual antara pria dan perempuan”, demikian kata J. Michael Bailey, Profesor Psikologi pada Northwestern dan peneliti senior pada riset “ Perbedaan seks pada spesifisitas stimulasi seksual.” Riset ini telah diterbitkan pada journal of Psychological Science. Fokus utama Riset Bailey adalah genetika dan pengaruh lingkungan pada orientasi seksual, dan dia adalah salah satu peneliti kunci pada riset yang sering diacu mengenai adanya pengaruh genetika pada homoseksualitas pria.

Orientasi Seksual

Seperti pada banyak kajian mengenai seksualitas, riset terhadap pola stimulasi seksual perempuan jauh tertinggal dibanding pada pria, namun riset mutakhir pada subjek tersebut telah memberi petunjuk, bahwa dibandingkan dengan pria, pola stimulasi seksual perempuan ternyata tidak terlalu berhubungan dengan orientasi seksual mereka. Riset dari Northwestern membuktikan bahwa hal ini benar. Peneliti Northwestern mengukur stimulasi seksual secara psikologis dan fisiologis/faal pada pria dan perempuan homoseksual dan heteroseksual, selama mereka menonton film erotik. Ada tiga tipe film erotik: Melibatkan hanya pria, Melibatkan hanya perempuan, dan melibatkan kedua jenis kelamin. Sama dengan riset sebelumnya, peneliti menemukan bahwa respon pria konsisten dengan orientasi seksual. Sebagai kontras, baik perempuan homoseksual dan heteroseksual menunjukkan pola biseksual secara psikologis dan juga secara stimulasi genital. Faktanya, perempuan heteroseksual mengalami stimulasi seksual dengan menonton stimulasi erotik perempuan, sama halnya dengan menonton stimulasi erotik pria, walaupun mereka lebih suka berhubungan seks dengan pria daripada dengan perempuan.

“Faktanya, mayoritas mutlak perempuan pada masyarakat barat kontemporer hanya berhubungan seks secara eksklusif dengan pria.” kata Meredith Chivers, Kandidat doktor Psikologi klinis pada Northwestern University, Intern psikologi pada Centre for Addiction and Mental Health dan pengarang pertama pada riset. “ Namun saya sudah lama mencurigai bahwa seksualitas perempuan sangat berbeda dengan pria, dan riset ini menunjukkan bahwa memang secara saintifik demikian.” Menurut Chivers, Hasil riset ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan cenderung memiliki fleksibilitas lebih tinggi daripada pria dia area lain diluar orientasi seksual. “Jika dikumpulkan bersama, hasil ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan berbeda dengan pria, dan diperlukannya model pengembangan dan organisasi dari seksualitas perempuan secara independen dari model seksualitas pria.” Demikian kata dia.

Alasan Berbeda

Riset ini melibatkan empat pengarang, termasuk Bailey dan tiga mahasiswa pasca sarjana di departemen psikologi Northwester, Chivers, Gerulf Rieger dan Elizabeth Latty. “ Sebagian besar perempuan seperti bisa mengalami stimulasi seksual dari kedua jenis keamin. Mengapa mereka memilih satu dari yang lain?”. Tanya Bailey. “Mungkin karena alasan lain dari stimulasi seksual.” Sejak awal 1960an pria homoseksual dan heteroseksual menunjukkan respon secara spesifik terhadap stimulasi seksual dari pria dan perempuan. Film yang meprovokasi respons seksual terbesar, dan film dari pria berhubungan seksual dengan pria, atau perempuan berhubungan seks dengan perempuan memprovokasi perbedaan terbesar antara pria homoseksual dan heteroseksual. Menonton hubungan seks heteroseksual dapat menarik pada pria homoseksual dan heteroseksual, namun dengan alasan berbeda.

Biasanya, pria mengalami stimulasi genital dan psikologis ketika mereka menonton film yang sesuai dengan orientasi seksual mereka, namun tidak demikian jika berbeda orientasi seksual. Pola spesifik pria terhadap stimulasi seksual adalah fakta yang sangat jelas, bahwa stimulasi genital dapat digunakan untuk mengevaluasi preferensi seksual pria. Bahkan pria gay yang menolak homoseksualitas mereka akan lebih terstimulasi secara seksual dengan stimuli pria daripada stimuli perempuan. “ Fakta bahwa pola stimulasi seksual perempuan yang tidak bisa diprediksi dari orientasi seksual menunjukkan bahwa pria dan perempuan memiliki pikiran dan otak yang sangat berbeda.” Demikian kata Bailey.

Diterjemahkan secara bebas dari:

http://www.sciencedaily.com/releases/2003/06/030613075252.htm

Foto: liberalserving.typepad.com

 Tentang Penulis: Arli Aditya Parikesit

Arli Aditya Parikesit Penulis adalah asisten peneliti pada Pusat Kajian Multi Disipliner Bioinformatika, Universitas Leipzig, Jerman. Saat ini menjadi kandidat doktor di institusi yang ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 195 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • abi mengatakan:

    semangat teman-teman dan jangan menyerah keep fight!

  • queta mengatakan:

    gay tidak selalu berarti pilihan,karna aku sama sekali gak memilih untuk jadi gay…
    aku setuju sama hollo yang gak mau ngebela siapa siapapun,karna pada dasarnya kita semua gak pernah sempurna…
    Karna semakin hari kita semakin tua,aku terkadang takut pada waktu,mereka berjalan terlalu cepat,meninggalkan aku pada kesendirian,dan membiarkanku hidup tanpa pernah merasakan apa itu dicintai,i wanna be normal,but i can’t…

  • zaend mengatakan:

    comment about,,penyalah gunaan facebook skarang bgmna???????????
    kira2……..faktor apa yg mndorong para remaja skarng,,m'nyalah gunakan kom.lewat dunia maya tsb????????

  • andhre mengatakan:

    siapa sich yang mau jadi gay? orang kalau disuruh milih pastilah pengen hidup normal,tapi keadaan yng bikin seperti ini,gay juga manusia yang punya perasaan ingin di sayangi dan ingin menyayangi mungkin aja ada beberapa faktor yang bikin orang tersebut bisa di bilang gay,bnisa aja memang sudah bakat dari kecil,faktor lingkungan (teman,keluarga,pekerjaan) itu semua bisa mendukung orng tersebut menjadi gay ataw trauma masa lalu.tapi yng paling mendukung adalah faktor keluarga,jadi keluargalah yng apling berperan membentuk jiwa seseorang akan menjadi apa nantinya kita,jadi janganlah setatus gay itu dipermasalahkan setiap orang punya jalan hidup masing2masing selama tidak merugikan orang lain ga apa2 kan?

  • andhre mengatakan:

    siapa sich yang mau jadi gay? orang kalau disuruh milih pastilah pengen hidup normal,tapi keadaan yng bikin seperti ini,gay juga manusia yang punya perasaan ingin di sayangi dan ingin menyayangi mungkin aja ada beberapa faktor yang bikin orang tersebut bisa di bilang gay,bnisa aja memang sudah bakat dari kecil,faktor lingkungan (teman,keluarga,pekerjaan) itu semua bisa mendukung orng tersebut menjadi gay ataw trauma masa lalu.tapi yng paling mendukung adalah faktor keluarga,jadi keluargalah yng apling berperan membentuk jiwa seseorang akan menjadi apa nantinya kita,jadi janganlah setatus gay itu dipermasalahkan setiap orang punya jalan hidup masing2masing selama tidak merugikan orang lain ga apa2 kan?

  • Aries arazaky mengatakan:

    Intinya
    1.gay itu pasti tidak suka perempuan
    2.Stimulasi ordier sexualnya lebih kuat
    3.Apabila cemburu pasti,cemburunya seperti kesetanan
    4.Lebih suka onani/masturbasi
    5.Tapi taubatlah!!!
    Tuhan maha pengampun.

    • arifin mengatakan:

      setiap manusia itu mempunyai kehidupan masing-masing, tuhan yang menentukan. maka menurut saya arti dari sifat gay/homo itu ya memang dari sananya. mungkin memang tuhan menghendaki seperti itu. karena apa? karena sifat gay rata-rata sudah sejak kecil. buktinya wajah/body pun sudah mirip perempuan. jadi tak usahlah mempermasalahkan mereka. belum tentu kita yang nurmal lebih baik dari mereka. mereka sebenarnya juga tdk mau seperti itu. wallohu a’lam!

      • ari mengatakan:

        betul….Yg normal belum tentu benar…..justru jaman sekarang lelaki gay/banci/homo…malah byk berprestasi disuatu perusahaan…mereka ulet…pantang menyerah…..yg normal..sekali kena musibah…jadi gila….tidak ada gay/homo/banci….yg jd gila….(sepengetahuan saya)…maaf

  • Rico Chaniago mengatakan:

    Kehidupan Gay adalah suatu kehidupan semu yang tak akan abadi walaupun pernah kita mendengar perkawinan antar Gay sudah berlangsung bertahun – tahun dengan pasangan sejenisnya.
    Pada umumnya jika seseorang menjadi Gay, maka dipastikan tidak memiliki hasrat seksual dengan lawan jenisnya.
    Seorang Gay biasanya selalu cenderung untuk berganti – ganti pasangan. Mereka terobsesi semakin sering berganti pasangan, semakin hebat lakon yang dijalaninya sebagai seorang Gay.
    Sebaliknya dengan Pria Homoseksual yang tidak memiliki pasangan, akan memuaskan hasrat seksual dengan onani / masturbasi. Hal ini dapat dilakukan berulang – ulang kali dalam sehari. Dibalik itu dalam kesehariannya, akan mencari pelampiasan seksual dengan memburu tempat keramaian seperti Toilet Mall, Kolam Renang, Diskotik/Pub khusus Gay, Sauna, Fittness dll.
    Umumnya jika mereka telah merasa cocok dengan seseorang Gay, akan mencari tempat penginapan bahkan ada yang disembarang tempat untuk menyalurkan nafsu seksnya. Setelah hasrat seks terpenuhi, jika merasa cocok maka hubungan mereka akan tetap berlanjut, namun apabila tidak maka hubungan mereka akan berakhir saat itu juga atau dikenal dngan sistem Tissue (sekali pakai dibuang).
    Seorang Gay sangat sulit untuk dapat disembuhkan secara Psikologis. Gay yang telah menikah dengan wanita, biasanya akan kembali memiliki hasrat untuk melakukan kehidupan homoseksual. Pernikahan dengan wanita merupakan jalan keluar seorang Gay untuk menghilangkan jati diri sebenarnya, bahkan menjaga status sosial dalam lingkungannya.
    Kehidupan seseorang Gay sangat sulit untuk disembuhkan, namun sifatnya hanya dapat mengurangi. Ketika seorang Gay yang telah menikah dan tidak pernah mengunjungi tempat Rendevouz bagi kalangan Gay, bukan berarti telah sembuh 100 %. Biuasanya hal ini dilakukan karena faktor usia yang sudah bertambah atau takut ketahuan identitasnya dengan seseorang jika berada / kumpul di tempat Gay,

  • faizal prtama mengatakan:

    ,jka disuruh memilih ntara hidup normal ato tidak,,pzti qta milih hdup normal..,nd bsa mencintai wanita.,tpi tuhan brkhendak laen,.qta dijdikan spti ni mungkin tuhan akan menuntun kehidupan qta ke jlan eang lbih baek,.qta jga hruz brusaha untk hidup normal.,disertai dgan doa,.insyaallah tuhan memaafkan qta.,

  • ledi mengatakan:

    Itulah sebabnya mengapa agama itu ada. Mengapa kitab suci diciptakan. Mengapa nabi diturunkan. Gay bukanlah pilihan, meski kadangkala tak begitu menyusahkan. Tapi dengan berpedoman n berpegang teguh pada agama dan iman, disitulah kunci jawabannya.

    Setiap manusia memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan. Namun kekurangan tersebut merupakan cobaan dari-NYA yang jika mampu melewatinya dengan baik akan mendapat kebaikan dan tempat yang sangat mulia. Bukannya malah bersikeras (apalagi menyalahgunakan) bahwa kekurangan itu adalah kesalahan dari-NYA. Seorang saudara yang baik seharusnya membantu dan mendukung saudaranya yang merasa ‘kurang sempurna’ untuk menjadi mans yang lebih baik, baik di dunia n akhirat. Bukannya malah mengkrompromikan atau (membiarkan) mereka terjerumus seorang diri. Mari saling membantu dan mengingatkan, karena dunia selalu indah jika kita selalu ingat pada-NYA. tks

  • Anang Hermansyah mengatakan:

    Gay menikah, tp ada yg bilang : apa nanti malah menyakiti istrinya. Maka sebaiknya wahai smua gay. Pilihan tdk menikah adalah tepat.

  • M. Warsid Hermawan mengatakan:

    setiap orang tau jln nya masing-masing dan bagaimana dia bisa memilah dan milih yang baik dan buruk. maka dari itu bertobatlah sebelum terlamabat karena tuhan maha pengampun atas semua yang di perbuat oleh hambanya

  • zikerio mengatakan:

    gay adalah suatu pilihan
    gay bukan penyakit
    aku pernah dicintai seorang gay.
    aku pertama tak mengira dia gay
    dia perhatian dan baik
    aku anggap kakak
    dari dia aku mengenal dunianya
    para gay punya kesetiaan yang amat sangat
    tapi apakah aku gay bila aku membalas perhatian nya
    sejauh mana sih seseorang dikatakan gay
    apa seperti
    1 tidak suka cewek
    2 penampilannya sensual
    3 suka sama sejenis {kalau suka sejenis menurutku semua cowok punya perasaan pernah suka sejenis ntah itu perasaan suka nya apa}
    kakak aku pernah bilang kalau pria smua gay tapi yang suka ma cewek kadar gen gay nya rendah.dan cowo di bagi tiga golongan
    >homo
    >bisek
    >banci/waria
    4dll
    aku yang pernah merasakan dicintai gay merasa sangat amat nyaman ,tapi rasa nyaman ku ditemani rasa ketakutan selama dia dekat dan dia tidak pernah sampai kejenjang making love {najis}
    aku cuma mau bilang kalau kaumnya nabi luth masih ada.dan kita harus sadar
    bagi cewek carilah laki laki tulen.

  • naya mengatakan:

    bujan nya gay itu tentang kepribadian nya

  • aldi mengatakan:

    smua mnusia ciptaan tuhan mempunyai jalan ksenangan masing2…bgitu pula dengan gay yang mempunyai sifat brbeda dengan cowok normal
    knpa sih bisa jdi hal bgitu bgi pria tersebut
    :
    1. faktor kelurga
    2.ekonomi
    3.lingkungan bebas

    kok sya brani mgatakan faktor dari keluarga yang sangat terpengaruh pria normal bisa brubah menjadi gay

  • Dimaz Ruby mengatakan:

    To : Arli

    Anda tdk mengerti tentang dunia gay.

    Di jakarta ini bnyk sekali kaum gay eksmud.
    Wajah tampan, body atletis muscle, karir bagus, gaya hidup metropolitan, ngopi2 di kafe, dugem, gym, acara private party striptis.

    Bahkan yg sdh memiliki anak dan istri. mrk tetap menyukai laki laki.

    Terakhir pesan sy utk para wanita….
    anda akan sulit mendapatkan pria tampan, krn mrk ( termasuk diri saya ),kalaupun harus berkomitmen/menikah dgn wanita, itu semata mata hanya utk status.

  • dani mengatakan:

    aku butuh tmn

  • zhedane mengatakan:

    gay mungkin bukan pilihan bagi yg merasakan..tapi akan terasa kejam bila ia memaksakan untuk menikahi wanita dg alasan hanya sekedar status..krn hanya menyakiti perasaan si wanita
    sy pernah menikah dg gay..awalnya sy tidak tahu..banyak kebohongan terjadi..hingga semua terbongkar..sakit rasanya karena semua ternyata palsu
    tolong kaum gay
    jangan jadikan pernikahan sebagai status palsu dimata masyarakat..karena banyak perasaan yg dikorbankan bila itu terjadi
    lebih baik jujur dari awal..daripada berdusta tapi akhirnya menyakiti jua

  • Rizky mengatakan:

    Mungkin kalian tdk akan mengerti perasaan seorang gay,yg semestinya pantas utk di hargai,malah dikucilkan,di hina,,ya alloh ampunilah segala dosakoe

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.