Beranda > Resensi Buku > Petualangan Masa Uzur Sherlock Holmes

Petualangan Masa Uzur Sherlock Holmes

Rabu, 30 Juli, 2008 oleh Dewi Retno

Judul: Misteri yang Tak Terpecahkan

Penulis: Mitch Cullin

Sherlock Holmes bagi Mitch Cullin, adalah pria uzur berusia 93 tahun, sudah renta, dan telah ditinggal mati rekan-rekannya termasuk Dr. Watson (John).

Holmes tua tidak lagi tinggal di Baker Street London. Melainkan, pindah ke Sussex Downs – terletak di antara Seaford dan Eastbourne, dengan Cuckmere Haven sebagai desa terdekat- menghabiskan hari-hari dengan beternak lebah, serta percaya keunggulan royal jelly dalam menjaga stamina.

Holmes, dengan daya ingat mulai didera kepikunan, harus mengumpulkan keping-keping memori masa lalu untuk memecahkan misteri yang tiba-tiba saling terkait. Dari pemecahan kasus ayah yang hilang (yang sudah terjadi bertahun-tahun lalu), membuat Holmes teringat kasus lama yang mempengaruhi dirinya untuk mulai beternak lebah, dan juga kematian Roger, putera Mrs. Munro yang berusia 12 tahun. Mrs. Munro adalah pengurus rumah Holmes.

Alur cerita dalam tulisan ini memakai teknik kilas balik. Cerita dimulai dari kepulangan Holmes dari Jepang. Kepergiannya ke Negeri Sakura untuk memenuhi undangan Mr. Umezaki yang mengaku sesama penggemar ternak lebah.

Jangan bayangkan Holmes dalam buku ini memecahkan misteri melalui penelitian kimia, penelusuran mendalam, dan mengingat detil yang terlewat oleh awam. Kerumitan terjadi dalam upaya Holmes mengingat kembali sesuatu yang sudah lama lewat.

Cerita terasa berbelit-belit dan menjenuhkan. Mau tak mau, saya menjadi membandingkan cerita ini dengan Miss Jane Marple tua (tokoh rekaan Agatha Christie) yang mencoba mengembalikan keping memori masa lalu dalam cerita ”Gajah Selalu Ingat” atau ”Nemesis”. Sesama detektif tua dan tak secergas waktu dulu, hanya saja sel abu-abunya sama-sama tergelitik untuk mengingat kasus yang terjadi di masa lalu. Hanya saja, rasanya Holmes terlihat terseok-seok dibanding Mrs. Marple. Atau ini persoalan siapa penulis di belakangnya?

foto: blogspot.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(1 suara, nilai: 1⁄5)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Dewi Retno
Penulis: Dewi Retno
Tanggal: Rabu, 30 Juli, 2008
Tipe Tulisan: Resensi Buku
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Penulis adalah mantan wartawan, kini bergabung di Tim Info Tempo, sebagai penulis iklan dan non berita (suplemen) di Majalah Tempo dan Koran Tempo. Pernah membuat iklan advertorial : Alcatel dan Taman Impian Jaya Ancol (Investor Daily Indonesia), Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat II Bontang, Pemda Klungkung, Bali, Pemda Jembrana, Bali dan Carrefour. Penanggung jawab tulisan pada suplemen Tempo Trend & Style, Edisi V 2007 (Majalah Tempo).

Tulisan Terkait:

Banner

5 Komentar untuk “Petualangan Masa Uzur Sherlock Holmes”

  1. saya adalah penggemar baru sherlock holmes.
    apakah anda memilkiki cerita” lain tentang sherlock??

  2. saya sependapat bahwa holmes yang terseok seok di karenakan penulis di belakangnya. karena holmes rekaan sir arthur jauh lebih keren.

  3. karena holmes yang sudah tua..ceritanya tidak begitu menegangkan…lebih menegangkan ketika holmes masih berada dibaker street…memang ceritanya lebih mendalam dari sir arthur…^^

  4. saya sgt menyukai dia, analisisnya sgt hebat. saya juga ingin belajar beranalisis seperti dia.

  5. sherlock holmes tua menyedihkan nggak?????????????

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>