Pengembangan software itu sains atau seni?
Sampai sekarang perdebatan ini belum selesai. Kalau dilihat dari tempat di mana pelajaran pengembangan software (rekayasa perangkat lunak) berada, dia berada di lingkungan matematik atau sains. Semestinya dia bisa dikatakan sains ya? Kemudian produk software dikembangkan dengan mengacu kepada kaidah rekayasa (engineering).
Tetapi ketika kita meminta pengembang untuk memperlakukan software seperti bangunan (rekayasa juga kan?), misalnya meminta harga yang bisa dipertanggung jawabkan atau skedul yang pasti, pengembang banyak yang mengelak dengan dalih ada banyak faktor seni (art) di dalamnya sehingga harganya susah diprediksi atau waktu yang molor. Ternyata pengembangan software susah dikendalikan secara saklek. Halah. Jadi bagaimana dong? Sains atau Seni sih?
Bagaimana pendapat Anda?
Ilustrasi: Didik Wicaksono



Dua-duanya lah. Tidak mesti dipisahkan. Jadi kata atau nya dihilangkan saja. Selesai deh.
mnrut q sech jg kduanya
kn antra sains n’ seni di pdukan jd satu
sains d prlukn dlm pmbwtan n kcnggihan software tsb,
seni d prlkuan dlm imajinasi tjuan ato fngsi d bwtnya softwRE tsb.
gt…
mksih..,
menurut pendapat aq,Pengembangan software adlh gabungan antara SENI+SAINS.Sains tanpa seni tidak akan mampu menghasilkan sains itu sendiri karena sains membutuhkan suatu KREATIVITAS.seni tanpa sains jg tdk akan menghasilkan seni itu sendiri karena seni jg membutuhkan suatu IPTEK utk membangun KREATIVITAS.Jadi SAINS tidak dpt dipisahkan dari SENI,Begitu jg sebaliknya.