Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Monyet Kipunji, Baru Dijumpa, Langsung Nyaris Musnah

Baru saja dijumpa tiga tahun lalu, tapi kini sudah nyaris punah. Itulah nasib monyet kipunji (Rungwecebus kipunji). Spesies yang endemik Tanzania ini dinyatakan akan segera punah oleh Wildlife Conservation Society (WCS). Pertama ditemukan tahun 2005 di pegunungan Udzungwa dan dataran tinggi selatan Tanzania.

Setahun kemudian diketahui dari analisa genetika bahwa spesies ini mewakili semua gebus baru primata pertama sejak 1923. WCS yang menyensus primata ini menemukan bahwa sisa spesies ini tinggal 1.117 saja di wilayah terisolasi seluas 7 mil persegi. Monyet berwarna coklat keabu-abuan ini memiliki bunyi khas seperti gonggongan.

Tindakan
“Kita harus berbuas semampu kita untuk melindungi spesies yang sangat langka dan masih sedikit dikenali ini,” ujar Tim Davenport, direktus WCS Tanzania seperti yang dikutip LiveSciene. Seperti kebanyakan kepunahan spesies lain di muka bumi, pemicu utamanya adalah illegal logging dan konversi lahan. Ada juga perburuan liar.

WCS sendiri mengusulkan agar kipunji masuk dalam daftar nyaris punah secara kritis dalam World Conservation Union (IUCN), yang artinya spesies ini terancam punah di alam bebas jita tak dilakukan aksi penyelamatan segera.

Wah, makin banyak saja spesies mahluk hidup yang punah dari waktu ke waktu. Apakah artinya manusia juga akan punah, sama sepeti spesies itu?

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.
Foto:www.wcs.org

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 4 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Githa manurung mengatakan:

    wah bener banget tu…!
    kita harus lebih peduli dengan spesies yang hampir punah.tapi gimana caranya? kita sebagai masyarakat awam yang tidak terjun langsung ke lapangan bagaimana ikut melindungi spesies ini?

    yah kepunahan itu..adalah akibat manusia juga yang suka berburu liar dan konversi lahan makanya pihak berwajib menjaga agar jangan sampai manusia2 tersebut berbuat seenaknya

    klo manusia sih bisa aja punah karena bencana alam dan akibat kematian lainnya..
    tapi kan tetep aja bisa dibikin lagi.hehehehehe…
    kita berdoa aja untuk negri kta ini apalagi sebentar lagi kita akan merayakan kemerdekaan wah monyet dan hewan lainnya juga harus merdeka dong dari kepunahan.Cahyo!!

  • nana imutzzzzz.... mengatakan:

    sekarang mari kita bersama-sama saling melindungi para binatang yang sudah mulai punah dan itu tidak hanya pada hewan monyet pada bimnatan-binatang lainnya.untuk mencapai hasil yang baik sangat diharapkan kerjasama dan uluran tangan dari warga masyarakat semua.saya rasa cukup sampai saya semoga menjadi bahan perhatian.

  • desta mengatakan:

    yang pertama yang harus diberantas ya para illegal loggingnya..,,

  • lovdealova mengatakan:

    waaah.. sayang donk kalau tu monyet ampe punah.. gimana anak cucu kita besok. kalau gak cepet2 di jaga, bisa2 lain spesies ikut punah. nanti, anak turun kita yg ke7, yang ada cuma spesies, semut dan tinggi yang tetep abadi, krna selalu ada di kasur yg gak pernah di jemur.. he..he…

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.