Beranda > Artikel > Keberhasilan dalam Kesederhanaan

Keberhasilan dalam Kesederhanaan

Jumat, 18 April, 2008 oleh Romi Satria Wahono

Keberhasilan dan kesuksesan seseorang kadang belum tentu karena penguasaan teknologi tinggi, lulusan universitas terkemuka, kemenarikan user interface (baca: tampan atau cantik), kewibawaan, kejeniusan, kepandaian, atau karena atribut-atribut hebat dan keren yang lain. Banyak jalan untuk sukses, saking banyaknya jalan, membuat “teknik menjadi sukses” menjadi sulit untuk dibuatkan formulanya. Kita tentu tidak bisa menduga bahwa apa yang dilakukan oleh seorang mahasiswa bernama Jerry Yang dengan mengumpulkan link-link situs, membuat kategori dan fitur pencarian akan menjadikannya situs portal dan search engine terkemuka di dunia (Yahoo.Com). Itu adalah sekelumit diskusi di Kuliah Umum Universitas Widyatama Bandung, dimana saya diminta menjadi pembicara untuk tema “Trend SDM dan Jalur Karir IT”. Thanks om Alex yang sudah nemenin saya mengarungi tol cipularang.

Iwan Fals telah menjadi legenda dalam permusikan Indonesia. Padahal seperti pengakuan mas Iwan di awal-awal karirnya, dia hanya bisa mainin 3 chord gitar. Lagunya juga sederhana-sederhana, kekuatan dan keunikannya justru adalah di lirik. Justru dengan kesederhanaan penggunaan chord gitar, saya yang waktu itu masih SMP bisa dengan mudah menyanyikan lagu-lagu “Sarjana Muda”, “Aku Antarkan”, “Buku ini Aku Pinjam” milik Iwan Fals dengan gitar murah yang dibelikan orang tua saya. Demikian juga dengan anak-anak yang biasa berkumpul di post ronda di kampung, yang belajar gitar asal-asalan, tetap bisa dengan merdu menyanyikan lagu-lagu mas Iwan. Dan akhirnya lagu-lagu sederhana mas Iwan menggema di seantero republik, terkenal dan melegenda. Mirip dengan mas Iwan, Kangen Band sering dicibir orang karena musiknya low quality, dalam lagunya “Antara Aku, Engkau dan Dia” hanya bermodal 3-4 chord gitar. Tapi kenyataan membuktikan bahwa penjualan lagu tersebut mencapai lebih dari 400 ribu keping (meraih dua platinum). Dengan kesederhanaan (atau bahkan kekurangan) yang kita miliki kita tetap bisa berkreasi untuk menuju suatu keberhasilan.

Tukul Arwana menjadi satu ikon baru dalam dunia talkshow di Indonesia. Mas Tukul mendobrak atribut host talkshow yang biasanya cerdas, pintar, keren dan berwibawa. Padahal Mas Tukul sendiri adalah wong ndeso dengan logat bahasa Indonesia medok ala Perbalan Semarang dan ditambah dengan bahasa Inggris yang belepotan. Tukul Arwana adalah trend setter baru, kalimat sederhana seperti “kembali ke laptop”, “puas kamu puas” atau olok-olok ala semarang seperti “kutu kupret”, “katrok”, “asem ik”, dsb menyebar secara nasional. Mas Tukul berhasil menjadikan kesederhanaan dan kekurangannya menjadi kapital untuk meraih sukses.

Google.Com termasuk “perusak mitos” web design dunia. Penampilannya yang terlalu sederhana, tentu akan sulit memenangkan kontes web design di level dunia atau bahkan di level Indonesia Tapi sebenarnya secara teori software engineering, Google.Com adalah contoh terbaik bagaimana sebuah sistem dan software dikembangkan. Kalau tujuannya adalah membuat mesin pencari alias sistem yang menjadi solusi untuk pencarian informasi, kenapa top page harus menampilkan yang lain selain kolom untuk pencarian? Google.Com membuktikan keberhasilannya dengan meraup 60-70% market share mesin pencari.

IlmuKomputer.Com dulu sering diejek orang karena terlalu sederhana dalam teknologi web, hanya menggunakan statik html, tanpa desain yang menarik dan bahkan tanpa CMS. Saya bukan desainer yang baik, dan saya memang ingin fokus memberi solusi di permasalahan yang ada (sebagai referensi bisa baca tulisan saya tentang membangun komunitas maya). Setelah 4 tahun menggunakan statik html, di awal tahun 2007 IlmuKomputer.Com saya ubah menggunakan dynamic html dengan CMS yang sederhana yaitu Wordpress. Sederhana karena ukuran kecil, business process tidak rumit dan saya tidak repot kalau ada security hole karena saya cukup update dengan versi terbaru CMS dari Wordpress.Org. Dengan kenyamanan itu saya bisa konsentrasi ke konten dan solusi yang ingin saya tawarkan. Saya yakin IlmuKomputer.Com belum sukses, tapi jumlah visitor dan daily hits yang tinggi membuktikan bahwa penggunanya banyak (dan semakin banyak).

Kegigihan dan kejelian kita mengubah suatu kesederhanaan dan bahkan kelemahan atau kekurangan, menjadi sebuah kekuatan adalah kunci keberhasilan. Jangan minder, jangan rendah diri dan jangan hiraukan ejekan orang lain hanya karena kita sekolah di universitas yang tidak terkemuka ataupun di universitas kecil yang ada di kota kecil Toh Linus Torvald yang bukan lulusan Standford University atau MIT berhasil membuktikan bahwa LINUX dapat menjadi sistem operasi handal dan terkenal, bahkan mengalahkan kampiun sistem operasi dunia Prof. Andrew S. Tannenbaum yang sebelumnya membuat MINIX.

Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist.

Selamat berdjoeang untuk adik-adikku mahasiswa dimanapun berada !

11 Komentar untuk “Keberhasilan dalam Kesederhanaan”

  1. Sepakat pakt,saya sangat setuju dengan pendapat bahwa kesuksesan seseorang dari parameter2 yang terlalu baku. Kegigihan dan kerja keras adalah modal utama seseorang untuk menuju kesuksesan,dan terus terang saya ini juga bukan orang yang berintelejensi tinggi. Hanya pas2an begitu pendidikan formal saya juga bukan berasal dari universitas terkemuka,tapi setelah membaca tulisan bapak saya sedikit optimis he he.

  2. saya setuju dengan bapak, sains sekarang kurang diminati oleh anak anak indonesia padahal segala aktivitasnya tak lepas dari sains, itukarena kata bapak sains itu terlalu dianggap serius

  3. maaf , nagk nyambnung yaa, lagi pusing nih !..

  4. Setuju……. hiii

  5. Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak Romi, bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya bagi mereka yang lulus dari sekolah Negeri atau Perguruan Tinggi Negeri yang cukup bonafid saja, walaupun sebagian dari mereka terkadang banyak yang berhasil. Untuk menghadapi persaingan hidup dimasa sekarang yang begitu ketat, saya setuju faktor kreatifitas sangatlah diperlukan. Presiden SBY dalam salah satu sambutannya di pembukaan acara Gelar Batik Nasional mendeklarasikan kekuatan ekonomi sekarang diantaranya adalah kreatifitas berbasis budaya lebih menjanjikan dan masih banyak memberikan peluang yang sangat berharga.
    Sekali lagi terimaksih atas artikel Bpk. Romi yang cukup berharga buat pembaca setia netsains.

  6. yup…setuju sekali pak…., seperti lagu nya slank yang sering dibilang slenge-an juga.
    “sederhana…….sederhana sederha..na…..”
    btw, boleh ngelink tulisan gak??

  7. What an Inspirative papper … Excellent
    Artikel ini kami posting untuk halaman artikel universitas bangka belitung, yaitu di halaman :
    http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php silahkan di cek.

    Wassalam
    Hendra Leonar
    http://www.ubb.ac.id

  8. Betul pak
    Keberhasilan bukan dari perguruan tinggi yang dijalani tetapi dari sikap kita untuk mencapai keberhasilan tersebut

    trim’s soalnya lagi abis putus asa karena ngak dapat masuk perguruan tinggi

  9. terimakasih banyak bang atas semangatnya

  10. Bapak ada betulnya, tapi menurut saya juga ada yang kurang…
    Tetap kedua - dua nya harus bisa di capai, biar semakin mendekati kesempurnaan ( Paripurna maksudnya… ).
    By the way.., hidup kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas!!!

  11. bagus. thanks atas motivasinya, saya setuju

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>