Beranda > Artikel > Ilmuwan Temukan Cara Baru Lindungi Spesies dari Kepunahan

Ilmuwan Temukan Cara Baru Lindungi Spesies dari Kepunahan

Senin, 14 April, 2008 oleh Merry Magdalena

Ilmuwan telah kembangkan sebuah teknik yang mampu mengenali hotspot keragamanhayati. Cara ini mampu mengacu ke strategi-strategi konservasi yang lebih efektif. Mereka menggunakan sistem ini untuk mengidentifikasi habitat vital di Madagaskar yang merupakan rumah dari beragam spesies unik. Lebih dari 80 persen spesies di pulau ini yang tidak dijumpai di belahan bumi lain.
“Madagaskar adalah tempat yang mengagumkan karena sejarah evolusinya,” jelas Claire Kremen, pakar biologi konservasi dari University of California seperti yan dikutip Science. Menurutnya, setelah terpisah dari benua Afrika pada 160-180 juta tahun lalu, flora dan fauna Madagaskar telah mengalami isolasi dari dunia lain. “Sudah mirip dengan laboratorium evolusi sebab semua yang kita jumpai di sana adalah unik,” komentarnya.

Metode Baru

Saat tercatat lebih dari 2300 jenis spesies di suatu wilayah, tentu itmuwan membutuhkan bantuan komputer untuk mendatanya. Peranti lunak Kremen dan kawan-kawan mampu bukan sekadar mendata namun juga menemukan solusi bagi spesies tersebut, juga seberapa luas habitat yang mereka butuhkan. Program itu juga bisa mengenali spesies mana yang paling terancam kepunahan.

Beberapa spesies bisa beradaptasi dengan lingkungan yang didominasi manusia, sehingga tak perlu dikhawatirkan. Tapi sebagian lagi terancam punah akibat kehilangan habitat.
Di masa lalu, ada beberapa cara untuk menentukan area konservasi. Misalnya dengan mengamati habitat yang berbeda atau kelompok taksonoki dan memastikan bahwa kelompok ini ada di dalam jaringan area yang dilindungi. Semua cara itu bukannya buruk, hanya kurang akurat. “Hasil kita memperlihatkan bahwa pembentukan basis konservasi bagi kelompok spesies tunggal seperti kupu-kupu belumlah cukup,” ujar anggota tim, David Lees, dari London’s Natural History Museum.
Kini dengan metode yang ada sangat memungkinkan memetakan jaringan komleks kehidupan di area paling kaya keragamanhayatinya untuk membantu pilihan konservasi dan meningkatkan harapan bertahan hidup.

Diterjemahkan secara bebas dari BBC News Online.

Kredit foto: BBC News Online.

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>