Beranda > Artikel > Tujuan Pengajaran Sains di Laboratorium

Tujuan Pengajaran Sains di Laboratorium

Rabu, 26 Maret, 2008 oleh Bambang Sumintono

Praktek laboratorium untuk siswa niscaya ada tujuannya. Apa saja tujuannya? Mari kita simak artikel pengajaran sains ini.

Salah satu keunikan yang terdapat dalam pelajaran sains dibanding pelajaran lain di sekolah adalah praktek laboratorium. Lalu apa yang dimaksud dengan praktek laboratorium? Secara sederhana ini adalah kegiatan praktek dan eksperimen yang melibatkan guru dan murid serta bahan pembelajaran seperti prosedur percobaan dan pemakaian alat dan bahan, yang biasanya dilakukan di laboratorium sains.

Pengajaran Sains dan Praktek Laboratorium

Seperti sudah diuraikan dalam ruang lingkup sains, tujuan pengajaran sains di sekolah bisa sangat beragam, yaitu: sains sebagai produk, sains sebagai proses, sains-teknologi dan masyarakat ataupun sains untuk pengembangan sikap dan nilai, dan pendekatan ketrampilan personal dan sosial. Secara keseluruhan berbagai kemungkinan tujuan pengajaran sains ini bisa diwujudkan melalui pengajaran sains di laboratorium.

Sains sebagai produk atau sains buku teks adalah pengajaran tubuh pengetahuan sains yang terdapat dalam buku pelajaran sains. Berbagai topik bahasan sains di sekolah biasanya diajarkan dengan beragam konsep dan keterkaitannya, serta hubungan antara berbagai konsep tadi dengan, hukum-hukum alam, penjelasan teoritis, beragam diagram, contoh perhitungan, eksperimen dll. Di Indonesia selama ini apa yang harus diajarkan dan susunan materi pelajarannya sudah ditentukan secara nasional oleh pusat kurikulum di kantor Depdiknas di Jakarta. Pada saat pembuatan isi kurikulum terdapat suatu konsensus diantara perancangnya tentang detail bagian mana yang menjadi topik sains yang harus diajarkan dan pada tingkatan mana hal itu diajarkan. Sehingga pengarang buku teks dan guru sains di negara kita tinggal mengikuti apa yang sudah ditetapkan tersebut.

Eksperimen

Eksperimen dan praktik laboratorium merupakan bagian dari metoda pengajan sains ini. Bekerja di labratorium sains adalah suatu hal yang melibat benda nyata dan juga mengamati perubahan yang dapat diamati. Ketika sains bergerak melampaui dunia pengalaman menuju gereralisasi yang lebih abstrak yang memungkinkan penjelasan dan peramalan, pengalaman secara dekat adalah titik awal untuk generalisasi ilmiah dan pembuatan teori. Sehingga praktik laboratorium dan eksperimen merupakan bagian yang esensial dalam pengajaran sains sebagai produk ini.

Pengajaran sains melalui metoda praktek lab dapat berperan sebagai:

  • untuk memberikan realitas yang lebih nyata dan tiga dimenasi daripada sekedar penjelasan tertulis, persamaan matematik atau diagram seperti yang ada di buku teks

  • untuk memberikan bayangan realitas yang memang butuh penjelasan

  • untuk melatih penggunaan alat-alat laboratorium dan teknik penggunaannya

  • untuk menguji atau mengkonfirmasi perkiraan-perkiraan teori-teori ilmiah. Oleh karena itu pengajaran sains buku teks memerlukan berbagai pendekatan yang beragam dan cocok dalam pemakaian metoda praktek laboratorium, hal ini akan dijelaskan lebih lengkap kemudian.

Suatu hal yang sangat jelas terlihat adalah potensi praktek laboratorium yang bisa dimanfaatkan untuk melatih dan mengembangkan keahlian siswa dalam memacahkan masalah secara ilmiah. Ketika tujuan ini ditetapkan hal yang perlu dilakukan guru untuk memaksimalkannya adalah memberikan kesempatan waktu pada siswa yang lebih banyak supaya mereka bisa berpikir, berdiskusi, membuat perencanaannya sendiri dna untuk berefleksi atas hasil yang didapat.

Dalam hal pengajaran sains-teknologi dan masyarakat, terdapat dua komponen yang terintegrasi: sains itu sendiri dan cara sains tersebut berinteraksi baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat. Hal yang dapat diharapkan dari guru sains adalah sebanyak mungkin menarik perhatian siswa dengan melibatkan apa yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan siswa berada. Cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan percobaan yang ada di lingkungan sekitar dibanding alat dan bahan yang hanya ada di laboratorium.

Melibatkan murid dalam praktek laboratorium juga bisa digunakan untuk pengembangan sikap dan nilai siswa terhadap sains. Tabel di bawah ini merangkum praktrek laboratium pada pengajaran sains dibagi dalam tiga ranah: kognitif, psikomotor dan afektif.

Kredit Foto: http://www.jimhillmedia.com/

Sumber : http://deceng.wordpress.com/

 

Tabel 1. Berbagai Tujuan Praktik Laboratoium

Ranah

Tujuan

Kognitif

meningkatkan perkembangan intelektual

memperkuat pembelajaran konsep-konsep ilmiah

mengembangkan keahlian pemecahan masalah

mengembangkan cara berpikir kreatif

meningkatkan pemahaman sains dan metoda ilmiah

psikomotor

mengembangkan keahlian melakukan investigasi ilmiah

mengembangkan keahlian menganalisis data investigasi

mengembangkan keahlian berkomunikasi

mengembangkan keahlian bekerja sama

Afektif

memperkuat sikap positif terhadap sains

meningkatkan persepsi yang positif terhadap kemampuan siswa untuk memahami dan untuk mempengaruhi lingkungannya

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Bambang Sumintono
Penulis: Bambang Sumintono
Tanggal: Rabu, 26 Maret, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
D3 Kependidikan Kimia IPB, Bogor (1992) S1 Kependidikan Kimia, Universitas Terbuka (1997) S2 School of Education, Flinders University of South Australia Adelaide, Australia (2001): Master of Educational Administration (M.Ed.) Tesis: “Managing secondary school science laboratory activities” S3 School of Educational Studies, Victoria University of Wellington, Wellington, New Zealand (2006): Doctor of Philosophy (Ph.D.) Tesis: “Decentralized centralism: school based management policies and practices at state secondary schools in Mataram, Lombok, Indonesia”

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>