Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 suara, nilai: 3,67 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kopi, Minuman Lezat yang Sempat Terlarang

Ada cerita menarik berkaitan dengan sejarah kopi. Konon, Raja Gustaff II (1594-1632) dari Swedia pernah menjatuhkan hukuman kepada dua orang bersaudara kembar. Mereka dianggap bersalah dalam suatu tindak pidana yang dituduhkan kepada mereka. Untuk menentukan siapa yang bersalah, sang raja membuat aturan unik dan tak lazim.

Salah seorang hanya diizinkan minum kopi selama hidupnya, sedangkan seorang lagi hanya boleh minum teh. Nah, siapa yang lebih dulu meninggal, dialah yang dianggap bersalah. Ternyata, yang meninggal duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun, meski sudah terlambat, dia ditetapkan sebagai yang bersalah. Sejak saat itulah, orang Swedia dan negara-negara di kawasan Skandinavia menjadi begitu maniak dan fanatik terhadap kopi. Mungkin mereka percaya dengan minum kopi, umur mereka bisa lebih panjang.

Mitos dan Sejarah

Kisah Raja Gustaff II dan aturan minum kopinya hanyalah salah satu kisah unik yang mewarnai perjalanan kopi. Di sejumlah tempat dan negara ada banyak legenda dan kisah mengenai kopi, meski kisah-kisah tersebut bercampur aduk antara mitos dan sejarah. Legenda paling masyhur dalam perjalanan kopi adalah kisah Kaldi dan temuan “biji merah ajaibnya”.

Dalam satu kisah disebutkan, sekitar abad ke-3, hiduplah seorang penggembala kambing di Ethiopia bernama Kaldi. Kaldi dikenal sebagai penggembala yang baik dan sangat bertanggung jawab terhadap hewan yang diurusnya. Suatu hari, kambing-kambing tersebut tidak pulang dan Kaldi pun mencarinya. Ketika ditemukan, Kaldi melihat kelakuan aneh diperlihatkan oleh kambing-kambingnya, berloncatan riang gembira, seperti sedang mabuk.

Tentu saja Kaldi heran dan mencari tahu apa gerangan yang menyebabkan kambing-kambing itu “menari-nari”? Kaldi kemudian tertarik oleh sekumpulan biji-biji berwarna merah mengilap yang ada di semak-semak dan dimakan oleh kambing-kambingnya. Dengan rasa ingin tahu, Kaldi pun mencoba memakan biji-biji tersebut. Sungguh ajaib, beberapa saat kemudian sang penggembala kambing itu menari-nari dengan riang, sama seperti kelakuan kambing-kambingnya.

Saat itu lewatlah seorang pria terpelajar asal kota. Pria bernama Aucuba itu merasa mengantuk, lelah, dan lapar. Aucuba kebetulan menyaksikan “aksi gila” Kaldi dan kambing-kambingnya. Saking laparnya, Aucuba pun mencoba makan biji merah yang dimakan Kaldi. Tak berapa lama, Aucuba merasa tubuhnya jadi segar, tenaganya pulih, rasa mengantuknya hilang, dan siap melanjutkan perjalanannya.

Ia pun membawa beberapa biji merah ke kota dan mencampurnya dengan makanan lain. Ia juga menggunakan biji merah itu sebagai bahan pencampur bagi minuman para biarawan agar bisa tetap terjaga selama berdoa. Ia juga menyebarkan biji-biji merah yang ajaib itu ke kota dan biara lain. Aucuba pun jadi orang kaya. Sedangkan, kisah Kaldi dengan kambing-kambingnya tak ada kelanjutannya.

Peran Pedagang Arab

Terlepas dari berbagai legenda, mitos, dan klaim berbagai pihak, sejarah mencatat penanaman komersial kopi pertama kali dilakukan di Arab pada abad ke-15. Untuk jangka waktu yang lama, perdagangan komoditi yang berkelas tersebut dijaga dengan sangat ketat, para petani Arab berusaha dengan berbagai cara untuk menghentikan negara lain memperoleh biji kopi mereka yang berharga. Sejalan dengan waktu, biji kopi serta potongan tanaman tersebar ke daerah Aden, Mesir, Suriah, serta Turki di mana kopi terkenal sebagai “anggur arab” .

Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690 karena tanaman atau biji mentahnya tidak diizinkan keluar kawasan Arab. Kemudian, berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Kopi pun dengan cepat menyebar ke Eropa. Meski masyarakat Italia sudah mengenal kopi sejak abad ke-10, namun pembukaan kedai kopi pertama, Botega Delcafe di Italia, baru terjadi pada tahun 1645. Kedai kopi itu kemudian menjadi pusat pertemuan para cerdik pandai di negeri pizza tersebut. Di Kota London, coffee house pertama dibuka di George Yard di Lombat Sreet dan di Paris, kedai kopi dibuka pada tahun 1671 di Saint Germain Fair.

Pada abad ke-18, misionaris (utusan), para pedagang serta kolonis memperkenalkan kopi pada Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Lingkungan alamnya yang alami terbukti merupakan tempat yang tepat untuk bertanam kopi sehingga kopi dapat tumbuh menyebar dengan cepat.

Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis, sebagian hal ini didasari oleh menurunnya persediaan teh oleh para pedagang Inggris.

Minuman Terlarang

Perjalanan kopi menjadi minuman yang paling digemari penduduk bumi memang tidak mulus. Ada masa-masa di mana kopi menjadi produk yang kehadirannya “diharamkan”. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan ortodoks di majelis keagamaan di Mekah, Arab Saudi. Akan tetapi, karena popularitas minuman ini, larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

Seabad kemudian, tepatnya pada tahun 1656, Wazir Kerajaan Usmaniyah mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, melainkan menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Tetapi, bertahun-tahun kemudian, pelarangan minum kopi di Timur Tengah lambat-laun terkikis sehingga jika seorang suami melarang istrinya minum kopi, si istri tersebut bisa memakai alasan ini untuk meminta cerai.

Di Italia, pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan, minuman kopi itu dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang, melainkan juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Alasannya, kopi adalah “komoditas politik” kaum muslim dalam upaya menggeser popularitas anggur yang sejak lama sudah dikenal dan identik dengan kaum Katolik.

Larangan juga diberlakukan di Rusia, meski lebih bersifat “diskriminatif” dan menjaga wibawa aristokrasi kopi. Karena dianggap bergengsi sebagai minuman, Raja Frederick Agung dari Rusia pada tahun 1777 hanya memperbolehkan kalangan atas atau kelas bangsawan saja untuk menunjukkan kearistokratan kopi.

Kopi di Indonesia

Pada awalnya, kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka. Awalnya, pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu, kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi arabika. Kopi ini tidak terserang hama.

Menurut situs wikipedia, pemerintah Belanda kemudian menanam kopi liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi liberika sedikit lebih besar dari biji kopi arabika dan kopi robusta.

Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh, dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi arabika. Sedangkan, di Jawa Timur (Kayu Mas, Blewan, dan Jampit) umumnya adalah kopi robusta. Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi arabika dan robusta. Kopi robusta tumbuh di daerah rendah, sedangkan kopi arabika tumbuh di daerah tinggi.

Saat ini, kopi merupakan minuman ke-2 yang dikonsumsi di seluruh dunia, setelah air. Finlandia merupakan negara yang konsumsi per kapitanya paling tinggi, dengan rata-rata konsumsi per orang sekitar 1400 cangkir setiap tahunnya!

Kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. FAO memperkirakan, pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun. ***

Kredit foto: www.911water.com/ content/uses/coffee.php

 Tentang Penulis: Dadang Gusyana

Dadang Gusyana * Information Officer, Indonesian Biotechnology Information Centre (Indo BIC) - member of ISAAA SEAsia Centre, 2005 – present. * Production Supervisor PT Strawberindo Lestari a Allseasons Holland b.v. Company, 2004 – present. * Responsibility : * Develop high quality berries family with hydroponics system and fully automatic green house. * Develop continuities production both winter and dry seasons. * Develop post harvest system adoption from Europe. * Develop predator system for pest ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 29 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • atmonadi mengatakan:

    Kopi emang enak kok mas. Efek cafeinnya yang bisa mendenyutkan jantung dan membuat susah tidur mungkin dulu berasa sekali. Tapi sekarang kayanya sudah beda setelah kopi menjadi komoditas yang paling moi….hidup kopi

  • c0ff33HoLiX mengatakan:

    Sedikit tambahan. Pada abad ke 17 kopi dianggap minuman setan oleh gereja karena dianggap buatan kaum muslim dan melarang umat kristiani untuk meminumnya. Larangan ini dicabut setelah paus Clement VIII mencoba sendiri meminum kopi dan karena terasa enak kemudian membaptisnya sebagai minuman umat kristiani :D

    (sumber: “Coffee Lover’s Bible” by Jill Yates)

  • Joko mengatakan:

    I love this blog, Mas jangan bosan untuk menulis

    Bookmark

  • Tyo mengatakan:

    Maaf, tapi apa yah yang bikin Arab dulu melarang bahkan sampai mengharamkan kopi? Saya gak begitu ngerti…

    Bagus nih blog ini!!! :)

  • sandi mengatakan:

    kopi????

    karesep abdi eta magh,,,!!!!

    jadi kopi tegh banyak pisan nya kagunaanna!!!

    nembe apal abdi tegh???

    ai kopi tegh kan penghilang kantuk???
    kunaon sababna sich???
    aya naonnan dina kopina tegh????

    punten pang wartosankeun abdi nya???
    perlu pisan kange bahan pembelajaran disakola!!!!

    di antos waelarannana

  • Coff33holiX mengatakan:

    Kayaknya itu karena minum kopi dianggap bertentangan dengan ajaran islam oleh ulama-ulama mekah pada saat itu deh. Gw barusan ngecek di wikipedia, cerita ttg larangan kopi di arab itu diambil dari buku yg berjudul “Folk-lore of the Holy Land, Moslem, Christian and Jewish” karangan J.E.Hanauer[1907]. Lumayan tua juga tuh buku. :)

    Artikel ttg kopi dari buku itu bisa ditemukan di situs ini:
    http://www.sacred-texts.com/asia/flhl/flhl37.htm#page_290

  • Untung aja kopi gak keterusan dilarangnya ya, kalau nggak kita bakal sering ngantuk and ketiduran kalau lagi ngantor … hueheuheue
    wassalam
    Anak Pulau Bangka

  • heru mengatakan:

    klu ada yang mau kopi Bangelan bisa hubungi saya. dijamin murni dan bukan kopi jitu ( kopi siji jagung pitu )

  • Fia mengatakan:

    islam itu sangatlah relevan ko tidak sesulit dengan apa yang kita bayangkan.allah menciptakan segala sesuatu pasti bermanfaat asal kita tahu aturannya. yach mungkin klo menurut saya kopi itu tidak ada keharaman menurut syar’i.klo mang tidak dilarang untuk meminumnya kenapa kita repot2 untuk menahan toh kopi itu enak lho.yach mungkin bagi rekan-rekan yang alergi minum kopi aj yang dilarang. thanks…semoga manfaat.

  • santoso mengatakan:

    Wah kopi emang minuman yang sedap… pantas saja para pecandu minuman kopi tak bisa melupakan aroma dan rasa kopi. Secangkir kopi bisa membuka pikiran kita, menetralisir keadaan. Bahkan perdebatan dan permasalahan serta peperangan bisa kita selesaikan hanya lewat secangkir kopi…anda punya resep membuat kopi yang mantap. tolong di kirim ke emailku: toso_aja@plasa.com…. dalam waktu dekat aq bakal membuka kedai kopi… sebagai tempat diskusi dan tukar pendapat tentunya menyelesaikan semua persoalan dan mendamaikan peperangan.

  • Adhit mengatakan:

    Waduh ternyata kopi menyimpan banyak cerita yah…. pantas aja minuman yang satu jadi banyak penikmatnya. Kopi bukan hanya asyik untuk dinikmati, tapi melalui kopi, kita bisa cerita banyak ke orang lain, kan bisa membuka persahabatan tentunya di kedai kopi donggggg….

    Thanks alot

  • ben mengatakan:

    kopi sidikalang pernah coba?

  • CoffeeTeaMe mengatakan:

    saya juga senang minum kopi, tapi kopi juga banyak manfaatnya koq, asal jangan kebanyakan, bukan cuma kopi, vitamin juga kalau kebanyakan tidak baik :)
    benar ga?

  • antonmg mengatakan:

    thanks berat atas infonya, btw dapat info kayak gini dari mana mas, oh yah kebetulan websiteku juga membahas tentang kopi, tapi cuman sebaris aja. hehehe
    again thanks.

  • veh mengatakan:

    kopi mang enak pa lagi bwt gw yang kerja nya malem jadi ngebantu biar ga ngantuk……

    ^_^

  • suryadi mengatakan:

    Saya penggemar kopi, tapi selalu berusaha agar tidak lebih dari 3 cangkir per hari. Orang sering berkata: perokok ya pasti minum kopi, tapi tidak dengan saya. ngopi tapi tidak merokok.Apakah ada hubungannya antara ngopi dan rokok?

  • md alting mengatakan:

    wiiih… seru juga ternyata ngebahas tentang kopi. Jujur gue gak sengaja buka nih blog konon ceritanya gw mo nyari referensi pengetahuan gw ttg kopi. Gw mo keluarin novel dengan judul KOPI. Penasaran kan loe pada?… hehe.. tunggu aja tanggal terbitnya. Yang pasti menurut gw, kopi adalah minuman yang merakyat. Ibarat kata kalo ikut Pemilu, kopi pasti jadi pemenangnya. Gimana enggak, dari tukang bangunan ampe presiden doyan minum kopi biar bisa tetap melek…huahuahuahua!…
    Karena gw juga senang begadang untuk ngegarap novel-novel gw yg masih pd ngegantung,buat teman chating sambil ngopi malam2 boleh juga ke Contact Person gw: 0815 1427 2394.
    Lam kenal bwt semua pecinta kopi…

  • aliong mengatakan:

    Saya punya hobby dari tahun 2000 sejak berkunjung ke aceh sebelum tragedi Tsunami, pulang bawa oleh – oleh kopi ulle karang, sejak itu mengkoleksi kopi, saya butuh untuk melengkapi koleksi kopi dalam kemasan bukan biji kopi, baik dalam negri atau mancanegara, sementara yang belum punya Kopi Mexico, Mandhailin. kopi papua, kalau ada referensi dimana saya bisa pesan per telp atau hunting langsung lebih asyik di sekitar semarang, solo, yogja. Saya domisili di Cepu Jateng. Bravo NetSains.com

  • zudika mengatakan:

    kopi memang minuman yang enak,
    apa lagi kalau minum kopi tanpa gula.
    rasanya mendebarkan…
    ternyata tidak hanya enak, kopi ternyata punya cerita juga.

  • Ujo mengatakan:

    wah…wah…
    tadinya saya mau nulis tentang “ngopi” dan tradisinya, kekurangan referensi, pas buka blog ini udah banyak info rupanya, jadi makin bagus donk…

    hanya info :
    kalau di aceh, banyak program2 yang dikembangkan dan dijalankan pasca Tsunami digarapnya dan dilahirkan idenya di kedai kopi, seperti solong (ulee kareng), topik, cek yuke, dll.
    dan dikedai kopi sering dijadikan tempat menyelesaikan masalah, lobi, transaksi yang terkadang bisa mencapai milyarana….nah loh,,,, gak percayakan….
    bagi orang luar aceh yang akan bekerja dan ingin mencoba pekerjaan di aceh silakan mulai membisakan diri untuk minum dan ngewarung di kedai kopi, selain banyak manfaatnya juga efektif untuk menjalin relasi atau apapun, karena disanalah banyak hal terjadi, dan banyak ide dilahirkan…..
    ternyata dengan kopi juga bisa menjaga akidah dan terjaga dari perbuatan mungkar… nah loh… lum taukan…???
    kalau kita biasankan minum minuman keras, kan cenderung tidak baik selain untuk kesehatan, juga dapat merusak prilaku…

  • Andi Zulkarnaen mengatakan:

    aku tertarikutk binis kedai kopineh,…

  • Didit Queen mengatakan:

    Ilmu baru neh buat saya utk mengenal kopi, karena terus terang… saya bukan penikmat kopi (tapi saya perokok) dan blm tau sama sekali ttg kopi tapi sy memberanikan diri utk memulai bisnis menjual kopi robusta di daerah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya, jadi utk temen2 yg pengen mencoba kualitas kopi saya, bs hubungi 031-70920100, tersedia Kopi Biji Mentah, Biji Goreng dan Kopi Bubuk ….Dijamin 100% kopi murni dan MURAH!!

  • melisa mengatakan:

    wow keren…………………… alo of information i got from this bloggggggggg.
    mas tambahin juga dong berbagai kreasi minuman kopi…….
    misalnya cappucino, cafelate, moccachiato……….. pasti makin seru n asik jadi kita yang masih awam bisa tau perbedaannya…
    Cheers

  • alya mengatakan:

    Kopi sumber inspirasi!

  • John M. Sianturi mengatakan:

    Trims karena Info dari NetSains sangat berharga. Blog Kopi Sidikalang saya link dgn site ini.
    Menikmati Kopi tanpa gula adalah menikmati rasa yg sebenarnya. Saya kuatir mBah Surip meninggal bukan karena KOPI tetapi karena GULA yg terlalu banyak pada kopi yg diminumnya. Asosiasi Kopi dgn Gula harus diubah, minimal menyajikan kopi harus dipisah dgn gula.

  • Tri AGus Djoko Kuntjoro mengatakan:

    Saya berterimakasih sekali ada info Kopi. kebetulan aku lagi mau buka WARKOP…apakah ada sumber2 yg bisa dipakai..kopi khas sidikalang…lampung …bali….dll, send me via triagus@telkom.co.id.
    thanks berat.

  • sasangpriyosanyoto mengatakan:

    Maju terus kopi indonesia !!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.