Belajar Membumikan Sains dari Resesi Ekonomi Amerika
Resesi ekonomi di Amerika merupakan fenomena yang berdampak global, tentu saja wacana ini lebih tepat bila diulas oleh para pakar ekonomi. Alih-alih membahas ekonomi, tulisan ini akan membahas dampak resesi ekonomi Amerika tersebut pada kehidupan ilmiah di sana, dan mengambil pelajaran dari wacana yang tergelar.
Pada pembahasan APBN Amerika (Fiscal Year) untuk tahun 2009, Presiden Bush mengusulkan pada konggres untuk memotong anggaran pada beberapa lembaga riset. Terlepas dari apapun alasannya, yang pasti, hal tersebut mendapat respon, tidak hanya pada komunitas sains Amerika, tetapi pada kerjasama ilmiah di tingkat internasional. Fenomena ini telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan dalam pemerintahan presiden Bush.
Publikasi Sains
Bahkan ketika masyarakat di sana, saintis maupun grup-grup pendukung dunia ilmiah mendesak konggres untuk perubahan, cara tersebut tidak efektif. Tetapi, itu tidak membuat masyarakat ilmiah di sana tidak menyerah begitu saja.
Cara yang paling efektif yang diterapkan adalah, membawa sains ke tengah masyarakat umum dan membuatnya menjadi bermakna bagi masyarakat pada tingkat lokal. Masyarakat ilmiah diharapkan bisa mensosialisasikan sains kepada teman-teman dan tetangga yang tidak bergelut dengan dunia ilmiah, tentu saja dalam konteks masyarakat ilmiah Amerika, cara tersebut efektif dalam ‘menekan’ pembuat kebijakan. Buktinya, antara tahun 1998-2003 pendanaan riset untuk National Institute of Health meningkat.
Bagaimana dengan di Indonesia? Tentu saja kultur masyarakat Amerika dan Indonesia sangat sangat berbeda. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa belajar dari sana. Bagi masyarakat Amerika, mensosialisasikan sains bisa dari sekedar obrolan ringan saat makan, sampai meeting, kegiatan masyarakat, pembinaan di sekolah. Kuncinya adalah: sosialisasi dan komunikasi.
Tetapi, bagi masyarakat ilmiah Amerika, cara yang sudah ada pun masih dianggap belum efektif, apalagi jika usulan APBN presiden Bush disetujui. Masalahnya, sosialisasi sains untuk masyarakat Amerika dan Indonesia dan masyarakat sains di seluruh dunia pun sepertinya mempunyai kesamaan.
Respon Balik
Apa masalahnya? Sains itu bukan hanya sesuatu hal yang menarik untuk diceritakan, dijadikan bahan diskusi, atau sekedar dongengan, tetapi bahwa sains berdampak pada setiap aspek hidup manusia, dan sains itu penting bagi manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu maupun bagi masyarakat. Sebaliknya, itu juga berarti, sains juga harus bisa merespon balik apa yang menjadi kebutuhan dan desakan manusia. Apa artinya kemajuan sains, kalau tidak bisa memberikan kebaikan bagi masyarakat? Untuk apa buang dana yang besar untuk sains jika tidak berdampak positif? Paling tidak, melek pengetahuan bisa membuat bangsa maju.
Kondisi yang pelik, wacana pada tingkat konsep hanya memberikan landasan pada pemahaman pada situasi yang terjadi, tetapi bagaimana konsepsi ini diterapkan pada realita? Gerakan menyuarakan sains bagi masyarakat Amerika sudah sampai pada upaya untuk mempengaruhi investasi yang bisa di arahkan pada riset; tetapi bagi situasi di Indonesia, di tengah suasana yang carut marut, terus menerus digempur bencana, harga makanan yang makin mahal, krisis di sana sini, wacana sains sepertinya hanyalah sekedar dongengan di awang-awang; tetapi paling tidak harus ada yang mulai, paling tidak agar masyarakat lebih melek pada pengetahuan. Semoga netsains bisa menjadi pelopor untuk perubahan.
Kredit foto: www.nasw.org/users/Halpern/













Beri Komentar