Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Mari Menulis Ilmiah dengan LaTex

Bagi banyak ilmuwan, seringkali penulisan dokumen menggunakan LaTeX merupakan keharusan. Tetapi penulisan dokumen menggunakan LaTeX seringkali menyebabkan dahi berkerut dibandingkan menggunakan pengolah kata komersil yang sudah ada. Seringkali muncul pertanyaan, kenapa LaTeX? Atau, apakah itu LaTeX?

LaTeX adalah sebuah sistem untuk mempersiapkan dokumen (dilafalkan ‘la-te(c)h’, bukan latex), dengan LaTeX maka bisa dibuat suatu dokumen yang terbaca. Apakah itu berarti sama dengan pengolah kata komersil, sebutlah Microsoft Word(TM)? Atau yang gratis seperti Open Office? Kalau hanya sekedar ‘mengolah kata’, memang hanya itulah kesamaannya.

Kode-kode

Dibanding pengolah kata standar yang bersifat WYSIWYG (What You See is What You Get), bekerja dalam LaTeX lebih seperti membuat pemrograman, karena harus berurusan dengan kode-kode, tetapi LaTeX menjadi pilihan komunitas sains internasional karena kualitas yang dihasilkan, gratis, bisa dipergunakan semua jenis komputer, semua sistem operasi, dan bisa dipergukanakan untuk menampilkan hal-hal yang sulit dilakukan oleh pengolah kata standar.

Kenapa namanya LaTeX? Etimologi LaTeX dimulai ketika Donald Knuth menciptakan TeX, sekitar tahun 1978, dari tiga huruf besar Yunani, Tau, Epsilon dan Chi, yang dalam bahasa inggris menjadi akar kata dari “technical” dan “technique”, ketika kemudian Leslie Lamport mengembangkan supaya TeX bisa lebih dipergunakan secara lebih sederhana, maka diperkenalkan LaTeX, mungkin agar bisa disesuaikan dengan namanya?

Bagi yang belum pernah bekerja dengan LaTeX, mungkin bisa dibayangkan seperti menyusun dokumen untuk HTML, tetapi LaTeX sendiri jauh lebih dari sekedar itu saja.

Ada 10 alasan kenapa LaTeX dipilih oleh para ilmuwan:

  • Keluaran TeX selalu yang terbaik, baik tulisan, gambar, rumus, format, tanpa bergantung pada peralatan tambahan, huruf tambahan. Baik untuk dokumen sederhana maupun dokumen yang rumit. Bayangkan menulis rumus dalam Microsft Words(TM), yang harus bergantung pada Microsoft Equation(TM), bagaimana jika rumusnya rumit-rumit, atau hurufnya besar kecil, sesuatu yang tidak muncul dalam tulisan sehari-hari? LaTeX juga menyediakan semua peralatan untuk membuat tabel, cross-references, hyper-links, yang bisa dilakukan dengan mudah. Karena kemudahan dan keunggulan dalam menuliskan rumus-rumus yang ajaib, maka TeX adalah pilihan terbaik untuk dokumen-dokumen ilmiah. Dan itu dilakukan menggunakan penulisan text standar saja.

  • LaTeX dan typesetting, LaTeX bisa mengatur simbol untuk variabel, berapa besar dan ruang yang dibutuhkan bagi notasi, superscript dan subscript, dsb. Bagan, flow chart, not balok, atau gambar rangkaian dapat dikerjakan dengan mudah. Bahkan dari penulisan standar bisa digunakan untuk menuliskan karakter-karakter bahasa di seluruh muka Bumi. Dengan demikian setiap dokumen dengan mudah mengikuti standar penulisan yang dibutuhkan, per se, tanpa harus berpusing-pusing mengatur format, setiap kali menulis.

  • LaTeX selalu cepat, karena untuk menulis dalam LaTeX bisa saja menggunakan text standard, maka menggunakan notepad pun bisa dilakukan, yang berarti mengirit ruang dan memori komputer.

  • LaTeX selalu stabil, sejak diperkenalkan, dipergunakan oleh jutaan orang, tidak pernah ada keluhan berarti, bahkan banyak yang membantu mengembangkannya. Stabil berarti LaTeX itu bekerja, dan akan terus bekerja, karena semakin banyak orang yang mempekerjakannya.

  • LaTeX itu luwes, setiap institusi, setiap jurnal punya gayanya sendiri, dan tidak hanya dalam ‘gaya’ yang ada di luarnya, tetapi juga dalam pengembangan engine-nya; tetapi terlepas semua pilihan yang dipergunakan, inti terdalam LaTeX itu selalu tetap sama.

  • Input yang selalu text. Dengan demikian, maka bekerja bisa dilakukan di komputer model apa saja, sistem operasi apa saja, dan untuk keperluan apa saja, jauh dari hanya sekedar pengolah-kata, tetapi bisa dikembangkan untuk basis data, atau keperluan yang memerlukan sumber daya yang besar, tetapi tidak boros.

  • Keluaran bisa berupa apa saja, dari sekedar untuk keperluan pencetakan, seperti pdf, ps, atau sekedar menampilkan seperti html, bahkan terbuka untuk pengembangan yang belum terpikirkan sebelumnya.

  • LaTeX itu gratis.

  • LaTeX itu bisa digunakan di mana saja, tanpa memandang sistem operasi, jenis komputer, atau jenis media.

  • LaTeX itu standar. Banyak penerbitan ilmiah dan Jurnal mempergunakan laTeX sebagai standar penyusunan dokumen.

Jadi, sudahkan kita menulis ilmiah hari ini?
Kredit foto:
http://pcwin.com/media/images/screen/60880-bakoma_tex.gif

 Tentang Penulis: Emanuel Sungging

Emanuel Sungging Emanuel Sungging Mumpuni (a.k.a Sungging, nggieng, Nuel) adalah mahasiswa magister astronomi ITB. Semenjak kuliah S1 di Astronomi ITB, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 6 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Yakub mengatakan:

    Saya bisa dapat software Latex di mana ya….?

  • Daneva mengatakan:

    saya juga ingin informasi, di mana bisa mendapatkannya…?

  • Emanuel Sunggingnggieng mengatakan:

    buat Yakub dan Daneva, LaTeX itu bisa digunakan sesuai dengan keinginan kita, mau pakai compiler, editor atau OS yang seperti apa, jadi lebih bergantung pada selera pribadi. bahkan utk satu OS yang sama pun, orang bisa milih penggunaan dgn gaya-nya masing2, jadi untuk awalan sila coba situs berikut ini:

    http://www.latex-project.org/

    disitu lengkap sekali, dan apabila ada diskusi lebih lanjut, bisa lewat japri, atau milis atau lewat forum, dan saya yakin rekan2 pengguna TeX di indonesia itu banyak sekali, dengan gaya masing2.

    kalau saya sih, pake TeX itu utk MacOSX. untuk pengguna windo itu, yang paling sering dipake itu MikTeX(?). kalo LinuX pastinya udah bawaan. jadi, pastiin dulu, kita bekerja dgn lingkungan apa dan gaya kerja yg gimana (minimal antara yg biasa dgn command-line ato udah bergantung pake gui). :)

  • RIRIES mengatakan:

    Mau tanya, bagaimana cara mendapatkan software dan tutorial dari LATEX itu. Karena tahun angkatan saya 2006 di Gunadarma wajib memakai LATEX dalam pembuatan Penulisan Ilmiah atau skripsi kecil. Mohon jawabannya. Thx.

  • Emanuel Sunggingnggieng mengatakan:

    kalau pake Linux, biasanya, TeX udah di bundel sama Linux-nya. Kalo pengguna windo, sofwer2nya harus donlot terpisah, dan kalau mau resource lengkapnya TeX, dari sofwer sampe dokumentasi, ada kok di situs ini:

    http://www.latex-project.org/

  • Erick mengatakan:

    Saya Erick mhswa Universitas Jemebr, Saya mu nanya Gmn caranya dapet panduan tentang cara2 membuat document dengan latex??

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.