Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Tikus Rekayasa Tidak Lagi Takut dengan Kucing

Kisah kocak Tom dan Jerry bisa jadi hanya akan jadi sejarah. Sebab ilmuwan Jepang telah mampu membuat agar tikus tak lagi takut dengan kucing. Berkat rekayasa genetika, mereka sukses menciptakan tikus yang tidak lagi takut dengan segala jenis kucing. Ilmuwan dari Tokyo University tersebut mengklaim mereka berhasil mematikan insting ketakutan saat mengendus keberadaan kucing. Studi ini juga membuktikan bahwa rasa takut itu bersifat genetik, bukan akibat dari pengalaman.

“Secara alamiah tikus itu takut kepada kucing dan langsung panik begitu mencium keberadaannya. Tapi tikus yang sel-sel nasalnya dihilangkan melalui rekayasa genetika ternyata tidak menunjukan tanda-tanda ketakutan lagi,” ujar pimpinan tim tersebut, Ko Kobayakawa seperti yang dikutip Associated Press (AP).

Bersikap Patuh

Dalam eksperimennya, diketahui bahwa genetika menentukan bagaimana sikap tikus kepada kucing. Bahkan pada tikus yang gen takutnya sudah dihilangkan, mereka berani bermain bersama kucing. Menurut Kobayakawa kucing-kucing rumahan rata-rata bersikap patuh terhadap tikus dan jarang ada yang berani menyerang.

Temuan yang dipublikasikan di majalah Nature ini juga membantu ilmuwan untuk memahami bagaimana otak memproses informasi mengenai dunia luar.

Kim Dae-soo, profesor genetik saraf dari Korea Advanced Institute of Science and Technology di Seoul berkomentar bahwa riset tersebut dapat menjelaskan sejauh mana rasa takut itu ada dan bagaimana mengontrolnya.

“Selama ini orang berpikir bahwa tikus takut dengan kucing karena kucing suka memangsanya. Tapi ternyata tidak demikian,” ujar Kim. Jika kita mengikuti jalur sinyal yang terkait di otak, ditemukan jenis jaringan kerja apa di otak kita yang cukup penting untuk mengontrol rasa takut itu.


Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press.

Kredit foto: www.jupiterimages.com/itemDetail.aspx?itemID=…

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 2 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Mas Arbie mengatakan:

    wah..ini tips saya mauu yah.. ade saya tajut bgt sama kucing…saya masukin blog saya gimana? pake nama anda,,,
    heheh^_^

  • toro mengatakan:

    tikus percobaan laboratoriumdi lab kami juga membuktikan bahwa takut itu bila telah mengalami pengalaman dan terlihat bahwa ketika kami melakukan penelitian yang tidak sengaja terhadap tikus yang keluar dari tempatnya dan dibiarkan tidak mengalami ketakutan ketika kami masuk ke sekitarnya tapi dengan tikus yang ditakuti dengan suara dan kontak memperlihatkan untuk kembali ke daerahnya/sarangnya. lalu untuk kekucing bila tikus tidak pernah mengalami ancaman dari kucing maka tikus tidak akan mengalami ketakutan berlebihan dan cenderung untuk tidak perhatian terhadap kucing itulah pengalaman sedikit dari saya diantara penelitian penelitian saya

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.