Beranda > Artikel > Lebih Jauh dengan Audit dan Manajemen Energi

Lebih Jauh dengan Audit dan Manajemen Energi

Selasa, 18 Desember, 2007 oleh Ilma Pratidina
Teriak-teriak hemat energi saja tidak cukup. Tetap dibutuhkan suatu sistem yang mampu memantaunya. Audit dan manajemen energi adalah salah satunya. Mari kita tilik lebih jauh apa itu audit dan manajemen energi.
Tak bisa dipungkiri, kebutuhan akan pasokan energi yang berkualitas dari waktu ke waktu terus meningkat. Energi listrik masih terus menjadi pemasok energi utama dalam kebutuhan hidup manusia. Konsumen juga terus semakin sadar akan haknya dari perusahaan listrik. Walaupun para system designer telah bekerja keras menghasilkan sistem tenaga listrik yang baik, bermacam gangguan yang menerpa sistem tidak semuanya bisa diatasi.

Masalah kualitas daya menjadi semakin penting untuk dicermati sejalan dengan era keterbukaan dan deregulasi. Sayangnya, masalah kualitas sebenarnya adalah masalah yang subyektif, sehingga sulit untuk dikuantifikasi. Kualitas baik bagi satu pihak belum tentu baik bagi pihak yang lain.

Menurut perusahaan listrik, yang disebut gangguan biasanya adalah:
· Sambaran petir
· Hubung singkat
· Kerusakan komponen
· Naik-turun beban atau ketidakseimbangan beban
· Arus beban sinusoidal

Bagi pelanggan, arus tak seimbang dan nonsinusoidal bukanlah gangguan. Akan tetapi, adanya kedip atau naik turunnya tegangan dianggap sebagai gangguan. Banyak industri yang mengalami kerugian besar walaupun pemutusan hanya terjadi selama beberapa siklus.

Bagi perusahaan listrik, kualitas daya yang buruk dapat menyebabkan:
· Naiknya susut daya di peralatan listrik (trafo dan kabel)
· Gangguan pada sistem pengukuran dan proteksi
· Pemanasan lebih pada trafo dan kabel
· Gangguan pada sistem telekomunikasi
· Menurunkan citra perusahaan

Alokasi

Bermacam cara dan bermacam peralatan telah dikembangkan untuk memahami bermacam fenomena penyebab turunnya kualitas daya dan cara mengatasinya. Sayangnya, tidak ada satu metoda atau alat yang bisa mengatasi semua masalah kualitas daya. Setiap masalah selalu berbeda dan memerlukan metoda pemecahan tersendiri. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan terhadap permasalahan kualitas daya secara umum dan cara mengatasinya. Ini merupakan audit energi.

Sedangkan manajemen energi berkisar alokasi penggunakan atau konsumsi tenaga listrik. Berapa persen energi digunakan untuk proses produksi, berapa persen untuk maintanance alat-alat, berapa persen untuk kerumahtanggaan. Alokasi energi ini juga bisa dikelompokkan berdasarkan fungsional dan tipikal alat.

Intinya adalah jangan sampai kerusakan di sisi beban itu bisa menimbulkan kebocoran atau memberikan dampak yang tidak baik bagi keselamatan manusia.

Kredit foto: dokumen penulis.

2 Komentar untuk “Lebih Jauh dengan Audit dan Manajemen Energi”

  1. alo ka dina,,, kayanya setiap nyari info tentang audit energi gw ketemu sama artikel ka dina…
    Lam kenal ka, gw mahasiswa teknik konversi energi di politeknik negeri jakarta,, kebetulan gw mau ikut lomba effisiensi energi listrik di gedung,, kakak bisa kasih masukan atau saran gak, kalo ada gw mau minta softcopy, pengalaman kakak menegenai audit energy berikut datanya,, thx ya
    ditunggu balesannya

  2. Saya sangat tertarik sekali membaca artikel yang mbak buat tentang audit dan manajemen energi..
    mbak saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang audit dan manajemen energi…
    tolang beri masukan dan saran…
    Apa saya bisa minta tolong diemailkan bahan bacaan tentang hal tersebut..
    terimakasih ya mbak…

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>