Tak bisa dipungkiri, kebutuhan akan pasokan energi yang berkualitas dari waktu ke waktu terus meningkat. Energi listrik masih terus menjadi pemasok energi utama dalam kebutuhan hidup manusia. Konsumen juga terus semakin sadar akan haknya dari perusahaan listrik. Walaupun para system designer telah bekerja keras menghasilkan sistem tenaga listrik yang baik, bermacam gangguan yang menerpa sistem tidak semuanya bisa diatasi.
Masalah kualitas daya menjadi semakin penting untuk dicermati sejalan dengan era keterbukaan dan deregulasi. Sayangnya, masalah kualitas sebenarnya adalah masalah yang subyektif, sehingga sulit untuk dikuantifikasi. Kualitas baik bagi satu pihak belum tentu baik bagi pihak yang lain.
Menurut perusahaan listrik, yang disebut gangguan biasanya adalah:
· Sambaran petir
· Hubung singkat
· Kerusakan komponen
· Naik-turun beban atau ketidakseimbangan beban
· Arus beban sinusoidal
Bagi pelanggan, arus tak seimbang dan nonsinusoidal bukanlah gangguan. Akan tetapi, adanya kedip atau naik turunnya tegangan dianggap sebagai gangguan. Banyak industri yang mengalami kerugian besar walaupun pemutusan hanya terjadi selama beberapa siklus.
Bagi perusahaan listrik, kualitas daya yang buruk dapat menyebabkan:
· Naiknya susut daya di peralatan listrik (trafo dan kabel)
· Gangguan pada sistem pengukuran dan proteksi
· Pemanasan lebih pada trafo dan kabel
· Gangguan pada sistem telekomunikasi
· Menurunkan citra perusahaan
Alokasi
Bermacam cara dan bermacam peralatan telah dikembangkan untuk memahami bermacam fenomena penyebab turunnya kualitas daya dan cara mengatasinya. Sayangnya, tidak ada satu metoda atau alat yang bisa mengatasi semua masalah kualitas daya. Setiap masalah selalu berbeda dan memerlukan metoda pemecahan tersendiri. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan terhadap permasalahan kualitas daya secara umum dan cara mengatasinya. Ini merupakan audit energi.
Sedangkan manajemen energi berkisar alokasi penggunakan atau konsumsi tenaga listrik. Berapa persen energi digunakan untuk proses produksi, berapa persen untuk maintanance alat-alat, berapa persen untuk kerumahtanggaan. Alokasi energi ini juga bisa dikelompokkan berdasarkan fungsional dan tipikal alat.
Intinya adalah jangan sampai kerusakan di sisi beban itu bisa menimbulkan kebocoran atau memberikan dampak yang tidak baik bagi keselamatan manusia.
Kredit foto: dokumen penulis.



