Beranda > Artikel > Belajar Membangun Network Sains dari Belanda

Belajar Membangun Network Sains dari Belanda

Sabtu, 3 Nopember, 2007 oleh Hosea Handoyo

AMSTERDAM, Netsains - Masih segar dalam ingatan tulisan Pak Kusmayanto Kadiman berjudul “Membentuk Jejaring demi Kemandirian Sains” . Hal ini saya amini dengan sepenuh hati. Reportase langsung dari Belanda menunjukkan bahwa Netherlands Genomic Initiatives (NGI) telah lama mengusung ide ini ke masyarakat khususnya akademisi sains setingkat PhD. NGI sebagai organisasi koordinasi atau semacam BAPENAS riset biologi molekular menyadari bahwa mahasiswa khususnya Master dan PhD adalah aset pergerakan ekonomi yang berbasis sains. Hingga 2007, ratusan perusahaan

spin-off dari universitas-universitas di Belanda mampu berdikari dan lebih dari 20% survive hingga dunia internasional. Studi kasusnya terbukti dari “MammaPrint®” sebuah chip yang mampu mendeteksi kelainan genetik untuk kanker payudara dari setetes darah.

Banyak dari mahasiswa PhD di Belanda tidak sadar seberapa pentingnya koneksi yang bisa didapatkan dari jejaring alias network. Networking terbukti menjadi salah satu kunci kemajuan dan kemandirian riset. Dengan networking pula, kolaborasi riset hingga research funding. Di tahun 2003, NGI bersama sekelompok mahasiswa MSc dan PhD dari berbagai universitas membentuk Genomic Network for Young Scientists atau yang dikenal dengan sebutan GeNeYouS (baca: jenius - red).

Di Indonesia

Lewat GeNeYouS, para mahasiswa biologi molekular atau bioteknologi bisa berinteraksi bersama lewat study tour, dialog, talk show, seminar, simposium, hingga sekedar fun seperti Discovery07 kemarin. Dalam wawancara dengan Terry Vrijenhoek, ketua GeNeYouS saat ini, Terry dengan bangga mengungkapkan bahwa GeNeYouS kini telah merangkul lebih dari 600 anggota di Belanda bahkan di dunia internasional. Tidak hanya itu saja, berbagai proyek nasional dan internasional pun telah berhasil direalisasikan. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan mengingat organisasi ini baru ‘seumur jagung’.

Bagaimana dengan Indonesia? Untuk Bioteknologi, kini Indonesia memiliki Indonesian Biotechnology Students Forum (IBSF) lagipula saya rasa perhimpulan pelajar-pelajar farmasi, kedokteran, bahkan MIPA lainnya memiliki organisasi yang cukup bonafide. Kini pertanyaannya adalah, seberapa banyak kita mau memberdayakan organisasi tersebut demi kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia? Ayo kita sama-sama memberdayakan organisasi kemahasiswaan kita dan menciptakan network yang lebih kuat lagi baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya pada jurusan kita, tapi mampu juga berkolaborasi dengan jurusan lainnya. Bukankah kimia dan biologgi mampu berkolaborasi menjadi biokimia?

Kredit foto: Hosea Handoyo


Informasi lebih lanjut:
NGI : www.genomics.nl
GeNeYouS : www.geneyous.nl
IBSF : www.indonesia-biotechnology-students-forum.org

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>