Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Tim Dokter Indonesia Sudah Terapkan Terapi Adult Stem Cell

JAKARTA, Netsains - Siapa bilang Indonesia tertinggal di bidang bioteknologi? Pada bulan puasa kemarin, tim dokter Indonesia melakukan terapi sel batang dewasa alias adult stem cell di Jakarta. “Terapi dilakukan pada dua kasus jantung. Kandidat adalah penderita recent infarction , diambil recent infarction karena diharapkan masih ada mediator inflamasi (sitokin) yang akan mempermudah sel stem cell untuk homing,” jelas Prof.Samsuridjal Djauzi Ketua Tim Terapi Stem Cell Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM-FKUI) dalam emailnya yang diteruskan Arief Budi Witarto, ahli biofisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada Netsains.

Proses terapi dilakukan oleh tim RSCM bersama Rumah Sakit Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), sedangkan pemberian terapi sel batangnya dilakukan melalui kateter koroner di RSCM dan Medistra.

Terapi ini bisa juga berlaku bagi penderita diabetes, namun yang siap justru adalah calon pasien jantung. Meurut Syamsuridjal, mungkin karena pasien penderita jantung sudah pernah mendengar tentang terapi stem cell lebih dulu. Selain itu persetujuan dari komite etika bagi terapi ini baru berlaku untuk kasus jantung. Saat ini prosesnya mencapai tahap pemenuhan standar, dimana jumlah sel CD4, yakni semacam sel darah putih atau limfosit mencapai taraf tertentu sehingga tidak menimbulkan efek samping. Hasil akhir perbaikan suplai energi kimiawi ke otot jantung alias miokard baru akan dapat dievaluasi sekitar satu bulan lagi.

Sudah Pernah

“Sumber sel batang adalah dari diri sendiri, jadi sel batang dewasa, bukan sel batang embrio, sehingga tidak ada masalah dengan etika. Sumber sel batangnya dari sebelah mana, pastinya saya tidak tahu dari mana, tapi dari persiapannya nampaknya dari sumsum tulang,” komentar Arief.

Terapi sel yang pernah dilakukan di Indonesia adalah cangkok sumsum tulang sejak 15 tahun lebih yang lalu dan menunjukkan keberhasilan 100 persen. Sayangnya biayanya sangat mahal, sekitar 700 juta Rupiah, sehingga tidak banyak penderita Indonesia yg dapat mengakses. Selain berharap untuk keberhasilan uji coba pertama ini di Indonesia, kita juga berharap semoga biaya terapi stem cell di Indonesia bisa murah nantinya, karena manfaatnya yang besar.

Kredit foto: http://medicineworld.org/

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 9 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Jeanne Adiwinata Pawitan mengatakan:

    Istilah sel batang untuk stem cell adalah istilah yang tidak lazim. Stem memang bisa berarti batang. Akan tetapi, istilah khusus dalam suatu bidang ilmu, seyogyanya menggunakan istilah yang lazim dipakai pada bidang ilmu terkait. Dalam bidang kedokteran, padanan bahasa Indonesia untuk stem cell adalah sel punca atau sel induk

    • Bayushi Eka Putra (Mahasiswa) mengatakan:

      Yap, saya setuju Prof. Jeanne. Istilah sel batang(Rod) lebih sering merujuk pada sel batang yang terdapat pada mata. Kemampuan sel batang pada mata adalah untuk melihat dalam kegelapan.

      Yang dimaksud dalam artikel ini, stem cell adalah sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang untuk menggantikan sel-sel yang telah rusak.

      Dua konsep yang jauh berbeda mungkin saja akan tercampur-campur artinya apabila istilah yang digunakan tidak tepat.

  • halim harianto mengatakan:

    i like to know that is it ok that i had supply adult stem cell from swiss life. can it be use for my clients in Indonesia.

  • anastasia mengatakan:

    HI,
    Saya Anastasia,saat ini saya sangat butuh informasi terkini tentang stem cell theraphy,suadah berkali-kali sejak minggu lalu saya mencoba Menghubungi Prof.Santoso dan Dr.Merry di RS Medistra untuk konsultasi mengenai hal ini, orang terdekat saya ingin mencoba pengobatan ini krn dia menderita penyakit diabetes, tolong bagaimana caranya saya dapat bertanya lbh lanjut ttg ini,please give me direct contact to the right person, please or inform me in this email or my phone 021-33330032 / 081511300007 , thanks

  • halim harianto mengatakan:

    good news that i had the latest ips stem cell from swiss life. and for those who want this treatment, i can arrange it immediatly.

  • Mike Situmorang mengatakan:

    sy awam di bdg kedokteran ta sy tertrk dg stem cell krn sy prnh ton2 di indovsin bhw stem cell sdg diteliti utk memperbaiki tlg blkg yg “sakit”…kebetulan sy punya ponakan yg lmph krn keclakaan dimana tlg blkgnya “remuk”,,sdh 3 thn dia cm terbrg di t4 tdr…adakah yg bs membantunya ???
    sbab dia msh sgt muda…

  • sunarto mengatakan:

    Saya penderita anemia berat karena produksi dari sumsum tulang belakang yaitu cell darah merahnya kurang, saya harap dengan adanya Stem Cell di Indonesia bisa membantu penderita anemia seperti saya, besar harapan saya u/ mendapatkan informasi yg lebih lagi bisa hub. saya di 085640889881

  • andre mengatakan:

    Hi, nama saya andre, saya mempunyai anak berumur 3 thn yang divonis menderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), saya ingin mengetahui apakan Therapy Stem Cell ini dapat digunakan untuk menyembuhkan anak saya, sya sangat membutuhkan informasi ini, apabila ada yg berkenan untuk memberikan informasi mengenai hal ini atau orang yang harus saya hubungi dapat menghubungi saya di 085921600015. Terima kasih

  • Djohan Tjahjadi mengatakan:

    Saya, Djohan Tjahjadi, 41 thn, tertarik dgn info untuk stem cell untuk jaringan syaraf tulang belakang krn saya mengalami fracture compresi T12 sejak 11 Nov 2008. Any can help me please ?? my email : djohan.tjahjadi@gmail.com
    Thanks so much

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.