Beranda > Artikel > Poligami Bikin Hidup Pejantan Lebih Redup

Poligami Bikin Hidup Pejantan Lebih Redup

Jumat, 26 Oktober, 2007 oleh Hosea Handoyo

Maaf saja, ada berita kurang baik bagi penganut poligami. Dari sisi biologi, para peneliti di dunia memperhatikan bahwa secara umum baik pada manusia dan hewan, pria atau pejantan memiliki waktu hidup yang lebih pendek dari wanita. Kini Tim Clutton-Brock dan Kavita Isvaran dari Universitas Cambridge ingin sedikit menambahkan penjelasan antara perbedaan antara pria dan wanita.

Dari hasil perbandingan antara makhluk hidup yang memiliki satu pasangan (monogamis) dan lebih dari satu pasangan alias poligamis. Pejantan monogamis, seperti angsa barnacle dan mongoose kurcaci ,sejenis rubah, memiliki rasa kompetisi yang rendah untuk mendapatkan betinanya. Sebaliknya, rasa kompetisi akan betina sangat tinggi pada pejantan poligamis seperti babon savannah dan blackbird bersayap merah.

 

Tim dan Isvaran menyelidiki lebih dari 20 jenis spesies makhluk bertulang belakang dan menemukan bahwa hewan-hewan poligamis memiliki kecenderungan untuk berumur pendek. Hal ini diakibatkan oleh kompetisi antar pejantan yang meningkat untuk mendapatkan betina hingga kekurangan waktu untuk bereproduksi dan menyebabkan rasa tertekan yang kuat. Walaupun demikian, peneliti-peneliti biologi tetap membutuhkan lebih banyak data dan riset jangka panjang untuk mendapat konfirmasi yang menyakinkan.

Stephen Stearns dari Universitas Yale menambahkan,” Masih tidak jelas sejauh mana riset ini bisa diaplikasikan pada manusia tapi data riset sebelumnya menunjukkan bahwa hewan atau primata dan manusia memiliki metabolisme yang mirip dan menarik.” Manusia dan hewan pejantan dalam kondisi membutuhkan pasangan akan meningkatkan hormon testosteron dan menurunkan sistem kekebalan tubuh untuk memperbesar otot. Tidak aneh dalam kompetisi seperti ini pejantan akan rentan terhadap berbagai penyakit.

Riset ini baru-baru dipublikasikan di jurnal Proceedings of The Royal Society London tanggal 17 Oktober kemarin.

Kredit foto: Hosea Handoyo


Referensi:

1. Clutton-Brock, T. H. & Isvaran, K. Proc. R. Soc. Lond. B doi:10.1098/rspb.2007.1138 (2007).

2. www.livescience.com

3. www.nature.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Penulis: Hosea Handoyo
Tanggal: Jumat, 26 Oktober, 2007
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Hosea Saputro Handoyo (1985) earned his Bachelor of Life Sciences (Hons.) at HAN University of Profesional Education. Currently, he is pre-PhD program at The Sir James Black Centre, Medical Research Council - Protein Phosphorylation Unit, University of Dundee, Scotland, UK. In this lab, he is supervised by Sir Philip Cohen Besides his study/internship, he is active in many organizations related to science and social studies internationally. With big interest in biotechnology, education, and society, he aims to integrate science in society: empowering public awareness to sciences state-of-the-art and enabling scientists to engage with sociaetal aspects. As a scientist, he feels that public needs more scientific education and leaving the superstitious beliefs behind. A case that he observes in Indonesia for example, there people believe that mentally-handicapped children believed to be possessed by demons. However, as a normal citizen, he also feels that many scientists just sit behind their bench and do their experiments in the lab without informing the public. Through effective education and strategic communication, he has faith that this dillemma can be overcome. In spare time, he likes to read books, write articles, listen to music, art, theater, walk on the park, have adrink and philosophical discussion.

Tulisan Terkait:

Banner

5 Komentar untuk “Poligami Bikin Hidup Pejantan Lebih Redup”

  1. Singkat aja mas…

    Ah masa sih..??
    Tulisan di atas hanyalah sekadar coretan dari seorang lelaki munafik dan yang jelas bukan seorang mu’min…

    Wassalam
    Vina

  2. Mmm…betul atau tidaknya tulisan di atas, itu kembali pada pilihan hidup masing-masing serta tergantung kepada visi seseorang pada hidup.

    Oya, sedikit komen, mu’min atau tidak, saya rasa tidak ada satu makhluk pun didunia ini yang berhak menentukan kecuali Allah SWT. Kita manusia, hanya bisa terus mempelajari ilmunya untuk meningkatkan kualitas hidup dunia dan akhirat.
    Saling menghargai pendapat orang adalah kunci utama peningkatan kualitas hidup baik dunia maupun akhirat.

    Wallahualam.

    Wassalam.

    Ally :)

  3. Poligami sekarang ini kebanyakan karna napsu doang. Manusia yg mengatasnamakan agama demi pemenuhan nafsu belaka lebih hina dari binatang jalang

  4. buat Vina, wah ada perempuan yg dukung polyginy (Smoga dapat pahala dari Allah SWT).

    nasehat: hati-hati Vina untuk ngatain orang itu Islam atau kafir. klau benar hanya benar saja, tp kl salah sayang tuh ama pahalah yang didapat.

    Vina, riset-riset sekarang ini tidak menghasilkan ilmu tapi opini, tergantung siapa yang biayain.
    apalagi statistik.

    Ok, ada sedikit logika dari aku nih buat semua.

    peneliti di Amerika (aku lupa dari mana) mensurvai bahwa seorang pria dengan kadar stress tinggi akan menghasilkan sperma betina lebih banyak dari jantan. sampel diambil dari pria yang berprofesi sebagi pilot dan pedagang.
    Ternyata banyak pilot yang yang spermanya banyakan sperma betina.

    peluang jenis kelamin bayi berbanding lurus dengan jenis kelamin sperma.

    jadi logika-ku nih kalau pengen dapaet bayi laki-laki. seorang pria harus dalam keadaan jauh dari STRESS.

    Jaman susah sekarang ini lebih banyak laki-laki yang STRESS karena pekerjaan, perempuan yang rewel (baik ibunya & istrinya) :-D, dsb.

    JADIIIIII…. suatu saat jumlah perempuan lebih banyak itu benar, jika diambil dari sumber penelitian tadi.

    Oya penelitian itu dilakukan tahun 80-an (tahun di mana peneliti USA masih bebas dari intervensi isme-isme)

    thanks

  5. to all sobat,……

    semua komentar kita hargai,….
    tapi jangan menyebut nama yang berkomentar,….
    setiap orang berhak berpendapat,…..

    kalau beragama, beragamalah yang baik dan benar,…..
    jangan membuka aib sesama,…..
    ingat, sekecil apapun kesalahan kita nanti akan dipertanggung jawabkan,

    bagi yang berpoligami, kalau itu syah dan bertujuan baik, silahkan saja, itu hak mereka.

    thx.

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>