JAKARTA, Netsains - Karya para pemenang Nobel Prize 2007 khususnya bidang fisika dan kimia bisa diunduh bebas di Internet. Sebuah lonjakan keterbukaan di bidang sains dibandingkan dengan era terdahulu. Adalah Institute of Physics (IOP) yang menyediakan tempat di situsnya www.iop.org bagi siapa saja yang ingin menyimak paper pemenang Nobel bidang fisika tahun ini, Albert Fert dan Peter Grünberg. Duo ilmuwan Perancis dan Jerman tersebut meraih Nobel berkat temuannya bertajuk Giant Magnetoresistance (GMR). Temuan yang dirintis sejak 1988 ini menjadi dasar aplikasi peranti penyimpan data seperti pemutar MP3, iPod, laptop dan beragam gadget mungil lain. Perasaran ingin menyimak papernya lebih jauh? Klik saja http://www.iop.org/News/news_26567.html.
Sementara untuk bidang kimia diraih Gerhard Ertl dari Fritz-Haber dari Institut der Max-Planck-Gesellschaft, Berlin, Jerman. Keduanya dihargai berkat jerih payahnya atas penelitiannya di bidang kimia permukaan. Mereka mengidentifikasi bahwa saat suatu molekul dari fasa gas mengenai permukaan zat padat, ada berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Sayangnya baru paper kedua bidang tersebut yang dapat diakses bebas di Internet. Sementara bidang lain seperti ekonomi yang diraih Leonid Hurwicz , Eric S. maskin, dan Roger B. Myerson dengan karyanya tentang sandaran dasar mekanisme teori desain belum bisa dibaca publik.
Satu-satunya Perempuan
Satu-satunya perempuan peraih Nobel tahun ini adalah Doris Lessing yang mengantungi medali bidang kesusastrastraan. Penulis kelahiran Persia 88 tahun silam ini bukan pertamakalinya dicalonkan sebagai penerima Nobel. Lessing terkenal dengan bukunya bertajuk The Golden Notebook tahun 1962. Karya Lessing banyak menyorot ikwal hubungan lelaki dan perempuan abad ke-20. Perempuan bernama asli Doris May Tayler ini aktif berkarya sejak 1948 hingga 2007 berupa novel, cerita pendek, dan esai. Penghargaan Nobel didapatnya karena Lessing dianggap sebagai penulis yang menuangkan pengalaman feminimnya dengan kekuatan visi dan skeptisisme.
Sementara Nobel perdamaian tahun ini diraih mantan wakil presiden Amerika Serikat Al Gore dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan atas kerja kerasnya pada kampanye pemanasan global. IPCC adalah kelompok peneliti dari 130 negara yang konsen di perubahan iklim, dibentuk tahun 1988 oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Tak kalah hebat adalag Mario R. Capecch dari University of Utah dan rekannya Howard Hughes dari Medical Institute yang memenangkan Nobel Prize bidang kedokteran. Keduanya sukses atas temuan yang memicu teknik yang sangat kuat untuk memanipulasi gen tikus. Teknik ini bisa dikembangkan sebagai pemodelan penciptaan hewan yang mampu mengobati beragam penyakit manusia .
Referensi:
http://nobelprize.org/
http://www.newswise.com/articles/view/534593/?sc=rssn
www.dorislessing.org/




Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!