Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Gosip Lebih Berpengaruh dari Fakta

JAKARTA, Netsains - Gosip seringkali lebih dipercaya daripada fakta sesungguhnya. Bagi banyak orang, gosip justru jadi hiburan mujarab. Walau ada juga yang menderita jadi korban gosip. Tapi yang namanya gosip tidak akan pernah ada surutnya. Yuk kita simak kajian ilmiahnya.

Di Indonesia atau belahan dunia lain, gosip sudah jadi salah camilan sehari-hari. Mulai dari rumah, sekolah, tempat ibadah hingga acara-acara infotainmen. ScienceNOW mengangkat topik ‘bergosip ria’ sebagai salah satu topik bahasan dalam edisi online 15 Oktober 2007 kemarin.

Reputasi

Elizabeth Quill, sang reporter, sempat berdiskusi dengan Ralf Sommerfeld. Ralf adalah seorang kandidat Ph.D. di Max Planck Institute (MPI) for Evolutionary Biology, Plön, Jerman mengenai pembentukan ‘image’ dari sisi psikobiologi.

Gosip dapat merusak reputasi seseorang walaupun orang-orang tahu bahwa gosip atau informasi tersebut tidak benar adanya. Beberapa riset terdahulu mengungkap bahwa orang-orang lebih memperhatikan informasi tentang orang lain yang sejenis atau seumur.

Tidak berhenti sampai di situ, orang-orang memiliki tendensi untuk bergosip dengan informasi negatif akan orang-orang yang berkelas lebih tinggi atau lebih dari posisi mereka. Mereka hanya menyampaikan ‘gosip positif’ bila mereka membutuhkan orang-orang tersebut atau teman sepermainan. Dengan begini gosip membentuk reputasi atau image seseorang dan reputasi atau image itu akan menjadi alasan implisit apakah seseorang mau bekerja sama dengannya atau tidak.

Dengan serangkaian simulasi komputer dan partisipasi dari berbagai orang, hasil riset Ralf yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences. Ia dan timnya mengungkapkan bahwa gosip ternyata lebih besar pengaruhnya dalam menilai seseorang dibandingkan observasi langsung. Orang-orang yang sudah mendengar gosip akan memiliki pandangan yang buruk terhadap sosok tertentu walaupun sosok tersebut tidak memiliki salah sedikitpun. Pengaruh buruk? Tidak selalu! Orang-orang yang berpandangan buruk akan sosok A akan berkumpul dan menciptakan suatu komunitas. Gosip ternyata terbukti mampu menciptakan suasana yang kondusif dalam kerja grup bahkan mempererat tali silahturahmi.

Apakah dengan riset ini bergosip akan selalu dibenarkan? Tidak juga. Bergosip tetaplah berbohong dan memfitnah. Bergosip akan tetap merusak citra seseorang atau kita sendiri! Tetap ada konsekuensinya. Jadi kalau mau ‘jaim’,jangan bergosip.

Diambil dari www.sciencemag.com 15 Oktober 2007 (Judul asli: Listening to Rumors)

Kredit foto: Hosea Handoyo

 Tentang Penulis: Hosea Handoyo

Hosea Handoyo Hosea Saputro Handoyo (1985) is currently pursuing his three-years-Ph.D. program in Medical Research Council - Protein Phosphorylation Unit (MRC-PPU), University of Dundee with Prof. Sir Philip Cohen. He received the Ph.D. position directly after obtaining his Bachelor of (Life Sciences (Ba./ing.) with cum laude (highest honour/distinction) from HAN University of Applied Sciences, Nijmegen, The Netherlands. In 2008, he was awarded the prestigious pre-doctoral research fellowship from ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 1 Orang paling keren sudah memberi komentar disini

  • sisca mengatakan:

    “orang-orang memiliki tendensi untuk bergosip dengan informasi negatif akan orang-orang yang berkelas lebih tinggi atau lebih dari posisi mereka.”

    hmm…itu menjelaskan kenapa umumnya karyawan suka ngomongin atasan mereka yang buruk2..:-p

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.