Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook

Pengumuman:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Mengapa Ilmuwan Harus Menulis Ilmiah Popular?

Mengapa ilmuwan paling hebat sekalipun harus menulis ilmiah popular? Sebab ia butuh orang awam untuk memahami ide dan studinya. Andai Albert Einstein masih hidup, pastinya beliau setuju dengan ide ini. Saya akan sedikit mengulas apa beda antara tulisan ilmiah dan ilmiah popular.

Kalangan ilmuwan atau akademisi sudah terbiasa pastinya dengan penulisan ilmiah. Tulisan jenis ini membutuhkan banyak referensi, data, informasi, sesuai dengan metodologi ilmiah yang dikenal dalam ranah keilmuwan. Tulisan jenis ini dibuat untuk dimuat dalam jurnal ilmiah, proposal pengajuan dana untuk riset, atau pemaparan hasil riset demi membuahkan persetujuan studi lanjutan oleh pimpinan institusi ilmuwan yang bersangkutan. Untuk kalangan mahasiswa, penulisan ilmiah juga dilakukan untuk membuat laporan laboratorium.

Sedangkan penulisan ilmiah popular ditujukan bagi media yang lebih luas cakupannya, seperti majalah ilmiah popular, surat kabar yang memiliki rubrik khusus sains dan teknologi, atau website sejenis. Tujuannya untuk membagi hasil riset atau studi atau sekadar opini mengenai suatu isu ilmiah kepada khalayak pembaca yang lebih luas dari sekadar komunitas sesama ilmuwan atau instansinya.

Walau berbeda sasaran, sesungguhnya penulisan ilmiah atau ilmiah popular sama-sama memiliki satu gol, yakni menghadirkan data atau ide secara detail sehingga pembaca mampu mengevaluasi validitas dan mengambil kesimpulan dari tulisan tersebut.

Jadi bisa dikatakan keduanya memiliki pesyaratan yang sama pula, yaitu mudah dipahami oleh pembacanya. Karena pembacanya berbeda, yakni antara yang sesama ilmuwan di bidangnya dan publik umum, maka bahasa yang dipakai pun haruslah berbeda.

Bahasa Teknis

Seorang pembaca dari sesama komunitas ilmuwan di bidang yang sama dengan penulis akan dengan mudah memahami beragam istilah teknis dan ilmiah yang digunakan. Misalnya kalimat seperti ini:

“Apabila obyek yang hendak dipantau tidak dapat diakses, atau tertutup, terlingkupi oleh struktur pembungkus, metode nuklir seperti aktivitas partikel bermuatan dan neutron menjadi alat yang paling baik untuk mengukur dan memantau keausan dan korosi.
Aktivasi neutron yang dilakukan dalam reakor nuklir menghasilkan distribusi aktivitas yang homogen di seluruh cuplikan.”

Bagi ilmuwan nuklir atau fisika, kalimat di atas sudah cukup jelas maknanya. Tapi bagi pembaca awam? Tidak mudah menerjemahkan bahasa ilmuwan ke bahasa publik. Salah satu cara paling mudah adalah menjelaskan satu per satu istilah teknis ke bahasa umum. Misalnya apa itu struktur pembungkus, apa itu metode nuklir, partikel, neutron, korosi, dan sebagainya. Dibutuhkan kesabaran ekstra dalam menjelaskan semua istilah ilmiah tadi bagi pembaca awam. Namun jika sudah terbiasa, maka itu bukan masalah bagi ilmuwan yang bersangkutan.

Problemnya adalah, tidak semua ilmuwan sadar bahwa bahasa yang ia pakai terlalu “tinggi” bagi pembaca. Ilmuwan tersebut dengan lancar terus saja menggunakan istilah teknis tanpa peduli bahwa pembacanya berasal dari kalangan awam atau bidang ilmu yang berbeda dengan dia. Seorang pakar TI tidak bisa dengan mudah menyerap bahasa ilmuwan nuklir, atau ahli bioteknologi tidak mampu memahami istilah teknis pakar desain grafis, dan seterusnya. Jadi masalahnya bukan terletak pada tingkatan intelektualnya, melainkan ke spesialisasi bidang yang ditekuninya.

Positif

Jika Anda adalah ilmuwan yang ingin berbagi ilmu bagi sesama, berkomunikasi mengenai bidang yang Anda tekuni, dan bahkan mencari solusi pada masalah yang dijumpai dan menyangkut kepentingan banyak orang, maka menulis ilmiah popular adalah pilihan tepat.

Sebut saja, Anda seorang pakar fisika nuklir, namun mengalami kendala akibat masyarakat tak bisa menerima kehadiran PLTN di Indonesia, maka ilmu Anda akan sia-sia di sini. Kecuali Anda mampu menjelaskan kepada khalayak umum tentang keandalan ilmu Anda. Jika Anda adalah programmer canggih dengan IQ 200 tapi tidak paham bagaimana menjual program ciptaan Anda, maka menuliskan temuan Anda itu dalam bahasa yang popular di media massa adalah langkah positif.

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 2 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • maryam ahmad mengatakan:

    Terima kasih artikelnya, sangat jelas membedakan mana tulisan ilmiah dan tulisan popular. Saya sedang mencari kata yang pas untuk membedakan antara tulisan ilmiah dan popular. dari artikel ini saya dapat merumuskan dengan mudah.
    terima kasih.

  • maryam ahmad mengatakan:

    terima kasih artikelnya, saya sedang mencari kalimat yang mudah dipahami tentang tulisan popular. Dengan membaca artikel ini, sangat terbantu, terima kasih.

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.