Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kado Ulang Tahun untuk SBY dari APEC 2007

Pertemuan pemimpin Asia-Pasific yan g tergabung dalam Asia-Pasific-Economi Cooperation (APEC) telah berakhir pada hari Minggu, 9 September 2007. Kendati agenda utama pembicaraan adalah mengenai perdagangan global, tetapi salah satu kunci penting yang dihasilkan berkaitan dengan isu lingkungan.

“Dunia perlu memperlambat, menghentikan dan membalikan naiknya emisi gas rumah kaca secara global”. Demikian bunyi kesepakatan forum APEC, berkaitan dengan isu lingkungan dan pemanasan global. Dari 21 anggota Forum APEC, empat negara merupakan penyumbang gas rumah kaca terbanyak: Amerika Serikat, China, Rusia dan Jepang; dengan demikian pernyataan tersebut, kendati lebih bersifat konsensus dan tidak mengikat, berpotensi untuk mempengaruhi wacana dunia berkaitan dengan isu perubahan iklim global.

Pernyataan mengenai isu lingkungan mempunyai dua gol, yang pertama adalah upaya untuk mereduksi adanya “intensitas energi” (jumlah energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi) dan upaya meningkatkan jumlah lingkup hutan mencapai 50 juta are pada 2020, sebagai upaya menyerap gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Kesepakatan ini diharapkan bisa menjadi landasan mengenai kesepakatan perubahan iklim global, bilamana kesepakatan PBB yang tertuang dalam Protokol Kyoto berakhir pada 2012. Pembicaraan berikutnya mengenai isu pemanasan global yang diprakarsai PBB akan dilakukan di Bali pada Desember 2007.

Menarik bagi Indonesia, pada 9 September itu juga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merayakan ulang tahun yang ke-58, bersamaan juga dengan Menlu Australia Alexander Downer. Menarik karena, pada hari itu juga pemerintah Australia memberikan hadiah secara simbolis, berupa sejenis spesies pinus yang telah ada dari zaman dinosaurus; yang menjadi pertanda dimulainya kerjasama pemerintah Indonesia dan Australia untuk penanaman kembali hutan Kalimantan.

Pemerintah Australia akan menyumbangkan 30 Juta dolar Australia dari total 100 juta, yang akan digunakan untuk menanami kembali hutan Kalimantan, sebagai upaya mengurangi gas rumah kaca. Demikian juga pemerintah Amerika Serikat akan memberikan bantuan sebesar 20 Juta dolar Amerika untuk penanaman kembali hutan di Indonesia. Ke 21 anggota APEC merupakan penyumbang 60% dari emisi gas rumah kaca dunia, sehingga kesepakatan untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca merupakan upaya yang penting untuk kelestarian Bumi. Konvesi PBB mengenai perubahan iklim global akan dilakukan di Bali, Indonesia, Desember tahun ini. Tidak hanya sebagai tuan rumah pertemuan, tetapi Indonesia diharapkan bisa lebih berperanan dalam mencari jalan keluar krisis akibat pemanasan iklim global.

Kredit foto: httyp://unitedcats.wordpress.com

 Tentang Penulis: Emanuel Sungging

Emanuel Sungging Emanuel Sungging Mumpuni (a.k.a Sungging, nggieng, Nuel) adalah mahasiswa magister astronomi ITB. Semenjak kuliah S1 di Astronomi ITB, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 2 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

     Beri Komentar

    1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
    2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
    3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
    4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
    5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
    6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
    7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.