Angkasa raya selalu menarik perhatian. Sejak kecil, nyaris di benak setiap orang bertanya: “Adakah manusia di bulan?”, dan sejenisnya. Sayang, makin beranjak dewasa kita makin tak menghiraukan daya tarik itu. Jangan salah, astronomi masih menjadi bidang paling menantang saat ini. Sebut saja aktivitas “Star Party” yang akan dilakukan 25-26 Agustus mendatang. Tertarik untuk bergabung?
Pesta bintang yang satu ini memang beda. Bukan dengan selebriti melainkan dengan bintang sungguhan yang bertaburan di langit malam. Memang ada hal yang tak bisa dipungkiri, pesta bintang atau yang lebih dikenal dengan sebutan star party masih merupakan hal yang asing bagi masyarakat kita. Kata ini memang tidak populer apalagi jika kemudian dikaitkan dengan dunia astronomi.
Star party merupakan istilah yang digunakan untuk pertemuan astronom amatir dengan tujuan mengamati langit. Namun pengamatan bukanlah satu-satunya tujuan. Star party juga sering digunakan untuk menjangkau publik yang memiliki minat sama atau bahkan sebagai ajang untuk membangun ketertarikan publik terhadap langit. Dalam even star party, masyarakat akan diajak untuk mengenal obyek langit dan yang tak kalah menarik, ajang ini biasanya menjadi acara favorit para penggemar astrofotografi untuk mengabadikan gambar-gambar eksotis dari obyek langit.
Mungkin ada yang bertanya ngamat dan motret obyek langit kenapa harus di star party? Sebenarnya pengamatan dan pemotretan obyek langit bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun asal memiliki instrumen yang dibutuhkan. Namun ada syarat lainnya, yakni area tempat dilakukannya pengamatan dan pemotretan tersebut bebas dari polusi cahaya. Semakin sedikit polusi cahaya tentu akan semakin banyak obyek langit yang bisa dilihat. Kalau langitnya seterang area perkotaan Bandung atau kota-kota besar lainnya, hanya sedikit yang bisa terlihat, diantaranya, bulan, beberapa bintang terang dan planet-planet yang terang. Selain itu kendala pengamatan dari dalam kota juga dihadapi dengan keberadaan gedung-gedung yang menghalangi pandangan sehingga medan pandang untuk pengamatan jadi lebih sempit.
Bebas Polusi Cahaya
Itulah sebabnya star party biasanya dilaksanakan jauh dari keramaian kota dan di daerah yang polusi cahayanya sangat minim. Dengan lokasi yang jauh dari polusi cahaya, para pengamat bisa menangkap bintang, planet, maupun deep sky object (cluster, nebula, galaksi). Tapi jangan disangka star party di tempat yang minim cahaya lantas bebas dari polusi cahaya. Kondisi Bulan juga sangat menentukan. Jika kondisi Bulan sedang purnama, maka langit pun akan sangat terang dan obyek-obyek redup di langit tak akan kelihatan. Dan yang pasti, kendala pengamatan terbesar adalah jika langit berawan dan hujan!.
Nah, selain kesempatan bisa melakukan pemotretan, star party juga merupakan ajang sesama penyuka langit untuk berbagi informasi, pengalaman dan ilmu. Di Amerika dan Eropa, kegiatan star party sudah menjadi kegiatan tahunan bagi para pecinta astronomi.
Di Indonesia, astronomi memang masih dianggap minoritas. Tak heran karena astronomi bukan ilmu yang umum dikenal, walaupun sebenarnya astronomi itu umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyata, adalah kalender yang dipakai, waktu sehari yang 24 jam dan yang umum dipakai di Indonesia adalah penggunaan bulan baru (hilal) untuk penentuan hari besar keagamaan.
Komunitas
Peminat astronomi di Indonesia juga tidak sedikit, dibuktikan dengan munculnya komunitas astronomi amatir secara sporadis di berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bondowoso, Solo, dan juga Bogor. Melihat hal ini, teman-teman dari langitselatan.com dan Himastron ITB terdorong untuk mengadakan Astronomical Gathering : Southern Sky Star Party 2007 di penghujung Agustus 2007. Diharapkan melalui star party, akan terbangun sebuah jaringan kerjasama diantara komunitas-komunitas astronomi di Indonesia, memotivasi terbentuknya komunitas sejenis di daerah-daerah sekaligus juga membangun sebuah wadah bersama bagi penyuka astronomi di Indonesia.
Bergabung?
Acara star party yang diadakan 25 dan 26 Agustus mendatang tidak eksklusif menjadi milik komunitas astronomi saja, namun terbuka untuk masyarakat umum yang ingin tau dan tertarik pada Astronomi serta terbuka bagi komunitas-komunitas lainnya yang ingin menjajaki petualangan baru. Siapa tahu akan muncul peminat baru dari komunitas berbeda, sehingga muncul juga ide-ide segar untuk melakukan kegiatan bersama, atau bahkan terbangun sebuah jaringan kerjasama baru yang lintas minat dan ilmu.
Jadi tak ada salahnya kan sesekali berpesta bersama bintang yang bertaburan di malam hari? Tertarik? Yuks gabung…
Info starparty : www.langitselatan.com/starparty



Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!