Beranda > Artikel > Star Party, Ajang Kumpulnya Astronom Amatir Indonesia

Star Party, Ajang Kumpulnya Astronom Amatir Indonesia

Senin, 27 Agustus, 2007 oleh Emanuel Sungging

JAKARTA, Netsains - Akhir pekan kemarin, digelar Southern Sky Astronomy Gathering alias Temu Astronomi Indonesia 2007 yang juga popular dengan sebutan Star Party. Ini adalah kegiatan pertemuan penggemar astronomi, baik amatir maupun profesional. Berlangsung di Stasiun Pengamat Dirgantara LAPAN, Pamulihan, Sumedang Jawa Barat, diharapkan dapat menerapkan langkah bersama dalam menumbuhkembangkan astronomi di Indonesia.

Tercatat sekitar 130 peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara pribadi, keluarga, maupun komunitas-komunitas penggemar astronomi dari berbagai penjuru Indonesia, seperti Himpunan Astronom Amatir Jakarta Cakrawala UPI, Forum Pembina Astronomi Bandung, Kelompok Ilmiah SMU Al-Mutaqin Tasikmalaya; bahkan komunitas-komunitas non-astronomi seperti Jejak Petualang datang untuk menikmati keramaian pesta bintang. Selain peserta dari masyarakat awam acara ini dihadiri oleh perwakilan dar institusi ilmiah yang terkait dengan astronomi, seperti Program Studi Astronomi ITB, Observatorium Bosscha, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementrian Ristek, PP-Iptek dan tentu saja perwakilan pemerintah daerah setempat.

Anak-anak

SSAG tidaklah melulu dominasi orang dewasa, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan, terutama dalam sesi astro-kid menunjukkan, bahwa pengenalan pada semesta dapat diperkenalkan sejak dini, dan diharapkan bisa menumbuhkembangkan kecintaan dan kegairahan belajar, melalu kegiatan-kegiatan kecil tapi membutuhkan kreativitas dan inovasi. Bahkan memotong-motong kertas, membangun bentuk-bentuk sederhana, membutuhkan kreativitas dan ketekunan.

Untuk kegiatan bagi yang remaja, inovasi sederhana seperti yang ditunjukkan oleh SMU Al-Mutaqin Tasikmalaya dengan roket airnya, menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mempunyai ketertarikan besar dalam dunia kedirgantaraan, bahkan dengan peralatan yang seadanya bisa mengkreasikan sebuah karya, sesederhana apapun itu. Kemajuan-kemajuan besar bisa dimulai dari inovasi-inovasi yang kecil.

SSAG hanyalah satu langkah kecil dalam kancah pembelajaran ilmu pengetahuan di Indonesia. Kendati belum bisa menyumbang pada kemampuan siswa untuk terlibat dalam Olimpiade Astronomi yang tingkat nasionalnya akan dilakukan pada September 2007 di Surabaya. Tetapi paling tidak memberi harapan. Harapan bahwa belajar itu seharusnya bukanlah sesuatu yang menakutkan dan membosankan, tetapi bisa menjadi sangat mengasyikan.

Kredit foto: www.skytrip.de

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>