Beranda > Artikel > Mengamati Gerhana Bulan Total dari Pusat Keramaian

Mengamati Gerhana Bulan Total dari Pusat Keramaian

Rabu, 29 Agustus, 2007 oleh Emanuel Sungging

Semalam, terjadi Gerhana Bulan Total untuk yang kedua kalinya dalam tahun 2007. Untuk standar waktu Indonesia bagian Barat, awal terjadinya gerhana, ketika bulan mulai tertutupi oleh bayang semu (penumbra) sebagian, terjadi sekitar pukul 14:53 WIB, lalu keseluruhan permukaan bulan tertutup bayang semu pada pukul 15:51 WIB. Keseluruhan permukaan bulan tertutupi oleh bayang utama (umbra) di sekitar pukul 16:52 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 17:37 WIB. Akhir dari bayang utama terjadi pada pukul 18:22 WIB, dan akhirnya meninggalkan bayang semu pada pukul 19:23,sampai akhirnya kembali purnama pada pukul 20:21 WIB.

Dengan demikian, bagi wilayah Indonesia bagian barat, mulai bisa mengamati, setelah terbitnya Bulan, sekitar pukul 18-an, atau ketika Bulan sudah melewati puncak gerhana. Sedangkan untuk wilayah yang lebih ke Timur bisa lebih beruntung karena berkesempatan mengamati gerhana dalam skala yang lebih panjang, bisa satu atau dua jam lebih panjang, tergantung zona waktunya.

Kendati gerhana bulan total dapat diamati di banyak tempat di muka bumi, tetapi tidak semuanya, dan di banyak tempat gerhana tidak dapat diamati sepenuhnya. Gerhana tidak dapat diamati oleh mereka yang berdiam di eropa, afrika dan asia barat. Dan setiap wilayah di Bumi bisa mengamati dalam rangkaian yang berbeda-beda, tergantung pada standar waktu masing-masing.

Karena gerhana terjadi tidak setiap saat, maka ketika terjadi gerhana, fenomena tersebut menarik untuk dilihat dan dinikmati oleh masyarakat umum. Apakah fenomena ini hanya bisa dinikmati dari observatorium? Tidak juga, gerhana bulan total dapat dinikmati dimana saja, sepanjang kita dapat memandangi bulan tanpa terhalangi. Bahkan gerhana bulan dapat dinikmati ditengah keramaian kota.

Kredit Foto: www.langitselatan.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Emanuel Sungging
Penulis: Emanuel Sungging
Tanggal: Rabu, 29 Agustus, 2007
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Emanuel Sungging Mumpuni (a.k.a Sungging, nggieng, Nuel) adalah mahasiswa magister astronomi ITB. Semenjak kuliah S1 di Astronomi ITB, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan buku "Perjalanan Mengenal Astronomi", sampai dengan penerbitan Internasional, dan sekarang terlibat aktif sebagai reporter & fotografer di Komunitas Astronomi Langit Selatan.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>