Beranda > Artikel > Membubarkan Ristek : Membunuh Industri Dalam Negeri

Membubarkan Ristek : Membunuh Industri Dalam Negeri

Kamis, 2 Agustus, 2007 oleh Budi Rahardjo

Topik yang hangat hari-hari ini adalah komentar tentang penelitian di Indonesia. Bahkan ada usulan untuk membubarkan Kementrian Negara Riset dan Teknologi (Ristek). Komentar-komentar ini menggelikan karena datang dari orang-orang yang tidak mengerti, bahkan belum pernah melakukan penelitian.

Penelitian tidak semudah membalik telapak tangan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak penelitian yang dilakukan seumur hidup sang peneliti, bahkan setelah sang peneliti meninggal dunia masih banyak pertanyaan yang belum terjawab (dan kemudian diteruskan kepeneliti berikutnya).

Mengenai penelitian di Indonesia yang belum terlihat hasil di sisi komersialisasinya memang benar. Kesalahan tidak sepenuhnya di tangan para peneliti. Memang benar ada banyak peneliti yang hanya “dolanan”, main-main, sekedar datang ke tempat kerja untuk membuat proposal saja. Penelitian dilakukan dengan “ecek-ecek” dan hasilnya hanya berupa kertas yang nantinya dijual secara kiloan. Yang ini memang salah peneliti (dan lingkungan tempat dia bekerja). Saya akui memang jumlahnya masih banyak.

Komersialisasi

Namun, jangan salah, masih banyak juga peneliti yang sungguh-sungguh meneliti. Mereka meneliti terus, meskipun kadang harus dengan menggunakan uang sendiri. Meskipun dengan sungguh-sungguh, hasil penelitian tidak selamanya dikomersialisasikan. Ada banyak faktor lain, seperti pelaku industrinya yang tidak tertarik dengan penelitian itu sendiri. Kebanyakan pelaku di Indonesia bukanlah industri akan tetapi pedagang trader). Tidak ada salahnya menjadi pedangan. Singapura pun bisa maju dari perdagangan. Namun jangan meminta pedagang untuk berlaku
sebagai industriawan.

Meminta peneliti untuk mengkomersialisasikan hasil penelitiannya juga kurang masuk akal. Orang yang menjalankan bisnis memiliki tipe (karakter) yang berbeda dengan orang yang melakukan penelitian. Sangat tidak adil meminta peneliti untuk menjadi pelaku bisnis. Jika mereka melakukannya, kebanyakan hanya sekedar coba-coba.

Membunuh Industri

Apa yang ingin saya katakan? Ada banyak aktor dan perannya. Ada peneliti, pelaku industri, pedagang, pengembang bisnis, pemerintah, dan seterusnya. Menutup Kementrian Ristek sama dengan mematikan salah satu katalis untuk terciptanya industri yang bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia. Yang penting adalah masing-masing aktor bersungguh-sungguh dengan perannya sehingga tidak hanya sekedar bermain di panggung saja. Mungkin analogi yang saya gunakan salah karena nanti ini bisa dijadikan alasan oleh para peneliti untuk berpura-pura meneliti sebagaimana aktor film?

1 Komentar untuk “Membubarkan Ristek : Membunuh Industri Dalam Negeri”

  1. langkah ini perlu, bila kementrian benar2 mandul. tp buktinya sudah banyak penelitian yg secara nyata telah diaplikasikan oleh masyarakat dan secara nyata meningkatkan taraf hidup masyarakat. tapi lebih banyak hal/penelitian yg tidak menghasilkan apa-apa. jd perbaiki dl sebelum dibubarkan.

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>