Lelaki Lebih Rajin “Beres-beres” Saat Masih Berstatus Pacar
JAKARTA, Netsains - Bagi para cewek, jangan heran jika punya pacar yang rajin beres-beres rumah, bahkan juga suka memasak. Tapi kelak kalau sudah jadi suami, mereka justru akan malas melakukan pekerjaan rumah tersebut. Mengapa? Sebuah studi sosiologi membuktikan bahwa pernikahan di negara modern pun tetap memegang nilai tradisional ikwal peran lelaki dan perempuan.
Lelaki yang belum menikah terlibat lebih banyak pekerjaan rumah tangga daripada yang sudah menikah. Sedangkan perempuan justru kebalikannya. Demikianlah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh ilmuwan sosiologi Amerika Serikat belum lama ini. “Pernikahan sebagai sebuah institusi memiliki efek tradisional bagi pasangan suami istri, bahkan pada pasangan yang sudah menganggap bahwa lelaki dan perempuan itu sejajar sekalipun,” ujar Shannon Davis, pakar sosiologi dari George Mason University, Virginia.
Davis dan timnya melakukan studi terhadp 8119 lelaki dan 9517 perempuan dari 28 negara baik yang sudah menikah maupun belum selama tahun 2002. Hasilnya, kaum Adam melakukan pekerjaan rumah selama 9 jam seminggu, sedangkan perempuannya 20 jam seminggu. Namun pada lelaki lajang, dijumpai bahwa mereka lebih banyak melakukan pekerjaan rumah daripada yang sudah menikah. Kebalikannya, perempuan lajang lebih sedikit melakukan “beres-beres” rumah daripada saat mereka sudah menikah. Artinya, setelah menjadi istri, kaum Hawa lebih banyak memegang sapu daripada saat masih gadis.
Faktor Ekonomi
Ini memperlihatkan bahwa di negara maju sekalipun, pernikahan masih menjadi institusi tradisional yang membuat perempuan didudukan sebagai ibu rumah tangga kendati pasangan itu berwawasan modern. Peran suami dan istri tetap kuat pada kehidupan yang sudah mengenal ekualitas atau persamaan gender. Studi ini juga mengatakan bahwa suami yang berpenghasilan lebih rendah dari istrinya akan melakukan kerja rumah lebih banyak ketimbang yang berkantong tebal. Apa bisa disimpulkan bahwa jika makin kaya si lelaki maka ia makin terbebas dari beban “beres-beres” rumah? Bisa jadi. Sebab kian sebuah keluarga berpenghasilan tinggi, mereka mampu membayar orang lain untuk membereskan rumahnya. Dan suami istri tidak perlu pusing dengan pembagian tugas siapa yang harus menyapu hari ini.
Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.com
Kredit foto: www.a4me.org.uk











Beri Komentar