Beranda > Artikel > Gerhana Bulan Total, Besok Malam

Gerhana Bulan Total, Besok Malam

Senin, 27 Agustus, 2007 oleh Syariful Anwar

JAKARTA, Netsains - Lagi, penggemar astronomi akan dipuaskan habis bulan ini. Bukan hanya pehobi astronomi, melainkan masyarakat luas. Gerhana bulan seperti biasa menarik perhatian banyak orang. Pada 28 Agustus ini, Gerhana Bulan Total (GBT) seri Saros 128 akan terjadi. Ini merupakan Gerhana Bulan ke 40 dari 71 Gerhana Bulan dalam seri Saros 128.

“Pada musim gerhana kedua ini kedudukan Bulan dan Matahari seolah bertukar tempat,” jelas Dr. Moedji Raharto dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB seperti yang dikutip dari Langitselatan.com. “Kalau pada GBT 3-4 Maret 2007 Matahari berada di arah rasi Aquarius maka pada GBT 28 Agustus 2007, Bulan berada di arah rasi Aquarius dan Matahari di arah rasi Leo. Gerhana Bulan ini bisa disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada sore hari Bulan terbit dalam keadaan gerhana.”

Menarik

GBT lebih menarik dibanding gerhana bulan sebagian, sebab pada saat itu bulan akan tepat berada pada daerah umbra. Umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana. Berarti saat itu keadaan akan gelap gulita. Sedangkan pada gerhana bulan sebagian masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan. Gerhana bulan sebagian juga akan terjadi pada 11 September 2007 mendatang

Pada GBT 28 Agustus 2007, awal gerhana dapat disaksikan di Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Antarctica , New Zealand, Australia bagian timur, timur laut Asia, lautan Pacific, lautan Atlantik bagian barat; Indonesia, Asia Timur, lautan India. Akhir gerhana Bulan Total dapat disaksikan di Afrika, Europa, Asia Barat, Queen Maud Land di Antarctica, Semenanjung Antarctic, America Selatan, eastern North America, Greenland, kawasan Arctic, lautan Atlantik, barat lautan Indian. “Bagi yang tinggal di Indonesia untuk mengamati gerhana , cari lokasi lapang di kaki timur langit. Daerah lapang kira – kira 20 derajat di selatan titik lokasi Matahari terbit . Kalau kita menghadap ke timur, arah tangan kanan adalah arah Selatan. Lokasi harus cukup lapang tidak ada halangan bangunan atau pohon agar bisa menyaksikan gerhana Bulan mulai Bulan terbit,” jelas Moedji yang menetap di kawasan Kompleks Observatorium Bosscha, Lembang Bandung ini.

13 Fasa

Tahun 2007 terdapat 13 fasa Bulan Purnama. Yang pertama pada 3 Januari 2007 dan yang terakhir 24 Desember 2007. Bulan Juni 2007 terdapat 2 fasa bulan Purnama yaitu 1 Juni 2007 (pertengahan Jumadil Awal 1428 H) dan 30 Juni 2007 (pertengahan bulan Jumadits Tsani). Dua diantara 13 fasa Bulan Purnama berlangsung pada musim gerhana yaitu 3-4 Maret 2007 dan 28 Agustus 2007.

Dalam 19 tahun terdapat 235 kali Bulan Purnama. Bulan Purnama itu tersebar 7 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 13 Bulan Purnama ( total 91 Bulan Purnama) dan 12 tahun dengan setiap tahun terdiri dari 12 Bulan Purnama (144 Bulan Purnama). Pada tahun 2007 terdapat 13 bulan Purnama, Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1427 H (3 Januari 2007) sampai Purnama pertengahan bulan Dzulhijjah 1428 H (24 Desember 2007). GBT pertama akan berlangsung pada pertengahan bulan Safar 1428 H ( 3-4 Maret 2007) dan pertengahan bulan Sya’ban 1428 H (28 Agustus 2007).

Secara umum di Indonesia tidak bisa menyaksikan keseluruhan momen rangkaian gerhana Bulan Total baik untuk GBT 4 Maret 2007 (GBT Maret 2007) atau GBT 28 Agustus 2007 (GBT Agustus 2007). Dari kedua momen gerhana yang bisa disaksikan di Indonesia Bulan Terbenam dalam keadaan Gerhana dan Bulan Terbit dalam keadaan Gerhana.

Kredit foto: BBC.co.uk

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>