Ayo Coba Abadikan Hujan Meteor Perseid
JAKARTA, Netsains - “Sayang sekali, semalam lampu-lampu di kompleks rumah sangat terang benderang. Akibatnya saya tidak bisa nonton hujan meteor yang disebut-sebut itu,” ungkap Lani Jokowati kepada Netsains.Com. Lani adalah satu di antara warga Jakarta yang kecewa tak dapat menyaksikan hujan meteor yang sudah disinggung jauh-jauh hari. Senin 13 Agustus dini hari, tepatnya pukul 2.00 WIB, terjadi fenomena alam hujan meteor Perseid.
“Memang jika ingin melihat dengan jelas maka harus bebas polusi cahaya,” ujar Avivah Yamani, sarjana Astronomi ITB, dengan topik kajian Tata Surya dan Ekstrasolar Planet. Dinamakan hujan meteor Perseid karena terjadi di rasi Perseus. Hujan meteor terjadi karena bumi berpapasan dengan meteor, sehingga ada debu atau batuan kecil yang melintasi bumi atau masuk ke orbit bumi. Sebagian besar debu itu sudah terbakar di atmosfer, sehingga tidak ada yang lolos ke bumi. Namun ada kemungkinan debu yang sampai ke bumi. Jika ada yang kecewa tak bisa menyaksikan hujan meteor ini, menurut Avivah tak perlu kecewa, sebab bulan September nanti akan ada lagi peristiwa serupa. Sedangkan hujan meteor Perseid sudah berlangsung sejak 17 Juli lalu dan berakhir 24 Agustus nanti. Hanya memang puncaknya adalah pertengahan bulan Agustus ini.
Mengabadikan
Untuk bisa melihat hujan meteor tidak dibutuhkan teleskop, sebab bisa dilihat dengan mata telanjang ke arah timur laut. Ini merupakan peristiwa alam tahunan. Meteor yang terbakan ini adalah objek angkasa pecahan komet Swift-Tuttle. Komet ini terbentuk ketika melintasi bagian dalam orbit matahari dan terjadi setiap 133 tahun sekali. Komet ini sudah ditemukan sejak tahun 1863. Ukuran komet ini lebih dari 9 kilometer lebarnya dan baru akan mendekati bumi lagi pada 2126.
Jika ingin mengabadikan momen ini dengan kamera, bisa dilakukan saat cahaya bulan cukup baik. Memotret meteor memang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. Paling mudah adalah dengan menggunakan kamera jenis Single Lens Reflect (SLR). Pakailah lensa dengan lebar standar 50mm dengan bantuan tripod. Tapi paling direkomendasikan adalah lensa berukuran 35-50mm, sebab makin panjang lensa, makin sedikit meteor yang bisa tertangkap kamera.
Kredit foto: http://mutoha.blogspot.com














tunggu2 mulai jam 23.00 hujan meteor pe makanan habis ga muncul jg, bulan sangat terang jadi susah sekali melihat meteor dengan mata telanjang.
meteor2 kunanti2, kapan lagi ada??????????????
ampe ja .0300 gak nongol, masalhnye langit berkabut, apakah itu efek adanya hujan meteor ya…….