Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Peranti Penerjemah Eskpresi Wajah

Jakarta, Netsains.

Mau tahu apakah Anda disukai orang atau tidak? Mudah saja. Letakkan foto Anda di banyak tempat. Bagaimana respon orang banyak saat menatap foto diri Anda, itulah cermin dari perasaan mereka. Dan eskpresi itu dapat dibaca oleh sebuah program komputer.

Ekspresi wajah ini dapat dibaca oleh teknologi yang dikembangkan tim ilmuwan dari Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS di Erlangen, Jerman. Sistem ini memungkinkan kita mengenali detail ekspresi wajah dan langsung diartikan bagaimana perasaan hati mereka.

Ekspresi mimik ini dikenali dari sistem alogaritma kompleks yang disimpan dalam citra wajah manusia. Antara lelaki dan perempuan saling dibedakan.

“Peranti lunak penganalisa wajah ii berjalan secara real time,” jelas Dr. Christian Küblbeck, manajer proyek IIS seperti yang dikutip Science Daily belum lama ini. “Kelebihannya, sistem ini dapat menangkap dan menganalisa sejumlah besar ekspresi wajah secara simultan.”

Karakter wajah yang paling penting yang dipakai oleh sistem ini adalah kontur muka, mata, alis dan hidung. Dalam kondisi normal, sebuah computer akan membandingkan 30.000 karakter wajah dengan informasi yang ada pada hasil pembelajaran terdahulu.

Peranti lunak ini diminati oleh para pemasang iklan yang berharap bisa paham bagaimana respon publik terhadap iklan yang mereka pajang di tempat umum. Namun bukan tak mungkin kelak para politikus juga akan tertarik untuk menggunakannya dalam masa kampanye.

Sementara para pengoprek komputer lebih suka memakainya untuk menguji apakah program ciptaannya cukup disukai pengguna. Sistem ini menganalisa ekspresi wajah pengguna komputer, dan mampu mengenali bagaimana responnya terhadap suatu program. Jika kening Anda berkerut dan bibir mengerucut, disertai kata-kata makian, tak pelak lagi, Anda benci terhadap suatu program komputer.

Sedangkan pihak kepolisian bisa juga memanfaatkannya untuk mengenali wajah-wajah orang yang ingin berbuat jahat, pemabuk, pengguna narkoba, dan sebagainya. Agaknya privasi kita makin berkurang saja ya?

Diterjemahkan secara bebas dari ScienceDaily

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • face recognition ya...
    dulu sempat berminat membuat thesis tentang ini
    tetapi batal karena menurut dosen research di bidang ini belum cukup mapan dan lumayan susah juga buatnya :P

    info tambahan, face recognition bekerja dengan mendeteksi garis2 (garis hidung, garis mata, garis mulut, dll) pada wajah berdasarkan perbedaan warna, lalu garis2 itu dipetakan (jarak antar garis,dll) dan selanjutnya dibandingkan dengan foto lain (yang sudah tersimpan sebelumnya)
    sedangkan kalau untuk mengenali ekspresi, mungkin yang dideteksi itu garis mulut ya

    kedepannya face recognition ini akan sangat berguna
    salah satu contoh penggunaan untuk mencari orang...
    misal anak kita tersesat di mall
    akan dapat dicari dengan membandingkan citra yang tertangkap di kamera pengawas (CCTV) dan foto anak kita, dan banyak sekali kegunaan2 lainnya

    tetapi setahu saya di beberapa negara yang sudah mengimplementasi face recognition ini untuk mencari penjahat, tingkat keberhasilannya masih kecil
    karena itulah masih butuh research yang banyak di bidang ini
blog comments powered by Disqus