Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Final L`Oréal Indonesia Fellowships For Women In Science

Untuk ke empat kalinya, program L`Oréal Indonesia Fellowships For Women In Science bersama UNESCO digelar. Hingga hari ini, proses seleksi telah menghasilkan delapan finalis perempuan pintar se-Indonesia untuk tahun ini.

Setelah diseleksi dari 65 aplikasi dari seantero Indonesia, terpilih nama-nama Lily Arsanti Lestari, STP.MP-Dosen Program Studi Gizi Kesehatan FK UGM, Silvia Tri Widyanintyas,Drh.,M.Biomed- Asisten Peneliti IHVCB-UI , Dr. Uun Yanuhar, Spi, Msi.- Dosen Fak.Perikanan UNIBRAW, Ana Indrayati, M.Si-Peneliti Pusat Ilmu Hayati, Dr. Munti Yuhana, Spi., Msi-Staf Pengajar FPIK IPB, Widyastuti, S.Si, Msi-Dosen Teknik Material & Metalurgi Fak. Tek.Industri, ITS- Surabaya, Wiratni, ST., M.T.,

Ph.D.-Dosen Jur.Tek. Kimia, Fak. Teknik UGM dan Dr. Ratnawulan-Dosen Univ. Negeri Padang.

Dari delapan nama ini akan dipilih tiga pemenang yang akan meraih beasiswa sebesar Rp.60 juta bagi masing-masing pemenang. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Kamis, 12 Juli 2007 mendatang di Museum Nasional.

Tim juri terdiri atas sejumlah ilmuwan terkemuka Indonesia yang diketuai oleh Dr. Endang Sukara, APU selaku Deputi Bidang Ilmu Hayati, LIPI.

“Kami sangat puas melihat antusiasme yang begitu tinggi dari calon peserta dengan berbagai tema riset yang sangat menarik. Hal ini membuktikan bahwa peneliti muda wanita Indonesia mempunyai banyak potensi yang perlu digali dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan kolega-kolega dari mancanegara. Seiring dengan misi L`Oréal dan UNESCO yakni memberikan penghargaan untuk dunia sains pada skala global, kami yakin program ini dapat menghasilkan calon peneliti baru yang berprestasi,” demikian ujar Endang.

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
blog comments powered by Disqus