Siapa bilang perempuan cantik identik dengan otak kosong? Audrey Clarissa bukan hanya cantik, tapi juga pintar, pandai bergaul, bahkan menjadi presiden International Pharmaceutical Students Federation (IPSF) pertama dari Asia.
Siapakah Audrey? Gadis kelahiran Bandung, 5 Januari 1985 ini adalah alumni Sekolah Farmasi ITB angkatan 2002. Saat diwawancarai oleh Netsains.Com akhir pekan ini melalui Yahoo Messenger, Audrey tengah sibuk mempersiapkan kongres IPSF di Taiwan. Ia sendiri bermukim di Denhaag, Belanda.
Berikut obrolan ringan NetsainsCom dengan Audrey.
NS: Ooo karena kamu aktif berorganisasi ya? Kalau prestasi di kampus gimana?
NS: Kenapa tertarik dengan farmasi?
NS: Industri farmasi di indonesia kan sepertinya hanya impor obat dari luar, jarang yang ngembangin sendiri. Gimana komentar kamu? Kita sebenernya punya potensi kan untuk ngembangin obat tradisional?
NS: Nah, orang Indonesia kan banyak yang pintar. Kenapa ya Indonesia ngga maju-maju? Hehehe.
AC: Bisa kok kalau mau. Masalah utama indonesia itu ada di koordinasi. Kadang yang pinter ogah ketemu orang yang tepat untuk bisa menyalurkan ide mereka. Kadang juga yang pinter dipersulit dengan berbagai birokrasi. Atau yang pinter asyik dengan dunianya sendiri.
Obrolan sempat terputus beberapa kali karena penyuka peliharaan anjing ini masih sibuk mempersiapkan kongres September mendatang. Namun Audrey memang pribadi yang hangat dan bersahabat. Sampai-sampai ia mengaku bahwa hobinya adalah mengobrol dan tidur saja, tidak lebih. Nah, siapa bilang cewek cantik itu bodoh? Asal tahu saja, mojang priangan ini lulus dari ITB dengan IPK 3,59 dari skala 4.
Jangan lupa, Audrey berjanji akan menjadi kontributor Netsains.Com setelah ia selesai dengan kesibukannya di kongres IPSF September mendatang. Ia mendukung sekali upaya Netsains.Com menjadi media sains dan teknologi yang mampu menjembatani pola pikir beragam kalangan di Indonesia, khususnya anak muda.
IPSF yang dipimpin adalah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan 350.000 mahasiswa farmasi di lebih dari 70 negara dan diakui memiliki ikatan kuat dengan organisasi PBB seperti WHO , UNESCO dan Ecosoc .
Kredit foto: www.ipsf.org


