Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Audrey Clarissa kepada Netsains: Orang Genius Juga Harus Gaul

Siapa bilang perempuan cantik identik dengan otak kosong? Audrey Clarissa bukan hanya cantik, tapi juga pintar, pandai bergaul, bahkan menjadi presiden International Pharmaceutical Students Federation (IPSF) pertama dari Asia.

Siapakah Audrey? Gadis kelahiran Bandung, 5 Januari 1985 ini adalah alumni Sekolah Farmasi ITB angkatan 2002. Saat diwawancarai oleh Netsains.Com akhir pekan ini melalui Yahoo Messenger, Audrey tengah sibuk mempersiapkan kongres IPSF di Taiwan. Ia sendiri bermukim di Denhaag, Belanda.

Sejak tahun lalu, perempuan yang hobi jalan sama teman-teman ini meluangkan penuh waktunya menjadi presiden IPSF di Negeri Kincir Angin itu.
Berikut obrolan ringan NetsainsCom dengan Audrey.
Netsains.Com (NS) : Bisa terpilih jadi presiden IPSF gara-gara apa ya?
Audrey Clarissa (AC) : Gara-gara aktif di IPSF, terus jadi ketua acara Asia Pacific Pharmaceutical Symposium yang sukses berat. Lalu teman-teman merekomendasikan jadi presiden, deh.

NS: Ooo karena kamu aktif berorganisasi ya? Kalau prestasi di kampus gimana?

AC: Prestasi di kampus baik- baik. Masih lulus tepat waktu dan di atas rata-rata..Masih bangga lah.

NS: Kenapa tertarik dengan farmasi?

AC: Soalnya kesehatan itu penting. Kalau banyak dokter tapi ngga ada apoteker, kesehatan ngga akan tambah baik.

NS: Industri farmasi di indonesia kan sepertinya hanya impor obat dari luar, jarang yang ngembangin sendiri. Gimana komentar kamu? Kita sebenernya punya potensi kan untuk ngembangin obat tradisional?

AC: Potensi sih banyak, untuk ngembangin pasti bisa. Kalau kita mau koordinasi baik bisa diselesaikan. Dana dan otak-otak orang Indonesia yang pintar bisa dikoordinasikan dengan perencanaan yang baik maka menghasilkan kualitas yang baik.

NS: Nah, orang Indonesia kan banyak yang pintar. Kenapa ya Indonesia ngga maju-maju? Hehehe.

AC: Bisa kok kalau mau. Masalah utama indonesia itu ada di koordinasi. Kadang yang pinter ogah ketemu orang yang tepat untuk bisa menyalurkan ide mereka. Kadang juga yang pinter dipersulit dengan berbagai birokrasi. Atau yang pinter asyik dengan dunianya sendiri.

NS: Kurang koordinasi itu antara ilmuwan, pemerintah dan industri ya?
AC: Ya, banyak riset bagus masih masuk dalam lemari saja. Mereka masin-masing tidak berusaha berpikir dengan cara pandang orang lain.
NS: Berarti, orang pintar juga harusnya bisa bergaul ya, bukan hanya pintar di bidangnya saja?
AC: Betul. Bahkan kadang yang muda saja bisa sakit kepala..hahaha.
NS: Kamu setuju kan bahwa perempuan selain cantik juga harus pintar? Ada anggapan bahwa cewek cantik itu bego.
AC: Ya, legally blonde. Aku baru sadar dengan penampilan juga baru-baru ini saja. Dulu aku cuek abis. But later I know – first impression is important, second and until end is brain.

Obrolan sempat terputus beberapa kali karena penyuka peliharaan anjing ini masih sibuk mempersiapkan kongres September mendatang. Namun Audrey memang pribadi yang hangat dan bersahabat. Sampai-sampai ia mengaku bahwa hobinya adalah mengobrol dan tidur saja, tidak lebih. Nah, siapa bilang cewek cantik itu bodoh? Asal tahu saja, mojang priangan ini lulus dari ITB dengan IPK 3,59 dari skala 4.

Jangan lupa, Audrey berjanji akan menjadi kontributor Netsains.Com setelah ia selesai dengan kesibukannya di kongres IPSF September mendatang. Ia mendukung sekali upaya Netsains.Com menjadi media sains dan teknologi yang mampu menjembatani pola pikir beragam kalangan di Indonesia, khususnya anak muda.

IPSF yang dipimpin adalah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan 350.000 mahasiswa farmasi di lebih dari 70 negara dan diakui memiliki ikatan kuat dengan organisasi PBB seperti WHO , UNESCO dan Ecosoc .

Kredit foto: www.ipsf.org

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
blog comments powered by Disqus