60 Tahun Misteri UFOs: Fakta atau Fiksi?
Tahun ini, tepat 60 tahun sejak dilaporkannya keberadaan piring terbang. Selama 60 tahun itu pula manusia dipusingkan dengan pertanyaan apa benar ada mahluk hidup lain di luar sana. Apakah mereka memang pernah mengunjungi bumi seperti yang kerap diberitakan selama ini?
Adalah Kenneth Arnold yang secara tak sengaja mengaku menyaksikan objek terbang berbentuk piring di dekat gunung Rainer, Washington. Sejak itu heboh serangkaian berita yang juga menjadi tonggak sejarah adanya Unidentified Flying Objects (UFOs).
Yang paling menggemparkan adalah laporan adanya UFOs di Roswell, New Mexico. Isu itu dianggap sekadar angin lalu. Angkatan Darat AS mengira orang hanya salah melihat balon terbang sebagai UFOs. Sampai sekarang memang belum ditemukan bukti ilmiah tentang adanya mahluk angkasa luar atau alien walau begitu banyak riset dilakukan ke arah itu.
Tapi sudah ada ribuan orang sejak tahun 1947 mengklaim pernah menyaksikan objek aneh di angkasa. Kementrian Pertahanan AS bahwa melakukan investigasi tersendiri bagi fenomena ini. Sejak 60 tahun lalu tak kurang dari 10.000 saksi mata melaporkan kasus alien. Sebuah surat kabar AS melakukan survei pada 1998, hasilnya sebanyak 33 persen lelaki dan 24 persen perempuan percaya bahwa alien memang pernah mengunjungi bumi.
Keyakinan
David Clarke, dosen bidang jurnalistik, telah menghabiskan 30 tahun mempelajari UFOs serta aspek sosiologi piring terbang. Ia sendiri bukan orang yang percaya tentang UFOs, namun ia yakin bahwa ada fenomena yang selayaknya dikenali oleh ilmuwan. Ada para ahli ufologi, orang yang membandingkan fenomena adanya UFOs dan tidak ada terus berusaha mengurai setiap inseden dan menjelaskan dengan beragam aspek.
Selama ini orang mengaitkan banyak peristiwa di angkasa dengan keberadaan UFOs. Misalnya saja sundog, bintik menyerupai pelagi di awan yang muncul akibat refraksi matahari di bagian lain langit. Atau pecahan-pecahan benda antariksa, meteor, awan berbentuk kepingan piring, bahkan planet Venus yang nampak mendekati langit, kerap dikaitkan dengan munculnya UFOs.
Masa keemasan dimana penampakan UFOs banyak dilaporkan adalah selama Perang Dunia II, terutama menjelang Perang Dingin. “Kami memproyeksikan bahwa keyakinan itu muncul akibat ketakutan masyarakat terhadap perang,” demikian Clarke seperti yang dikutip BBC News. “
Fenomena UFOs juga dikaitkan dengan keyakinan modern akan teori konspirasi, kombinasi antara kebutuhan meyakini lebih dari sekadar hal duniawi dalam dunia rasional yang terus meningkat dan ketidakpercayaan pada kekuasaan.
Tahun 1990-an dianggap sebagai masa keemasan kedua bagi kalangan yang percaya akan UFOs. Paul Devereux, pengamat UFOs, menyebut serial TV X-Files sebagai salah satu tonggak akan kelahiran kembali para ufologi. Serial ini dibalut dengan kerangka rasio yang cukup lumayan dibandingkan dengan film fiksi ilmiah tentang UFOs sebelumnya.
Bagaimana dengan dekade sekarang ini? Apakah UFOs akan kembali menjadi isu heboh, atau justru tenggelam akibat makin pesatnya perkembangan teknologi? Kapan kira-kira misteri UFOs bisa tersibak berkat kecanggihan sains dan teknologi? Agaknya harus bersabar menanti, sebab hingga kini ilmuwan belum juga mampu menjawab pertanyaan , “Adakah mahluk hidup lain di luar sana?”.
Diterjemahkan secara bebas dari BBC News Online














Beri Komentar