Peta Digital Indonesia Masuk Peta Virtual Dunia
JAKARTA, Netsains.
Kemana sebaiknya lari jika ada gempa, banjir atau bahkan tsunami? Pertanyaan itu bias terjawab jika kita sudah punya peta komplit topografi.
Apa itu peta topografi? Di ensiklopedi online Wikipedia dipaparkan: “A topographic map is a detailed and accurate graphic representation of cultural and natural features on the ground.”
Jadi peta ini tak hanya memberi panduan lokasi seperti halnya peta biasa, melainkan lebih detail lagi hingga ke ketinggian tanah, permukaan sungai, struktur bangunan, dan sebagainya. Peta semacam ini sangat berguna untuk memantau dimana lokasi aman kalau terjadi bencana seperti gempa, banjir, tsunami, dan sejenisnya. Di Indonesia, adalah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) yang menangani seluk beluk pembuatan peta wilayah. Ini merupakan institusi pemerintah yang bertanggung jawab menciptakan dan mengelola peta-peta geografis Indonesia berskala besar. Hingga kini kita memang masih minim dengan peta-peta topografi per wilayah yang mampu dijadikan acuan saat bencana melanda.
Berita baiknya, BAKOSURTANAL kini dibantu Tele Atlas akan menggabungkan peta digital miliknya beserta seluruh database wilayah Indonesia yang telah ada hingga September 2007. Peta Indonesia merupakan bagian dari solusi virtual peta Asia Tenggara yang sempurna dari Tele Atlas yang juga termasuk wilayah luas Singapura, Malaysia dan Thailand.
Peta-peta yang disediakan oleh perusahaan termasuk data topografis berskala 1:25.000 dari wilayah Jawa dan Bali dan akan memperkaya peta digital Tele Atlas dengan konten yang lebih detail dari jaringan jalan untuk navigasi serta cakupan luas wilayah point-of-interest (POI) di seluruh kota besar di Indonesia.
“Tele Atlas merupakan perusahaan pertama yang mendapatkan ijin untuk peta topografi BAKOSURTANAL, yang isinya akan memperkaya lebih lanjut solusi navigasi dan layanan pelacakan (LBS) sejalan dengan makin meningkatnya permintaan pasar regional untuk solusi dan layanan produk-produk seperti ini,” ungkap Tele Atlas Asia Pacific Chief Operating Officer Mark Steele.
GPS
Dengan kerjasama ini maka kondisi topografi Indonesia akan masuk dalam database peta virtual dunia. Jika peta virtual ini diperbarui secara berkala, maka akan kian melengkapi kinerja Global Positioning System (GPS) yang kini kian banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tele Atlas menyediakan peta-peta digital dan konten dinamis yang sangat dibutuhkan oleh layanan navigasi dan pelacakan (location-based services/LBS) dunia. Informasi ini merupakan dasar dari beragam sistem navigasi personal dan navigasi in-car serta aplikasi-aplikasi peta mobile dan internet yang akan membantu para pengguna menemukan orang, tempat, produk dan layanan yang mereka butuhkan, dimana pun mereka berada.













Thanks untuk info nya….
wow!!!! kta2 baru tau tuch, aduh neng makasih atas infone yaaa…..!!!!! kalo ada tsunami , gempa, banjir bandang dan lain22 kta22 pasti sudah tahu kta meski run kemane??/ thanks nyu !! situbondo jawa timur punya.