Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kalender Bundar yang Kontroversial

Kalender di masa lampau sangat berbeda dengan kalender modern yang kita kenal sekarang. Lalu, seperti apakah kalender zaman dulu? Temuan dari zaman perunggu yang diperkirakan berusia 3600 tahun di Nebra, Jerman, menguak misteri sejarah kalender. Kepingan itu akhirnya disebut sebagai kepingan Nebra, sebuah logam bundar yang dihiasi simbol matahari, bulan dan bintang.

Para ahli arkeologi menyimpulkan bahwa kepingan tersebut berguna untuk melacak empat kunci utama penanggalan selama satu tahun penuh pada zamannya. Penanggalan tersebut utamanya digunakan demi penyelengaraan seremonial keagamaan. Kepingan Nebra disebut sebagai satu dari temuan paling sensasional dan controversial di bidang arkeologi dalam sepuluh tahun terakhir. Artefak Nebra sudah ditemukan sejak 1999 silam oleh pemburu harta karun. Adalah polisi Basel, Swiss, yang menangkap mereka dan menyita barang tersebut. Namun selama ini ilmuwan masih diliputi misteri mengenai apa sesungguhnya kegunaannya. Kepingan dengan lebar 32 sentimeter tersebut berasal dari zaman perunggu dan kemungkinan memiliki versi palsunya.

“Arkeolog Jerman tidak yakin betul bahwa temuan ini palsu. Bisa jadi selama ini terpendam sekian lama dan tergali tak sengaja akibat halilintar,” ungkao Peter Schauer, ilmuwan dari University of Regensburg seperti yang dikutip BBC News belum lama ini.

Dalam studi terakhir tentang artefak itu, Emilia Pasztor dari Matrica Museum di Hunggaria dan Curt Roslund dari Gothenburg University, Swedia, menetapkan bahwa kepingan Nebra berasal dari tahun 1800 sebelum masehi.

Dua lengkungan emas di bagian luar kepingan menyimbolkan matahari terbit dan tenggelam yang bergerak secara horizontal antara gerakan matahari musim dingin dan panas. Lengkungan itu sekitar 82 derajad, melambangkan perjalanan matahari pada latitude yang spesifik.

Namun keabsahan bahwa artefak itu adalah kalender kuno, masih menjadi kontroversi di kalangan ilmuwan sendiri. “Saya tak yakin bahwa mereka sudah menggunakan instrumen untuk mengobservasi objek di angkasa,” argumen Curt Roslund, astronom dari Gothenburg. Perdebatan mereka diulas dengan rajin di jurnal Antiquity.

 Tentang Penulis: Syariful Anwar

Syariful Anwar Lebih dikenal di dunia cyber sebagai logC atau NightCrew. Terjun ke dunia cyber khususnya cyber underground sejak pertama kali mengenal teknologi jaringan pada usianya yang sangat belia. Mempelajari secara autodidak dan aktif dari berbagai komunitas pemerhati topik-topik keamanan sistem dan jaringan di internet. Pernah menjadi anggota, memimpin dan ikut mengembangkan komunitas Kecoak Elektronik Indonesia. Pengurus di IlmuKomputer.Com dan instruktur di Brainmatics.Com. Memiliki profesi tetap ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.