Beranda > Artikel > Hari Kebangkitam Teknologi Nasional (Hakteknas)

Hari Kebangkitam Teknologi Nasional (Hakteknas)

Selasa, 26 Juni, 2007 oleh Merry Magdalena

Setiap 10 Agustus ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) sebab pada tanggal itu, untuk pertamaklinya anak bangsa Indonesia telah berhasil menciptakan pesawat Gatotkaca N-250. Keberhasilan memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai teknologi tinggi yang serba canggih ini merupakan suatu lompatan yang sangat berarti dari upaya penguasaan teknologi penerbangan yang mendapat sambutan hangat, tidak saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Apalagi pesawat N-250 produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara itu (sekarang bernama PT Dirgantara Indonesia=PTDI) merupakan satu-satunya pesawat berbaling-baling yang menggunakan teknologi flyby wire yang sangat maju. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika berbagai kalangan masyarakat Indonesia — seperti para cerdik cendekiawan, alim ulama, serta wakil-wakil rakyat di DPR — menyuarakan keinginan mereka untuk menjadikan tanggal 10 Agustus sebagai suatu hari yang pantas dijadikan tonggak per­jalanan iptek bangsa Indonesia. Memang apabila dilihat artinya bagi sejarah pembangunan bangsa, peristiwa itu mungkin dapat dianggap layak bila di­sejajarkan dengan tonggak-tonggak penting lain yang sudah dijadi­kan hari nasional bangsa Indonesia seperti Hari Kebangkitan Na­sional 20 Mei atau hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Berdasarkan masukan dari masyarakat tadi, pada tanggal 6 Oktober 1995 Presiden Republik Indonesia melalui Keppres Nomor 71 Tahun 1995 menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS).

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Selasa, 26 Juni, 2007
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>