Berlibur dengan Teknologi
Liburan telah tiba. Berikut sedikit kiat melakukan perjalanan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Sayang, untuk di Indonesia masih serba terbatas.
Bagi mereka yang berkecimpung di Teknologi Informasi (TI) atau pengguna jasa penerbangan di negara dengan penetrasi Internet yang tinggi, pemanfaatan TI adalah hal biasa.Namun untuk ukuran Indonesia hal ini mungkin masih agak sulit. Meskipun untuk “beberapa” maskapai penerbangan asing, internet check in sudah diterapkan di Indonesia namun untuk maskapai lokal rasanya “Jalan Masih Panjang”.
Ada lagi keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dengan pembelian tiket melalui Internet dan tidak bisa anda dapatkan sekalipun Anda berada di travel agent atau kantor maskapai penerbangan. Kebebasan dan keleluasaan memilih.
Dengan Internet, Anda dapat memilih berbagai maskapai penerbangan, melakukan pengecekan harga berbagai maskapai dan memilih yang termurah dan beberapa alternatif rute sampai merubah-rubah jadwal keberangkatan Anda berulang-ulang seenak “udel” tanpa perlu takut ada yang memarahi atau sebal.
Demikian pula dengan pemesanan akomodasi. Anda dapat melakukan secara online tanpa takut “diketok” karena ada jaminan the best Internet price. Pernah penulis mendapatkan cerita dari seorang teman Belanda yang ingin menginap di Hotel Tahiland dengan tarif US $ 50. Si Belanda minta waktu sebentar dan memesan melalui internet dan mendapatkan tarif US $ 35.
Panduan
Lalu bagaimana kita mengetahui rekomendasi penginapan, tempat makan, tempat yang pantas dikunjungi dan hal-hal lainnya ? Jawabannya lagi-lagi mudah, lihat resensi di Internet. Salah satunya adalah Wikitravel www.wikitravel.org. Untuk mendapatkan gambaran seberapa saktinya referensi Wikitravel, coba anda tempatkan diri dalam “sepatu” orang asing. Masukkan kata “Jakarta” dan Anda akan mendapatkan informasi mengenai Jakarta sebanyak 20 halaman (7.461 kata). Masukkan kata “Bogor”, informasi sebanyak 5 halaman (1.631 kata) menanti anda di http://wikitravel.org/en/Bogor (lihat lampiran). Anda bahkan diberitahu tarif Angkot Rp. 2.000,- dan tarif Bemo Rp. 1.500,-.
The easiest way to get around Bogor is by angkot, little green minibuses, hordes of which infest Bogor’s central streets. Any trip from anywhere to anywhere costs Rp. 2000, paid when you get off. There are also some Bali-style bemo minibuses, mostly outside the city center, which are even more cramped than angkot and charge around Rp. 1500. A full table of angkot and bemo routes is available here.
The downsides to using angkot are are that the drivers are reckless and theft is all too common (guard your belongings). Also, angkot only depart from their pangkalan (terminals) when full — 10 minutes on a good day on a busy route, 90 minutes on a bad day on an unpopular one.
Check In Internet
Kalau hal ini dilakukan di Indonesia, mungkin maskapai penerbangan lokal akan berhitung cermat dan hasil akhirnya mereka akan kembali menggunakan cara konvensional.
Karena penetrasi Internet di Indonesia masih rendah sehingga persentase pengguna yang akan melakukan check inipun akan sedikit. Selain itu mungkin mempekerjakan beberapa karyawan untuk menjaga counter check in secara jangka pendek akan lebih hemat. Jangankan di Indonesia, di beberapa negara maju Eropapun counter check in konvensional antriannya jauh lebih panjang dari counter auto check in. Jadi wajar saja jika sebagian orang masih senang cara konvensional.
Tapi, check in Internet memiliki beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh counter check in dan mesin auto check in ). Setidaknya ada tiga keuntungan :
1. Anda bisa bebas antri. Jelas kalau menggunakan internet anda tidak perlu antri, apalagi high season. Dalam beberapa kasus, antrian Check In memakan waktu lebih dari satu jam.
2. Check In lebih cepat Check In internet buka lebih cepat dari counter Check In konvensional. Kalau counter Check In konvensional buka kira-kira 2-3 jam sebelum keberangkatan, atau paling hebat 5 jam sebelum keberangkatan. Check In internet buka 24 jam dan beberapa bahkan sudah buka 36 jam sebelum keberangkatan. Jadi kalau anda berangkat jam 9 pagi tanggal 23 Juni 2007, tanggal 22 Juni 2007 jam 9 pagi anda sudah bisa Check In. Kalau anda Check In di counter konvensional 24 jam atau 36 jam sebelum keberangkatan, tanggung anda akan jadi ikan asin di airport.
3.Bisa pilih tempat duduk
Satu lagi kelebihan Check In internet. Ketika melakukan Check In, Anda bisa memilih tempat duduk. Untuk pemilihan tempat duduk yang baik anda juga dapat mendapatkan referensi tempat duduk, silahkan lihat uraian tentang Seat Guru setelah ini.
Seat Guru
Salah satu tempat yang menjadi favorit dan direkomendasikan oleh beberapa penikmat jalan-jalan sejati yang tergabung dalam milis Jalansutra@yahoogroups.com adalah website Seat Guru www.seatguru.com. Website ini bukan menawarkan bagaimana caranya duduk yang baik dan benar, tetapi memberikan informasi detail (peta) tempat duduk pesawat yang anda tumpangi dan rekomendasi tempat duduk mana saja yang direkomendasikan (Good Seat) dan tempat duduk mana saja yang tidak disarankan (Poor Seat). Sebelumnya Anda harus mengetahui nama maskapai dan jenis pesawat yang akan anda tumpangi. Penulis pernah tidak sengaja “bandel” memilih poor seat, rupanya memang tempat duduk tersebut tidak enak, karena ruang kaki (leg room) lebih sempit dari tempat duduk yang lain. Poor Seat ini umumnya terdapat di tempat duduk terakhir sebelum pintu darurat. Sayangnya fasilitas ini hanya tersedia untuk maskapai asing . Penulis mencoba untuk mencari nama maskapai lokal tetapi bahkan maskapai sekelas Garuda Indonesia pun tidak tercantum di Seat Guru.
Hingga di sini demikian dulu tips-tips melakukan perjalanan jauh dari saya. Selamat berlibur!











Beri Komentar