Arief Budi Witarto Raih Technopreuner Award 2007
Satu lagi putera Indonesia mengukir prestasi internasional. SMS itu datang dari Arief Budi Witarto sekitar sepekan silam. Isinya, “ Saya ingin kabarkan kalau saya baru terpilih sebagai penerima penghargaan Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset tentang tembakau molecular farming.” Sore ini ( 13 Juni) seremonial penerimaan penghargaan tersebut akan dilakukan di gedung BPPT Jakarta.
Penghargaan yang popular dengan nama Technopreneur Award ini akan memberi kesempatan Arief melakukan penelitian bersama di salah satu Fraunhofer Institut di Jerman dan sejumlah uang saku. Sedangkan DAAD akan memberi beasiswa selama empat bulan kunjungan penelitian.
Arief telah menekuni bidang pertanian molekuler alias molecular farming sejak 2003 bersama timnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek ini telah melahirkan perkebunan mulekuler di Cibinong Science Center.More…
LIPI telah merintis penelitian molecular farming dengan fokus pada protein untuk pengobatan, yaitu human erythropoietin untuk penyakit anemia, dan protein untuk diagnosis, yaitu sialidase untuk kanker menggunakan tanaman tembakau.
Dengan hasil itu, LIPI bekerja sama dengan Fraunhofer untuk mengembangkan teknologi molecular farming di negara tropis. Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di iklim tropis dan bertanah subur seperti Indonesia. Molecular farming muncul pada tahun 1980-an dan kemudian dikembangkan di Eropa dan Amerika secara intensif.
Dalam waktu tiga tahun, direncanakan sudah diperoleh hasil yang dapat dilanjutkan untuk produksi tingkat industri oleh PT Kimia Farma, Tbk. Melalui hasil penelitian ini diharapkan harga obat-obat biofarmasetik yang penting, dapat lebih dijangkau masyarakat luas.
Sehari-hari Arief adalah Ketua Kelompok Penelitian Rekayasa Protein di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Bogor. Bersama dengan Dr. Stefan Schilliberg dari Fraunhofer Institute for Molecular Biology and Applied Ecolidy, ia meneliti pembuatan protein farmasi untuk perawatan penderita kanker dengan tanaman tembakau lokal.












Akhir Oktober lalu saya hadir di Kalbe Science Awards. Salah satu finalisnya adalah Pak Arief Budi Witarto ini. Pantas rasanya namanya agak familier. Rupanya dulu saya pernah membaca nama ini di situs ini.